Maniak Sushi

Standard

Sudah pernah nyushi? Itu loh makanan orang Jepang yang adalah ikan mentah dibungkus nasi pulen. Saya dulu beberapa kali diajakin makan sushi alias nyushi. Si Nida – sahabat saya, beberapa temen kantor saya, dan pacar saya adalah orang-orang yang suka makan sushi. Saya yang ketika itu masih cupu, hanya mencoba satu, setelah itu merasa eneg. Mengingat ada daging ikan mentah di dalamnya.

Nah kalau diinget-inget lagi, saya sebenarnya ngga punya trauma dengan ikan mentah. Karena sebenarnya, ada satu masakan batak yang juga dibuat tanpa membuat ikannya dimasak di atas api. Trus ikannya dimatenginnya gimana dong? Direndem di dalam jeruk yang katanya cuman tumbuh di tanah batak sana. Nama hidangan ini adalah Naniura. Ikannya ikan mas yang dipotong kecil-kecil dan dalam keadaan tak berduri.

Dasyatnya hidangan ini adalah bumbu yang digunakan hampir 10 macam. Bumbu-bumbu itu, ini seingat saya loh ya, kacang, kemiri, bawang putih, kencur, rias, jeruk, dan kawan-kawannya lah itu diolah dengan cara dioseng-oseng tanpa minyak atau direbus. Setelah itu semua bumbu dibalurin di ikan mas yang sudah direndam kurang lebih 3 jam di dalam jeruk tadi. Semua diaduk, didiamkan beberapa saat and voila jadilah ikan matang dengan sendirinya. Ini bukan magic atau sejenis rekayasa hidangan, tapi itulah yang terjadi, si ikan matang dengan sempurna.

Dan kalau kalian pernah makan di Lapo yang adalah rumah makan orang Batak, jarang sekali yang menyediakan naniura. Alasannya sederhana, ini hidangan bikinnya susah bisa sehari semalam kalau proses mengolah bumbu, merendam ikan, dan mencampurkan bumbu dikalkulasi dalam satuan waktu. Kata mama saya yang super jago bikin hidangan ini, naniura itu dulu hanya dimakan raja-raja karena bumbu yang digunakan banyak dan mahal. Nah beruntunglah saya yang punya mama yang amat jago bikin makanan raja ini.

Jadi kalau dilihat dari keakraban saya terhadap naniura, seharusnya dengan mudah saya jatuh cinta dengan si sushi, tapi entah kenapa saya butuh waktu untuk menyukainya. Sampai tiba-tiba saya ditraktir makan sushi sama salah satu teman kantor saya saat sedang rapat. Entah kenapa saya  ngerasa ini ikan mentah enak banget, apalagi yang salmon sushi, segarnya luar biasa!!!

Well saya lebih prefer ikan ketimbang daging dan salmon adalah ikan enak yang sehat. Dia enak karena ada lemaknya, jadi gurih. Dia sehat karena lemaknya, lemak baik, alias omega-3 yang aman buat jantung dan otak. Tapi saya sedang tidak menulis artikel kesehatan ketika jatuh cinta sama sushi, dan saya menemukan kesegaran rasa yang bikin saya ketagihan.

Setelah ketagihan pertama, saya beberapa kali dalam seminggu makan sushi. Beruntungnya saya, pacar saya yang hobi makan itu pun menjadi semangat untuk menarik-narik saya ke rumah makan Jepang. Apalagi ketika saya selesai ujian di Depok dengan soal matematika yang kaya kampret itu, saya diajak makan sushi. Iya, Daniel membangga-banggakan rumah makan jepang yang di Depok ini karena murah banget semua menu-menunya. Kita makan sampe kenyang banget dan susah jalan hahahahaha.

Sekarang kadar kesukaan saya pada sushi luar biasa besar, sebab kemarin malam saya mimpi saya makan sushi dengan lahap hahahaha. Hari ini saya makan sushi sih, tapi kurang puas karena cuman satu sushi. Kita kira sushi yang kita pilih sama dengan sushi-sushi sebelumnya yang ada beberapa roll. Dan saya masih harus memuaskan hasrat akan mewujudkan mimpi makan sushi dengan lahap besok.

Ah lihatlah betapa lidah sebenarnya bisa lebih mengendalikan kita. Organ yang sebenarnya otot lentur ini bisa lebih berkuasa dari otak kita! Maka saya menyerah kalah pada lidah. Saya rela dijajah kembali oleh Jepang yang kali ini mengambil bentuk dalam makanan ikan mentah yang disisipi potongan sayuran atau mayonise yang dibungkus rapih oleh nasi lembut. Jadi, buat siapa saja yang ingin traktir saya sushi, ajakannya akan saya terima dengan wajah tersenyum 😀

Advertisements

2 responses »

  1. priska sayang, kalau tante bikin naniura (dari tadi keslimpet narnia mulu) kabarin ya. penasaran nih. dan aku kok ga suka sushi ya, lebih karena ga tahu cara makannya hehehe. tapi kalo mau ajak-ajak nraktir boleh kok 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s