Tahun Baru Ala Batak, Penuh dengan Mandok Hata

Standard

Screenshot_2016-01-01-20-25-03_1Setiap malam tahun baru, ada satu tradisi Batak yang amat saya suka. Mandok hata. Secara harafiah, mandok hata artinya memberikan kata sambutan, kesan dan pesan. Hampir semua urusan adat orang Batak diisi dengan sesi mandok hata. Semuanya harus ngomong, mulai dari yang paling muda sampai yang paling tua.

Hanya saja buat saya, sesi mandok hata di malam tahun baru lebih hangat karena penuh dengan pesan kekeluargaan yang kuat. Bayangin dari sesi ngomong-ngomong gitu aja kita sudah bisa berasa hangat tanpa perlu petasan atau kembang api hehehe. Apa spesialnya mandok hata di malam tahun baru?

Jadi tepat di saat orang di luar sana bakar kembang api dan ledakin petasan, saya dan keluarga justru duduk meringkuk membuat lingkaran. Kita berdoa, bernyanyi, dan mandok hata. Mandok hata di malam tahun baru biasanya tentang refleksi secara pribadi dan keluarga. Kita sama-sama menyampaikan apa yang menjadi esensi dari perjalanan selama satu tahun.

Selain refleksi, mandok hata juga bisa disisipi dengan mengkritisi orang tua. Ini sesi paling saya suka, karena kita bisa menyampaikan apa yang tidak kita suka dari orang tua tanpa diomelin balik. Hahaha. Buat saya sesi ini membentuk kebiasaan untuk saling memberi kritik membangun. Suasananya sangat egaliter, karena yang menyampaikan kritik duluan itu justru anak-anak.

Dulu waktu masih kecil, saya diam-diam suka bikin list dalam hati apa-apa saja yang ingin saya kritik dari mama dan bapak saya. Kita juga harus siap dikritik sama mereka sih. Tapi entah kenapa kalau malam tahun baru, justru anak-anak yang banyak list kritiknya ketimbang orang tua. Orang tua akan mendengarkan sambil senyum-senyum kecil.

Sesi saling mengkritik ini buat saya menjadikan tidak ada batas antara orang tua dan anak-anak. Kami terbiasa untuk menyampaikan apa yang dipikiran demi kebaikan bersama. Keterbukaan atas dasar mencintai itu rasanya indah banget ternyata.

Nah setelah mengkritik, biasanya mandok hata juga akan berisi tentang harapan di tahun baru. Apa yang mau kita capai secara pribadi maupun secara bersama-sama dalam satu keluarga. Untuk yang masih single alias belom menikah, biasanya sesi menyampaikan harapan di mandok hata jadi ngeri-ngeri sedap karena orang tua akan mengultimatum) agar anaknya segera menikah.

Saya sendiri merasakan aura ngeri-ngeri sedap itu dulu waktu belum menikah. Rasanya pengen skip aja gitu, biar kaga ditanya-tanyain mulu. Tapi rasanya susah untuk mencurigai ada maksud jelek dari harapan yang disampaikan orang tua itu kepada kita. Jadi saya memilih untuk senyum aja deh setiap kali sesi ngeri-ngeri sedap itu datang.

Baru setelah sesi mandok hata, kita berdoa, merangkum semua rasa syukur dan harapan itu dalam satu nafas keimanan. Nah kelar berdoa, baru makan kue dan minum, biasanya sesi ngobrol bakalan terus berlanjut.

Jadi bisa dibilang suasana malam tahun baru saya jauh dari keriaan bakar kembang api sama ledakin petasan. Karena kadang saking asiknya mandok hata, euforia malam tahun barunya udah lewat. Meski begitu, energi positif dan kehangatan dari ritual mandok hata tidak pernah surut. Dari kecil sampai sebesar ini saya selalu semangat ikutan mandok hata karena rasanya selalu bahagia kalau bisa berbagi pencapaian dan harapan dengan orang-orang tersayang.

