The Third Decade : Generously Celebrating Life

Standard

Tangisan Haru

Saya yakin dengan sangat demi segala benda yang berpendar di langit, kalau Sang Pemilik Hidup punya rasa sayang yang luar biasa ke saya, mahluk centil yang belakangan suka banget pake anting sebelah ini. Dan kesadaran ini membuat saya semakin tak punya alasan untuk bermuram durja, pesimis, bahkan sampai tidak menikmati hidup.

Jika dekade kedua saya tahun kemarin dirayakan dengan beberapa jug margarita, berpiring-piring french fries, berpiring-piring nasi goreng atau sop buntut yang diselingi dengan nyanyian serta catwalk di atas meja, benar-benar perayaan penuh untuk menyandang angka 20-an pada kolom umur. Di tahun kemarinlah saya memberikan wujud pada MERAYAKAN HIDUP. Saat itu saya punya banyak alasan untuk mengartikulasikan perayaan hidup, setelah berhasil melalui pertarungan hidup yang hampir mematikan kesadaran saya untuk menikmati hidup, merayakan hidup adalah pilihan logis dari sebuah kebutuhan untuk bertahan hidup.

Lalu apa yang saya lakukan di perayaan hidup pada dekade ketiga ini? Saya dipertemukan dengan begitu banyak bentuk kemurahan hati, generosity. Begitu banyak energi berbagi yang menghampiri saya beberapa minggu menjelang perayaan hidup saya (baca: Hari Ulang Tahun), itu mengapa kalau diperhatikan beberapa postingan di blog ini sepanjang November bertemakan tentang berbagi. Saya bertemu dengan berbagai bentuk energi dari berbagi yang semuanya membuat saya dapat mengartikulasikan kata ‘haru’ dengan sempurna.

Begitu banyak peristiwa berbagi yang menyadarkan saya, betapa saya selalu diberi kesempatan untuk tertawa, menghimpun energi positif dari orang-orang yang tidak pernah kekurangan alasan untuk mencintai saya, hingga dipertemukan dengan orang-orang yang berbagi dengan tulus. Saya yakin Sang Pemilik Hidup punya maksud tertentu kepada saya hingga saya dipertemukan pada fragmen berbagi tersebut.

Bicara mengenai dipertemukan dengan orang-orang yang berbagi dengan tulus, ini yang semakin menyadarkan saya betapa energi berbagi adalah kilatan semangat yang tidak punya batasan. Berbagi adalah situasi yang menegasikan kesendirian manusia.  Yang kita butuhkan untuk menciptakan kilatan semangat ini adalah niat untuk menyentuh hati terdalam setiap orang demi sebuah kesadaran bahwa hidup itu indah.

Seorang pastor bule yang mengenal saya hanya pada sebuah deretan absen gereja, memberikan saya kilatan semangat itu. Dia mengirimkan sebuah kartu ulang tahun yang ucapan dan segala doa baiknya diekspresikan pada barisan tulisan tangan. Saat dia bisa saja mengetikkan kata-kata itu menggunakan teknologi yang diberi nama komputer, Pastor Bernard memilih untuk menggoreskan tulisan tangannya pada kartu putih polos. Buat saya, ini adalah energi berbagi yang sangat personal.

Kartu itu tiba sehari sebelum ulang tahun saya, saya diberi kebahagiaan dimuka. Tak hanya itu, di saat hari perayaan hidup itu datang, Pastor Bernard masih mengirimkan SMS yang berisi doa bahwa Sang Pemilik Hidup tidak pernah membuat jalan cerita hidup saya berada pada jalur yang salah. Saya luar biasa tersentuh oleh kartu dari ‘orang asing’ ini. Dari sinilah saya mendefinisikan berbagi sebagai sebuah kilatan energi yang tak berbatas.

Fragmen berbagi berikutnya adalah melihat begitu banyak teman, sahabat, dan rekan yang menghujani saya dengan ucapan selamat ulang tahun. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mencantumkan Selamat Merayakan Hidup pada barisan kata yang dikirimkan melalui telepon, BBM, SMS, Twitter, maupun Facebook. Semua teknologi komunikasi yang memutus jarak demi menyampaikan ucapan kebahagiaan atas kebaikan hidup yang dipercayakan kepada saya.

