Prokrastinasi Itu Kejam Jendral!!

Standard

Di saat Jakarta terus diguyur hujan sepanjang hari ini, saya mengalami kemalasan luar biasa. Padahal seharian ini saya sangat puas jailin pacar saya dan ciumin dia tentunya huehuehue, tapi rasanya masih pengen main dan malas-malasan. Dan rasa malas itu semakin mendera ketika saya sudah membuka laptop selama berjam-jam demi memanggil wangsit untuk mulai menuliskan laporan hasil liputan ke Guangzhou-Cina.

Iya, saya masih belum tahu mau mulai dari mana untuk menjelaskan terapi mematikan sel kanker secara lokal dengan cara dibekukan -150 derajat celsius! Menarik kan, tapi saya lebih suka menceritakannya langsung ketimbang menuliskannya. Apa ini pertanda saya sedang jenuh dengan dunia tulis menulis ya? Ah apa ini pertanda buruk, masa penulis jenuh dengan aktivitas menulis?

Tapi kan seperti kata Serius Band, kalau rocker juga manusia maka tak ada bedanya dengan penulis, saya bisa saja menemukan titik itu, titik jenuh yang kemudian diikuti dengan penyakit turunan malas menulis. Saya sudah coba pancing dengan menulis perjalanan saya selama di Guangzhou, betapa beruntungnya saya untuk ditugaskan liputan ke negara yang saya ngga pernah bayangkan akan berkunjung ke sana…see how kind life have been to me. Tapi hasrat menuliskan cerita itu pun saya akhiri dengan menulis postingan ngga jelas ini wakakakaka.

Mungkin saya masih dalam tahap, rindu dengan orang-orang yang saya tinggal selama seminggu. Saya masih pengen cerita ke mama dan bapa saya soal Guangzhou. Saya juga masih mau komporin pacar saya untuk pergi jalan-jalan ke luar negeri hihihihi, Guangzhou juga bisa jadi pilihan karena sistem transportasinya rapih dan masakan babinya enaknya luar biasa. Iya saya masih mau cerita aja dan mendengarkan cerita mereka, harusnya saya tidak langsung dijejali dengan kewajiban menulis laporan pasca liputan ke luar negeri.

Hal yang tidak menyenangkan dari liputan ke luar negeri adalah selain tatapan mupeng oleh-oleh yang baru saya rasakan cukup merepotkan adalah membuat laporannya. Oiya soal repot cari oleh-oleh saya baru merasa pusing karena saat ini saya terdaftar sebagai karyawan di dua divisi dalam satu perusahaan besar, artinya orang-orang yang harus saya kasih oleh-oleh semakin banyak karena yaitu saya bercokol di dua divisi. Pusingnya setengah mati ketika mencari enaknya dioleh-olehin apa ya mereka karena harus diitung juga alokasi dananya. Dan pusingnya semakin terasa ketika barang-barang yang ditawarkan di Guangzhou sangat mirip dengan yang ada di mangga dua atau pasar baru jakarta, made in China. Maka saya pun membelikan teman-teman kantor saya snack dan permen manisan yang sebenarnya bisa ditemukan juga di toko-toko kue khas China hahaha.

Tapi kalau soal oleh-oleh untuk orang rumah, sahabat, dan pacar semata wayang, saya sangat antusias mencarinya. Karena saya tahu selera mereka dan apa yang mereka butuhkan yang kira-kira saya bisa dapatkan dengan nilai mata uang Rp 1.450 untuk 1 Yuan. Rasa antusias itu semakin memuncah ketika saya membelikan diri saya sendiri sesuatu, tebak saya beli apa? SAYA BELI BOOTS!!! Satu hari, saya akan buat tulisan kenapa saya tergila-gila sama sepatu boots ya Saya beli 2 boots untuk menjadi tambahan variasi koleksi boots yang saya punya dan rasanya itu masih belum cukup, karena ada beberapa boots yang saya incar tapi tidak tersedia ukuran kaki saya, ah belum jodoh emang.

Dan kini saya harus kembali ke dunia nyata, merangkum semua transkrip wawancara dokter-dokter yang tidak jelas bahasa inggrisnya itu ke dalam karakter kata yang sesuai dengan target pembaca saya. Ah Tuhan, saya masih mau bermalas-malasan, prokrastinasi dan jalan-jalan. Iya saya pengen jalan-jalan tanpa dibebani tuntutan kantor membuat laporan…damn balik lagi ke soal bikin laporan..aaaa prokrastinasi itu kejam..sepertinya saya butuh margarita inih *nyengir kuda *pembenaran

 

Advertisements

2 responses »

  1. kalau saya sudah kapok minum margarita kak. pertama kali minum langsung hangover hampir seminggu.. parah ya? lalu akhirnya saya tau cara menyembuhkannya, yaitu minum air putih yang banyak dan tidur 😀

    • Hihihihi…alkohol emang bikin tenggorokan kering…butuh banyak air putih emang…tapi aku udah jarang banget nyentuh minuman bergaram ini….makin kaga bersahabat sama lingkungannya soalnya. Banyak yang ngerokok bikin idung sakit asapnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s