Keeps Learning To Stays Young

Standard

keeps learning to stays youngJadi dua hari yang lalu saya baru saja merayakan hidup alias ulang tahun alias tambah tua. Kalau biasanya setiap mau ulang tahun saya punya energi berlebih untuk dibagi, tahun ini saya rasanya sedikit kewalahan untuk mengumpulkan energi.

Biasanya kalau saya ulang tahun, postingan blog isinya tentang tema yang saya pilih untuk diaktualisasikan di usia yang bertambah. Tapi tahun ini saya kaya ngga mau bikin tema khusus.  Buat saya ini sih aneh. Di luar kebiasaan. Kenapa ya gua? Saya ngga tahu mau ngapain tahun ini, rada-rada ironi sih karena sebagai pecinta hidup harusnya energi saya terbakar sempurna begitu tahu pertambahan usia itu akan datang.

Ya mungkin saya jenuh. Atau mungkin saya kembali masuk ke tahap krisis hidup, life crisis. Dulu saya selalu ngerasa setiap mau masuk dekade baru dalam hitungan umur, biasanya muncul pertanyaan pamungkas yang bikin galau. Gila udah mau 20 aja atau anjrit udah mau 30 aja…trus lo udah ngapain aja. Ini pertanyaan kampret yang bikin resah tujuh hari tujuh malam. Halah

Kalau kata suami saya, orang yang bertumbuh memang harus resah. Tapi dekade umur saya berikutnya masih lama, kenapa resahnya udah dari sekarang. Mungkin karena belakangan saya ngerasa waktu cepat banget jalannya.  Tahu-tahunya udah mau tahun baru aja. Waktu itu memang putaran yang paling egois, dia bergerak semau dia tanpa boleh ada yang kasih perintah untuk pelan-pelan atau bahkan berhenti. Siapa sih yang nemuin waktu hehehehe.

Resah dalam hidup itu wajar. Itu pertanda yang baik sebenarnya, karena kita ngga sekadar menjalani semuanya sebagai rutinitas tapi lebih kepada perjalanan yang harus dirayakan. Dari sinilah lahir jargon saya, hidup adalah perayaan. Tapi resahnya saya yang sekarang kelewat lama. Biasanya sehari dua hari juga mesinnya udah panas lagi dan hidupnya punya rasa lagi.

Berkali-kali saya coba untuk mengumpulkan kepingan energi positif yang entah nyelip di mana. Kayanya saya lagi dapat puzzle yang lebih menantang dari sebelumnya, pelan-pelan banget untuk mapping setiap kepingannya. Meski kepala dan emosinya masih digumuli lebih banyak energi negatif tapi saya tetap kasih lampu sein ke diri sendiri biar kembali ke jalur yang produktif. Caranya? Saya tetap menumbuhkan mimpi.

Iya menumbuhkan mimpi. Pas saya renung-renungin, kejenuhan muncul setelah kita merasa sudah berada di titik yang kita mau. Trus setelah mimpi diwujudkan, lantas kita mau apa setelah itu? Ternyata mimpi itu bukan sekadar diwujudkan jadi nyata, dia perlu dirawat biar terus tumbuh. Biar mimpinya jadi semakin rindang dan berbuah.

Berbuah. Begitu sampai pada pemahaman mimpi yang bebuah, pelan-pelan saya ngerasain otak  mulai memproduksi endorfin, hormon kebahagiaan. Saya harus terus berjalan mewujudkan mimpi, biar bisa berbagi tentang indahnya menulis. Kayanya lucu kalau satu hari saya bisa berbagi tentang tip menulis. Bukankah selama ini buat saya menulis adalah proses berbagi. Berbagi energi, berbagi emosi, berbagi sedih, dan berbagi hidup. Jadi sudah seharusnya saya tak sekadar mewujudkan mimpi dengan punya buku non fiksi dan novel semata. Tapi saya juga harus memeliharanya terus tumbuh dengan bikin kelas menulis.

Untuk sampai pada tahap punya kelas menulis, tentu saya harus punya banyak cabang pengalaman. Apa yang saya lakukan sekarang masih terlalu sedikit untuk dibagikan, jadi ayo belajar lagi biar pohon mimpinya tumbuh semakin rindang.

Aaaaaaa…..endorfin saya semakin banyak kayanya. Ibarat film inside out, sad dan fear di kendali emosi saya mulai mengurangi andilnya. Joy siap-siap pegang kendali.

So here I come 34th, I will learn a lot of thing to sharpen my writing skill. Saya akan mencoba hal-hal baru untuk mengasah emosi saya dalam menangkap hal-hal yang unik, biar listrik kreatifitas saya ngalir dan bikin bohlam di kepala nyala lagi. Saya akan merawat pohon mimpi saya, biar akarnya semakin kuat, cabangnya semakin banyak, trus daun-daun hijaunya semakin meneduhkan, muncul bunga-bunga cantik nan harum untuk menarik datangnya kupu-kupu atau lebah yang membantu proses penyerbukan dan jadi buah.

Yup proses alamiah yang membuat siklus hidup terus berlanjut. Karena ternyata untuk tetap bisa merayakan hidup kita perlu merawat mimpi sampai mimpi berbuah menjadi energi kehidupan yang bisa ditularkan ke siapa saja. Hey…I think I just found my 34th theme 😀
Selamat merayakan hidup teman-teman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s