Saya semakin tersentuh ketika salah seorang mantan pegawai HRD di kantor lama saya dengan penuh niat berbagi, menelepon saya demi menyampaikan barisan ucapan selamat ulang tahun. Pak Deden namanya. Dulu ketika kami masih sama-sama satu kantor, dia dengan begitu niat tulus menelepon ke meja saya berkali-kali, maklum waktu itu saya masih setiap hari turun ke lapangan jadi beliau tidak sukses menyampaikannya pada niat telepon yang pertama. Tapi niat yang baiklah yang kemudian mendorong dia untuk berkali-kali menekan angka-angka pada kotak telepon agar tersambung dengan saya.

Jika kali itu bisa saja dia mengingat ulang tahun saya karena dia memang memegang data pribadi saya, maka kali ini dia melakukan atas nama ikut merasakan kebahagiaan seorang teman yang diberi kepercayaan untuk menikmati hidup. “Wah Pa Deden masih ingat ulang tahun Priska,” ucap saya penuh antusias.  “Iyalah, masa ulang tahun teman lupa. Ngga lah, pasti ingat.” Sang Pemilik Hidup memberikan manusia kemampuan otak untuk mengingat salah satu fungsinya adalah agar kita diberi kesempatan untuk berbagi, salah satunya adalah berbagi ucapan selamat ulang tahun.

Ah saya jadi rindu untuk berpapasan dengan Pak Deden hanya sekadar untuk menyapanya dengan tawa dan ucapan hangat, “Apa kabarnya Pak?” atau “Wah Pak Deden cerah banget senyumnya.” Biasanya percakapan singkat itu akan diakhiri dengan tawa yang menyegarkan.

Dan energi berbagi luar biasa saya rasakan dari anak-anak yang belajar di Taman Belajar Rumah SenyumPagi. Saya yang awalnya datang untuk melihat Alia mengajar terakhir kali sebelum kembali ke Padang, justru mendapat kejutan dari anak-anak yang ekspresif. Ika dan Mas Kelik menyiapkan kejutan itu dengan luar biasa sempurna. Mereka menuliskan kata-kata “Selamat Merayakan Hidup Miss Priska” pada potongan kertas-kertas yang kemudian dipegang satu-satu oleh anak-anak yang sudah diberi intruksi.

Awalnya saya sempat curiga ketika anak-anak itu masuk ke dalam rumah dengan berbaris rapih. Mereka pindah ke dalam rumah karena rintik hujan gerimis mulai membasahi tanah. Ternyata mereka berbaris rapih agar formasi tulisan tersebut tersusun dengan tepat. Saya yang duduk manis di tangga menjadi luar biasa malu, ketika dari belakang rumah Mas Kelik membawa kue dengan barisan lilin yang menyala dengan meriahnya.

Saya menutup mata untuk menahan rasa malu, karena saya tidak pernah mendapat kejutan seperti itu. Dan saat saya membuka mata, barisan tulisan itu terbaca dengan jelas. SELAMAT MERAYAKAN HIDUP MISS PRISKA. Ah Tuhan, itu adalah barisan kata yang dengan sekejap akan menyentuh hati dengan luar biasa lembut, maka jangan heran kalau saya pun meneteskan air mata. Meski banyak yang mengira saya tidak benar-benar menangis karena sebelumnya saya pecicilan untuk menghapus grogi.

Selama ini saya memang selalu mengucapkan selamat merayakan hidup pada siapa saja yang berulang tahun. Karena buat saya hidup adalah perayaan yang tidak pernah terputus, ada begitu banyak peristiwa, rasa, dan momen yang kita rasakan selama detik waktu berputar 24 jam penuh. Dan semua itu adalah sebuah kemeriahan energi, kemeriahan cinta, kemeriahan rasa sedih, kemeriahan rasa bahagia yang menciptakan eksistensi perayaan yang tak putus-putus. Itu mengapa menurut saya, menganti ucapan selamat ulang tahun dengan Selamat Merayakan Hidup adalah sebuah transfer energi kebersyukuran yang luar biasa. Dan rasa bersyukur adalah modal utama untuk menghadapi pertambahan usia dengan aura positif demi sebuah perayaan yang tidak pernah putus.

