365 Hari Jatuh Cinta

Standard

Kalau ditanya gimana awalnya saya sama Daniel Hendrianto bisa suka sama suka…sebenarnya rada bingung juga untuk tahu persis kapan kita bener-bener sadar mulai sama-sama suka. Karena saya inget betul, pertama kali ketemu Daniel ngga ada rasa terkesima atau deg-degan. Biasa banget, bahkan dipastikan ekspresi saya flat ketika itu.

Tapi niat Princess Grace Kamila Noer untuk mengajak saya ikut gabung di acara paint ball, bikin saya intens ngobrol via yahoo messenger sama Daniel. Waktu itu saya rada bingung bagaimana cara ke tempat paint ball yang berlokasi di Depok dan Grace bilang kalau Daniel tipe orang yang mau aja membantu saya sampai ke tempat ngumpul dengan selamat. Alhasil biar bisa menentukan meeting point yang enak, saya dan Daniel pun chat di yahoo messenger.

Iya cinta saya berawal dari chattingan hahaha. Pas chat itu berasanya nyambung aja, well pembicaraan jadi intens sih meski saya ngga jadi ikutan paint ball karena badan remuk redam kebanyakan nongkrong abis pulang kerja. Sampai satu saat dia memberikan saya kuis bahasa Jawa.

Iya kuis bahasa Jawa, saya lupa kalimat persisnya seperti apa. Tapi yang pasti dia menyentuh titik penasaran saya dan ketika titik ini terstimulasi saya akan cari cara sampai menemukan jawaban dari rasa penasaran. Dia bilang, saya bakal ditraktir Burger King kalau bisa nebak arti kalimat dalam bahasa Jawa itu.

Entah kenapa saya niat banget. Ya mungkin saat itu saya sudah mulai deg-deg ser sama laki ini, sehingga melihat kuis yang dia kasih sebagai jalan untuk ketemuan dan melakukan fit and proper test.

Awalnya saya rada ragu bisa klop sama dia, saat itu mikirnya cuman nothing to lose aja. Nambah teman ngga salah kan, apalagi temen mesra, wong lagi single. Spiritnya waktu itu adalah saya harus jatuh cinta lagi karena jatuh cinta bikin saya centil hihihi.

Hal yang bikin saya ngga berharap banyak dari pertemuan itu adalah karena saya membayangkan laki beralis tebal ini adalah seorang programmer kaku. Maklum track record saya menggambarkan kalo saya paling doyan laki yang filosofis dan ribet jalan pikirannya. Dan menurut saya programmer itu kaku. Saya malah sempet mikir, bakal nyambung kaga ya ngomong ama nih laki ntar. Tapi ya udah ketemu aja lah ya, wong udah berhasil jawab kuis juga hahaha.

Kalau ditanya kenapa si Daniel pake trik kasih kuis, dia bakal jawab karena kalau sekadar eh jalan bareng yuk atau nonton yuk, itu udah biasa. Dia pengen sesuatu yang beda katanya sekaligus membuktikan teori kalau target dibuat punya keterlibatan langsung, persentase target untuk datang sangat besar. Dan sialnya teori itu bener, saya yang penasaran merasa harus datang untuk ditraktir karena berhasil nebak dengan benar. Yup saya masuk dalam perangkap hahaha.

Maka duduklah kami berdua, berhadapan di Burger King Plaza Semanggi. Berbicara ngalor-ngidul, intip KTP satu dengan yang lain (iya kita tukeran KTP hhahaha) dan bicara macam-macam.

Dia berhasil membuat saya penasaran ketika dia cerita soal teori ekonomi psikologi, kalau kaga salah saya ngga ingat dengan baik teorinya seperti apa hahaha. Yang pasti saya tertarik bagaimana dia bisa mengurai teori yang berat itu dengan bahasa yang sederhana. Pelan-pelan saya tertarik dengan bagaimana programer chubby ini bisa ngomong banyak hal soal sesuatu yang diluar teori komputer yang ribet.

