Rumah Mungil Di Atas Angin

Standard
Pojok frame + camilan

Pojok frame + camilan

Waaaaahhhhhhhhhh…..postingan terakhir saya adalah 6 Desember, bow….udah lama juga ngga nulis di blog ini ya….RINDUH KALI AKU PUN……

Sebenarnya, pengen nulis sesuatu yang serius….sesuatu yang membuat kepala ngebul kalau ngga ditulis. Tapi terlalu banyak yang bikin kepala ngebul sampe ngga tahu mana yang mau ditulis hihihihi….

Lalu ada ke-ngebul-an apa sekarang sampai saya menulis? Mmmmm…saya mau cerita tentang rumah baru saya. Iya, rumah pertama saya sama si cowo ganteng Daniel a.k.a suami tercinta. Halah  Sebenarnya ini masih ngontrak sih, tapi di sinilah kami pertama kali menemukan definisi rumah. Pusat cinta yang selalu membuat kaki ingin cepat melangkah pulang karena rindu untuk melepas tawa bersama dengan yang tersayang.

Iya, rasanya senang banget bisa punya sensasi rindu untuk pulang. Bahwa sebuah kata pulang bisa menegaskan eksistensi saya sebagai individu yang tengah membentuk cerita hidupnya bersama seorang teman hidup. Rasanya romantis sekali, ketika pulang mendapati ruangan mungil itu bisa menciptakan energi bahagia, energi memelihara, dan energi untuk isengin suami hihihihi. Iya saya iseng banget sama suami saya….ask him….no….don’t ask him…. Halah 

Dan rumah itu, saya namakan rumah mungil di atas angin. Kenapa mungil? Karena ini adalah rumah dalam apartemen yang berkamar 2. Tipe rumah untuk keluarga baru. Ruang tamu yang menyatu dengan kitchen set, plus 2 kamar dan 1 kamar mandi. 2 kamar ini sangat membantu, karena saya suka menyuruh teman-teman atau keluarga saya untuk nginep, maklum orangnya suka banget ngumpul-ngumpul di rumah.

Nah kenapa di atas angin, karena lokasinya ada di lantai 25. Yup, saya tinggal di apartemen sederhana di lantai 25 dan lantai paling tinggi di apartemen itu adalah 27 tanpa lantai 24 (karena sepertinya pengembangnya tidak suka dengan angka 4, jadi semua yang berangka 4 di-skip aja). Nah itu artinya, unit apartemen yang saya dan Daniel tempati adalah unit-unit paling atas. Dari kamar utama, kita bisa melihat laut tanjung priok lengkap dengan beberapa kapal kontainer yang mungil. Bagus sih, apalagi kalau langit lagi cerah itu laut keliatan jelas dah.

Tapi kadang rada takut juga sih tinggal di unit tinggi gitu, kadang suka kepikir kalo gempa gimana ya? Jadi mari jangan berpikir yang serem-serem hehehehe. Pikir yang seru-seru aja, kalau bulannya lagi penuh, buka jendela dan rasanya kaya tidur di bawah bulan….beuh kurang romantis apa coba. Tidur sama cowo paling ganteng sedunia di bawah bulan….ini mah lebih keren dari lagu Doel Sumbang, Kalo Bulan Bisa Ngomong hihihihihi….

Nah atas pertimbangan itu lah, saya sering menyebutnya rumah mungil di atas langit. Kalau diinget-inget, dulu pas kuliah, saya suka ngebayangin untuk tinggal di apartemen. Tapi waktu itu ngga kebayang tentang ada cowo di dalamnya, hanya sendirian aja. Dan ternyata enak juga ada lakinya, ada yang bisa diminta peluk kalo kita lagi males bangun hihihihi….yes i am little spoil brat. Apalagi kalo lagi cape, dia akan dengan lembut memijat dan mencium-cium saya….ah iya…bagian cium-cium dan gigit Daniel karena gemes juga seru ternyata.

Dan untuk melengkapi rumah mungil di atas angin, saya membuat semacam tema. Well, sebenarnya ngga sengaja sih. Saya lagi suka banget dengan warna orange. Nikah aja temanya orange Ini warna, cerah, ceria, tapi sangat hangat. Saya ngerasa ini warna yang bikin kita selalu nyaman tapi bersemangat. Nah tanpa sengaja, ketika ngeliat unit ini, gordain-nya warna orange saya langsung tersenyum sumringah ke Daniel.

Saya langsung kebayang spreai orange yang dihadiahi inang tua saya akan pas dengan gordain itu hahaahaha. Dan ketika nyicil beli peralatan dapur, secara menyenangkan Daniel menemukan seperangkat sendok penggorengan yang berwarna orange gagangnya. Tanpa pikir panjang itu pun masuk dalam keranjang belanjaan. Maka kebayang dong warna dominasi di rumah mungil di atas angin, mulai dari ember, keset, sampe gayung juga warnanya orange. Well ada warna kesukaan Daniel sih, warna hijau, tapi tidak sebanyak warna orange hihihihihi…..Dan untuk sapu, secara kebetulan saya menemukan yang ijuk plastiknya berwarna hijau dan orange….yipieeeee…..the universe did conspire when you want something…

Nah selain ornamen orange, saya juga mulai memanjakan orang yang ke rumah saya dengan makanan yang saya masak sendiri…..IIIIYYYAAAAA SSSSAAAAAYYYYAAAAA BBBBBIIIISSAAAA MMMAAAASSSAAAKKKK SSSEEEKKKAARRRAAAANNNGGG….Mau apa? Suki, gulai ayam, gurame asam manis, ayam kecap, atau kwitiaw goreng babi? Ask it and i’ll make it….Dan saya selalu berusaha menyediakan camilan atau minuman soda atau agar-agar sebagai dessert ketika ada tamu yang datang. Karena menurut saya, rumah yang cerah, hangat akan sangat seru kalo ada makanan dan minuman yang enak….

Jadi pengen main ke rumah kita…..ayo…ayo…main….kita punya scrabbel juga jadi ada mainan yang bikin suasana tambah seru 😀

Advertisements

5 responses »

  1. @Miss Alia : mmmm….bayam bakar….ya….bagaimana kalau ayam goreng maesaroh….ini gua liat di acara tivi…sebenarnya ayam goreng pake sambel ulek….cuman dia rada unik, ayamnya dikasih jeruk nipis sama garem terus digoreng dengan bumbu-bumbu yang ada pedes, seger, dan wanginya….jadi laper ini saya….hihihihi

    @HFachrizal; ah bisa aja nih aku dibilang seru….hihihihihi…done ya mas…sudah ku vote…mari saling mem-vote…

    oiya miss Alia, ayo vote aku hehehehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s