Perompak + Tegang = Captain Phillips

Standard

Saya ngga pernah ketemu perompak. Amit-amit…knock on wood, jangan sampe deh ketemu sama penjahat lautan.

Kebayang deh di atas air seluas samudra dengan gelombang yang keras, datang “penguasa” laut dengan senjata siap kokang. Kapal atau nyawa melayang.

Ketakutan dan ketegangan itu yang saya rasakan sepanjang Tom Hanks mainin perannya jadi Richard Phillips. Kapten kapal kargo Amerika yang dibajak perompak Somalia.

Pas saya baca reviewnya di Bangkok Post, mereka bilang film ini menegangkan dari awal sampai akhir dan mereka ngga bohong soal itu. Dari awal saya udah mencengkram lengan Daniel tanda ketakutan. Bukan takut lihat hantu tapi takut ngebayangin berada di tengah lautan dan ditodong senjata.

Susah cari pertolongan di laut. Aparat keamanan menerima laporan dari darat. Jadi perlu waktu sampai benar-benar diselamatkan. Meski kapal Captain Phillips gede banget yang pasti jadi objek yang tidak susah untuk ditemukan. Tapi kapal gede bukan jaminan kalau pertolongan akan datang cepat. Dan susah mendapatkan pertolongan adalah definisi keselamatan yang mereka punya.

Tapi emang jadi Captain itu bukan cuman butuh ketenangan. Captain juga kudu punya modal ngga egois yang banyak. Itu yang saya pelajari dari kepemimpinan Captain Phillips.

Kalau dia panikan pasti awak kapalnya udah ketakutan setengah mati dan membuat situasi jadi tidak terkendali. Well Captainnya panik sebenarnya tapi dia benar-benar menenangkan situasi. Salah satu adegan dia tenang adalah saat perompak maksa ke ruang mesin, Captain memperlambat langkah dengan nawarin minuman dan pisang ke perompak. Di detik-detik perompak mau masuk kapal, Captain intruksikan untuk menjaga ruang mesin jangan sampai daerah kekuasaan mereka dikooptasi. Jadi dia tahu pasti anak buahnya ngumpul di sana.

Dan usaha Captain untuk setengah mati menyelamatkan awaknya serta membiarkan dirinya jadi sanderaan si perompak, menurut saya ini adalah sisi ketidakegoisan dari seorang pemimpin. Pesan ke wakilnya sebelum masuk ke life boat dan jadi sanderaan adalah, “Pastikan kalian selamat dan kapalnya mengantarkan barang cargo secepat mungkin.”

Tapi Captain Phillips tetap manusia biasa. Ketika dia merasa kematian begitu dekat, dia nekat nyerang salah satu perompak tepat disaat dia mau ditembak karena ketahuan nulis surat untuk keluargnya. Situasi jadi kacau di life boat yang mungil itu. Sebagai ganjaran, kedua tangan Captain diikat dan mata ditutup.

Perompak panik pas lihat ada helikopter dan pasukan angkatan laut Amerika mengerubungi mereka. Nyawa Captain pun makin diujung tanduk. Situasi kacau. Sesama perompak berteriak dan saling menyalahkan karena bos besar batal menjemput mereka. Yup, terombang-ambing di lautan tanpa penolong adalah mimpi buruk buat siapa saja, termasuk perompak.

Keputusan harus diambil karena sepertinya para perompak makin nekat. Pasukan khusus angkatan laut Amerika membidik sambil berhitung siapa yang akan mati. Apakah seluruh perompak atau Captain Phillips juga ikut tertembus timah panas yang merobek setiap jaringan kulit dan tulang.

Film yang menegangkan. Meski di akhir film Tom Hanks berhasil bikin saya nangis karena terseret membawakan diri sebagai Captain Phillips. Iya terus berteriak memanggil nama isteri dan anaknya. Berharap apabila ajal menjemput, keluarganya bisa mendengar teriakan kasih sayangnya yang dilontarkan dalam situasi neraka yang menakutkan.

Keluarga adalah segala-galanya. Itu juga yang saya tangkap dari karakter Captain Phillips. Dan percayalah teriakan ekspresi cinta yang disampaikan pada menit-menit terakhir akan membuat kalian menangis. Hingga terdengar bunyi tembakan. Situasi membisu dalam sekali.

Dan agar kalian tidak mati penasaran serta membisu dalam kebingungan, tonton saja filmnya. Siap-siap mencengkram tangan pasangan sepanjang film diputar. Karena ketegangan film ini konsisten dimainkan dari awal sampai akhir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s