Dulu waktu baru nikah, saya bilang sama Daniel kalau orang Batak malam tahun barunya ngga bisa kemana-mana. Kalau sampai keluar rumah pas malam tahun baru, apalagi pas kebaktian, alamat di-tipex dari kartu keluarga hahaha. Jadi saya sudah wanti-wanti sama dia untuk siap menghadapi malam tahun baru yang diisi dengan kebaktian, berdoa, makan, trus tidur hihihi.

Oiya, Daniel, suami saya itu orang Jawa dan ritual sejenis tidak pernah dia lakukan. Saya tanya sama dia, dulu kalau tahun baru ngapain? Dengan tanpa ekspresi dia menjawab, tidur hahaha. Jadi buat dia, ritual malam tahun baru ala keluarga saya adalah hal yang baru. Apalagi sesi mandok hata, Daniel termasuk orang yang super irit ngomong jadi sesi itu jadi tantangan tersendiri buat dia.

Di awal sekali dia ikut mandok hata di malam tahun baru, saya seperti jadi pembisik dia untuk memberi tahu hal-hal apa saja yang dibicarakan saat mandok hata. Sempet saya isengin dengan bisikin yang ngaco, eh tapi saya diomelin mama karena bikin mantunya bingung hahaha.

Tapi setelah tiga tahun menikah, pelan-pelan dia menemukan keseruannya sendiri. Karena beberapa hari sebelum malam tahun baru, dia mengajak saya untuk mengingat apa saja yang terjadi di 2015. Sesi pillow talk ini membantu kita berdua untuk merangkum apa yang ingin kita bicarakan di sesi mandok hata itu. Menyenangkan rasanya ketika pasangan kita yang beda budaya dan karakter, bisa belajar untuk menemukan esensi dari ritual yang kita jalani.

Jadi buat saya ritual mandok hata di malam tahun baru ini semakin punya makna tersendiri. Sesi mandok hata ini yang selalu membuat saya selalu memasuki tahun baru dengan penuh harapan. Bayangin, saya dapat bekal yang sangat luar biasa dari orang-orang tercinta saya. Bekal itu adalah rasa cinta mereka untuk bersama saya memperbaiki diri dan meraih segala mimpi.

Saya tidak terbiasa punya resolusi. Tapi ketika kita punya keluarga yang siap mendukung, bahkan jauh sebelum tantangan itu benar-benar muncul mereka sudah ikut berdoa bersama untuk menguatkan kita, rasanya kita tidak perlu kuatir akan hari esok. Dengan segala kerendahan hati, saya siap mewujudkan mimpi setiap hari di 2016. Doa terbaik untuk semua harapan teman-teman di 2016, karena tidak ada hari yang tidak diberkati. Jadi terus semangat dan SELAMAT TAHUN BARU 😀

Advertisements

3 responses »

  1. Ih kebiasaan tahun barunya unik dan keren banget Mbak. Langsung bicara. Bagus nih supaya tidak ada konflik yang terpendam. Kayaknya saya mau coba juga deh jika nanti sudah berkeluarga. Jadinya tahun baru memang benar-benar dimulai dengan sesuatu yang awal, sesuatu yang baru banget. Tidak ada membawa-bawa konflik dari tahun sebelumnya karena semua sudah selesai di mandok hata malam tahun baru. Top!

  2. Betul sekali Gara. Malah sering banget kita jadi mengharu-biru mengingat semua yang terjadi dan memaafkan dengan penuh kasih. Dulu pernah ada yang nanya, apa ngga kepengen malam tahun baruan jalan-jalan? MMMMmmmm….ngga deh…udahlah macet. Berisik. Lebih enak di rumah. Ngobrol sama keluarga heehe…

    Selamat tahun baru ya Gara. Tuhan memberikan yang terbaik untuk semua mimpi yang akan diwujudkan 😀

  3. Hoo, keren sekali. Saya tidak punya tradisi sejenis sih. Cuma ibadah keluarga yang biasanya diselesaikan tidak terlalu malam karena makin dekat tengah malam makin ribut, plus saya masih bisa keluar nikmati pergantian tahun.

    Met tahun baru Priska. GBU. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s