Category Archives: Doa

Keeps Learning To Stays Young

Standard

keeps learning to stays youngJadi dua hari yang lalu saya baru saja merayakan hidup alias ulang tahun alias tambah tua. Kalau biasanya setiap mau ulang tahun saya punya energi berlebih untuk dibagi, tahun ini saya rasanya sedikit kewalahan untuk mengumpulkan energi.

Biasanya kalau saya ulang tahun, postingan blog isinya tentang tema yang saya pilih untuk diaktualisasikan di usia yang bertambah. Tapi tahun ini saya kaya ngga mau bikin tema khusus.  Buat saya ini sih aneh. Di luar kebiasaan. Kenapa ya gua? Saya ngga tahu mau ngapain tahun ini, rada-rada ironi sih karena sebagai pecinta hidup harusnya energi saya terbakar sempurna begitu tahu pertambahan usia itu akan datang.

Ya mungkin saya jenuh. Atau mungkin saya kembali masuk ke tahap krisis hidup, life crisis. Dulu saya selalu ngerasa setiap mau masuk dekade baru dalam hitungan umur, biasanya muncul pertanyaan pamungkas yang bikin galau. Gila udah mau 20 aja atau anjrit udah mau 30 aja…trus lo udah ngapain aja. Ini pertanyaan kampret yang bikin resah tujuh hari tujuh malam. Halah

Read the rest of this entry

Advertisements

Doa Untuk Bapak

Standard

 

11816965_10153401424268260_3669603549553930523_nDoa Untuk Bapak Bapak

Meski dulu sekali kita begitu sering berselisih paham, tapi cinta menyelaraskan kita.
Bapak,
Meski dulu keras kepala kita selalu membenturkan emosi, tapi kedewasaan kita berhasil melebur ego menjadi kepedulian.

Bapak,
Saat engkau memelukku sambil menangis dan meminta maaf di hari pernikahanku, aku tertunduk malu.
Kau begitu mencintaiku hingga selalu merasa tidak pernah cukup membahagiankanku.

Bapak,
Saat ku usap dadamu ketika kau menyampaikan kabar tentang sakitmu pada saudara sekandungmu dengan derai mata, aku tak berdaya. Rasanya ingin aku memundurkan waktu dan menjagamu tetap sehat sehingga kau tak perlu meneteskan air mata itu.

Bapak,
Ketika kau tiba-tiba memintaku memelukmu saat aku membawakan potongan buah untuk kau santap,
aku usap punggung lehermu yang semakin terasa makin mengecil.

Bapak,
Saat aku menangkap lanjut usiamu dalam bola matamu, aku ingin kau merasa teduh atas rasa kasih sayang yang diberikan isteri, anak, menantu, dan cucu.

Atas semua itu Bapak, Kau harus sembuh ya, karena kehadiranmu menguatkan.
Kau harus sembuh ya, karena kehadiranmu memercikkan kehangatan.
Kau harus sembuh ya, karena kehadiranmu begitu penting.

Bagiku, kau sudah memenangkan pertarungan atas penyakitmu, Pak.
Karena kau sudah menabur keberanian, kegigihan, kepercayaan diri, keinginan berbagi, keindahan mencintai hidup, dan keimanan di setiap jengkal nafas anak-anakmu.

Dan untuk semua itu, kau akan menuai cinta yang tak akan putus-putus dari kami.
Kini kita berjuang bersama untuk merengkuh kembali keindahan mencintai kehidupan.
Tuhan akan bekerja sempurna atas kesembuhanmu.
Sampai bertemu di perayaan hidup berikutnya.
Priska sayang bapak ya.

Jakarta, 5 Juni 2015

 

Read the rest of this entry

Apa Kabarmu Karov….

Standard

22318_10153142352048260_4527653674857936014_n (1)Salah seorang teman tiba-tiba me-whatsapp saya. Dengan gegap gempita dia menulis begini, “Pris, novel lo serem amat sih. Gua baca beberapa halaman depan aja udah merinding.” Sebenarnya komentar seperti ini bukan kali pertama saya dapat, ada beberapa orang yang bereaksi sejenis itu.

Mendengar komen itu ada perasaan senang. Senang karena rasa takut, deg-degan, dan depresi yang saya rasakan saat menulisnya tersampaikan dengan baik ke pembaca. Tapi di sisi lain saya juga jadi bertanya-tanya, apakah para pembaca akhirnya menyelesaikan novel itu sampai akhir ya? Jangan-jangan saking ngerinya cuman berhenti di adegan Karov motong kakinya. Apa kabar Karov di luar sana ya?

Read the rest of this entry

Menemukan Rasa Kehilangan

Standard

Pernahkah kalian merasakan takut kehilangan? Rasanya sedih ya. Bahkan ketika rasa itu datang lebih cepat tanpa tahu akan kehilangan apa, rasanya tetap sedih.

Mungkin kalian akan bingung membaca kalimat terakhir. Apa iya kita bisa merasakan sedih meski tidak tahu akan kehilangan apa. Sebegitu melekatkah manusia terhadap rasa memiliki?

Read the rest of this entry

33 dan Novel Pertama!!

Standard

18 November 2014

Sudah berapa postingan saya buat tentang tanggal ini. Buat saya ini tanggal penting, momen di mana seorang perempuan melahirkan bayi perempuan ke dunia. Bayi perempuan itu saya, iya saya yang sekarang udah bukan bayi lagi, sudah 33 tahun. Double Three.

Dan si ‘Double Three’ kali ini sangat spesial, karena saya mendapatkan kado yang luar biasa. Malah bisa dibilang kadonya saya dapat lebih cepat beberapa hari dari ulang tahun saya. Ngga tanggung-tanggung, kadonya adalah salah satu mimpi yang berhasil saya wujudkan….yaitu NOVEL PERTAMA SAYA!! Ah Sang Pemilik Kehidupan itu baiknya ngga ada batasnya memang, setiap ulang tahun saya selalu dikasih hal yang spesial. Saya benar-benar diperlakukan spesial oleh DIA. Ngga perlu pelet ngga perlu melet, DIA selalu memberikan semuanya tepat waktu.

Ngomong-ngomong soal waktu, semalam di menit-menit menunggu genap 33 tahun, suami saya tanya, “Kenapa kamu selalu semangat kalau soal ulang tahun, wedding anyversary dan momen-momen pengulangan waktu?” Saya bilang itu bagian dari misi saya menerapkan jargon, Hidup Adalah Perayaan jadi semua momen itu penting makanya saya selalu exciting. Apalagi momen kelahiran, waktu penanda saya ada di dunia. Itu penting karena saya percaya setiap kehidupan punya makna sendiri untuk lahir ke dunia, jadi harus dirayakan.

Read the rest of this entry