Trus kita ngomongin soal cita-cita. Dia tanya saya mau jadi apa dan pertanyaan ini bikin saya ngoceh soal cita-cita saya menjadi penulis. Dan setelah itu topiknya selalu berkembang sampai kita ngga sadar kalau udah jam 11. Tiba-tiba toko-toko yang ada di plaza semanggi mulai narik-narik rolling doornya tanda mall mau tutup. Dan kita kelabakan, bow udah malam ternyata…time to go home. Tapi kan masih banyak yang diobrolin, di sinilah saya ngerasa deg-degan dan jatuh hati sama dia. Iya saya mah cepet jatuh cinta tapi setia luar biasa wakakaka.

Trik lain yang juga dilakukan Daniel adalah dia membukakan pintu taksi untuk saya. Hah siapa yang ngga meleleh diginiin, diem-diem cerdik juga ini lagi. Cerdik mencuri hati.

Alhasil setelah itu proses ngobrol, jalan bareng, dan whatsapp-pun berjalan lancar. Kira-kira 2 bulan lah proses pendekatannya berlangsung. Buat saya ini kelamaan, kalau dia ngga menyatakan cinta *halah* saya bakal cari laki yang lain. Saya sedang ingin ditembak makanya saya nungguin dia ngomong. Tapi dia lama banget ngga ngomong-ngomong sampe kemudian saya bilang ama Grace, “Kalau dia kaga ngomong-ngomong gua pergi nih Grace.” Hahahaha…

Maka dia pun menyatakan perasaannya. Dengan wajah gugup dan tangan gemetaran, saya melihatnya sebagai ekspresi yang jujur dan genuine. Tapi dasar saya jail, saya malah menjawab dengan, “kasih tau ngga ya.” Hahahaha.

Saya masih ingat bagaimana ekspresi dia ketika itu dan bagaimana gemetaran tangannya, ah its so romantic. Seromantis ketika dia mengatakan, “Would you spent the rest of your life together with me. Grow old together. Mau nikah sama aku ngga?” Hihihihi saya cuman jawab dengan ciuman lembut di bibir sambil bilang, “Mau banget!!!” Hahahaha

Tawaran itu datang sebelum kami pacaran setahun. Dan itu kali kedua dia mengajukan proposal berbagi hidup sampai tua. Awalnya saya bukan tidak percaya kepada dia tapi saya belum percaya kesiapan diri saya sendiri ketika itu. Tapi Daniel lagi-lagi laki-laki yang lembut menunggu, dia pelan-pelan menyakinkan saya dengan bahasa-bahasa dan tindakan sederhana tapi sangat tegas. Jadi pesannya sangat kuat.

Ini membantu saya melihat bahwa dia sangat bertanggung jawab. Bahwa menghabiskan hidup bersama dia akan menyenangkan, akan menenangkan, dan akan sama-sama berjuang untuk kebahagiaan bersama. Iya menjadi keluarga bahagia itu butuh equality dalam membentuk peran dan dia menciptakan equality itu menjadi sebuah kebersamaan.

Well dia sih ngga sempurna-sempurna amat. Suka ngupil. Seakan-akan itu upil ke-refill secara otomatis. Ih ngebayanginnya aja geli saya. Belom lagi dia kaga romantis. Kadang harus dibilang kalau saya mau dirayu pas lagi berantem atau lagi mau dimanja kalau lagi badmood, kalau ngga dibilang dia kaga bakal nyadar apa-apa.

Tapi saya suka kalau dia tiba-tiba mencium pipi saya saat nunggu bis atau taksi di pinggir jalan. Atau dia cium-cium kepala saya kalau lagi jalan di mall atau nonton di bioskop. Kadang suka kaget dan sok cool kalau dia mulai public display of affection, padahal dalam hati loncat-loncat hihihi.

Hey kamu cakep, ini setahun pertama kita. Ngga berjalan mulus terus sih, kadang kamu nyebelin atau aku yang ngeselin. Tapi untuk sadar selalu sayang kamu selama 365 hari secara non stop, adalah sangat menyenangkan. Sayang kamu terus ya, yuk kita rayakan hidup bersama πŸ˜€

Advertisements

5 responses »

  1. ihhh anehnya aku terdampar disini gara-gara lagi iseng browsing namaku!
    Dan awwwww….ceritanya sosweet sekaliiiiii ❀
    Semoga selalu berbahagia ya mbak Priska dan Mas Daniel. I am soo happy to see you two. *peluuuk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s