Pada 18 November lalu, banyak juga teman-teman yang mengucapkan Selamat Merayakan Hidup kepada saya. Saya merasakan transfer energinya. Tapi ketika melihat anak-anak itu berbaris rapih agar tulisan Selamat Merayakan Hidup bisa terbaca dengan baik, saya merasakan kebersahajaan dari sebuah rasa syukur. Energinya dua kali lipat lebih besar. Dalam hati saya berucap, “Ah Tuhan, kebaikan apa yang telah saya lakukan sampai saya diberikan rasa syukur yang begitu indah. Siapa saya untuk bisa menikmati semua ini.”

Saking terharunya, tangan saya sampai gemetaran. Saya benar-benar dimanja oleh Sang Pemilik Hidup, karena saya dikelilingi oleh energi berbagi yang luar biasa indahnya. Saya justru merasa malu, karena saya tidak setiap minggu menghampiri anak-anak itu. Tapi mereka tetap bernyanyi antusias dan tersenyum lebar ketika menunjukkan energi pada kata-kata yang mereka pegang itu. Ah kalian sungguh luar biasa menyempurnakan perayaan saya. Suasana semakin meriah ketika Mak Ani, tetangga Ika yang selalu antusias membantu setiap acara yang ada di Taman Belajar Rumah SenyumPagi mencium kedua pipi saya sambil mengucapkan selamat ulang tahun yang juga disertai doa yang begitu lugas dan mengundang derai tawa; “Emak doain, dapat laki yang kaya!” lengkap dengan logat Betawi yang kental. “Amin Mak. Okeh banget dah doanya,” ucap saya sambil mengangkat dua jempol tangan sambil melirik ke pacar saya yang hanya ketawa geli dan membuat seluruh orang tertawa.

Ah di saat tahun lalu saya menjadikan Hidup Adalah Perayaan sebagai tema besar saya untuk menjalani akhir dari dekade saya yang kedua. Kali ini Sang Pemilik Waktu menambahkan kata berbagi dengan kemurahan hati, menjadi Merayakan Hidup dengan Kemurahan Hati atau Generously Celebrating Life. Dengan segala kerendahan hati, 18 November lalu adalah tanggal cantik buat saya karena Sang Pemilik Waktu telah menaikkan satu level dari perayaan hidup saya. Dia melebarkan cakupan perayaan hidup saya dengan berbagi dan kemurahan hati. Dan dengan segala kecintaan saya pada hidup, saya yakin akan (luar biasa) menikmati perjalanan hidup kali ini. Saya percaya Pengatur Cerita Hidup selalu berpihak pada saya untuk membuat perayaan hidup saya selalu luar biasa bahagia setiap harinya.

Dan untuk kalian semua yang menjadi artikulasi hidup dari sebuah barisan kata berbagi dengan kemurahaan hati, saya ucapkan terima kasih yang paling tulus dari seorang perempuan yang selalu mencoba untuk merayakan hidup. Terima kasih semakin menyadarkan saya bahwa saya tidak pernah sendirian, bahwa menikmati hidup adalah sebuah cara untuk bertahan hidup, dan mengisi hidup dengan energi positif adalah eksistensi hidup yang kolektif. Maka marilah terus berbagi, jangan nikmati kebahagiaan seorang diri, jangan resapi kesedihan seorang diri, jangan juga simpan kecemasan seorang diri, dan jangan pernah berpikir untuk mengerami amarah seorang diri karena Sang Pemilik Hidup tidak pernah menetapkan manusia sebagai mahluk yang tunggal.

Foto taken by. Hendra Kaprisma

Advertisements

5 responses »

  1. Pingback: My Fascinating 2011 « Flying so light to the sky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s