Romantisme Pertama

Standard

Ketika kami belum berkomitmen, dia mengajak saya ke gereja bersama. Saya deg-degan luar biasa. Maklum saya belum pernah punya pengalaman ke gereja dengan laki-laki yang sedang saya suka.

Setelah berkomitmen dalam satu hubungan, dia memegang tangan saya di gereja ketika pendeta tengah menguatkan iman jemaatnya. Saya, “Anjrit…dia pegang tangan gua…mampus gua nih,” ekspresi saya dalam hati. Saya juga mencoba terlihat santai, padahal saya merasakan dengan begitu jelas telapak tangan yang mulai mendingin; bukan karena ruangan gereja yang memang dingin tapi lebih kepada reaksi psikosomatis akibat adrenalin yang menari-nari.

Di beberapa minggu berikutnya, dia melingkarkan tangannya di pundak saya saat menikmati pastor bule ganteng tengah menarik perhatian saya dengan kotbahnya yang sangat rileks. Lagi-lagi saya coba terlihat santai, tapi percaya lah, itu bukan kondisi sesungguhnya. Saya deg-degan dan berpikir, “Ah romantisnya merasakan semua ini di gereja.” Pelan-pelan saya melihat dia, kami tersenyum. Saya berdoa dalam hati, “Makasih ya Tuhan, benar-benar romantis.”

Iya, saya tidak mengira ekspresi sederhana itu bisa terasa berbeda ketika di dalam gereja. Dan dia, menjadi referensi romantisme gereja saya yang pertama. Sekarang setiap kali ke gereja, selain mempersiapkan diri untuk ‘cerita’ pastor-pastor bule itu, saya penasaran dengan ekspresi rasa sayang yang akan dia tunjukkan.

Atas rasa sayang juga, dia pernah tiba-tiba merangkul saya dengan jaketnya hahahaha. Loh kok saya ketawa, ya karena ada alasan lain kenapa dia melakukan itu. Karena baju saya bisa dikatakan mayoritas berlengan pendek dengan potongan leher yang rendah, membuat dia sebenarnya merasa risih. Tapi dia tidak langsung melarang saya. (Mungkin) dia tahu cara larang melarang akan justru membuat saya melakukan apa yang dilarang. Iya, saya kan keras kepala hahaha.

Justru cara menggenakan jaket ke tubuh saya itu efektif. Karena saya merasa diperhatikan, bukan dibatasi. Saya menghargai perhatiannya dengan membiarkan jaket itu terus menempel di badan saya, bahkan pernah dengan sangat halus dia menyarankan saya membawa pulang jaketnya. Tapi ternyata jaket itu pelet, karena saya kepikiran dia terus semalam suntuk hahahaha.

Dan dikomitmen yang masih baru ini, dia menawarkan diri untuk memperkenalkan dirinya ke keluarga saya. Saya, panik! Bukan…bukan karena saya tidak serius dengan komitmen ini, tapi lebih karena saya tidak punya referensi memperkenalkan laki-laki ke rumah. Saya tidak tahu,apakah saya harus memberi tahu orang rumah atau tidak. Awalnya saya menjawab dengan santai. Tapi ternyata dia benar-benar serius ingin bertandang ke rumah dan dia menangkap kepanikan saya. Well dia tidak bilang apa-apa ketika tahu saya panik, dia pura-pura tidak tahu. Dia menenangkan saya dengan memberikan kebebasan pada saya untuk mendefinisikan kesiapan.

Dan itu memang yang saya lakukan, ketika saya menghadapi kepanikan saya sendiri. Kemudian saya menghampiri dia dengan menjelaskan sambil bilang, “Minggu ini ya main ke rumah,” dengan senyuman lebar.

Ternyata perkenalan itu menyenangkan. Secara kebetulan dia bertemu seluruh anggota keluarga saya, termasuk Blacky, anjing paling ganteng di dunia 😀 Dan boleh dibilang, semuanya berjalan lancar. Saya dan dia bahkan sempat bercanda dengan mama saya. Walaupun bapa saya memasang muka serius, ya wajarlah semua bapa pasti merasa perlu melakukan itu ke laki-laki yang mendekati anak perempuannya. Oiya jangan lupa, saya anak perempuan satu-satunya jadi muka serius bapa saya diperkenalan pertama adalah settingan wajib.

Tapi setidaknya dia berani menghadapi semuanya. Tidak sekadar berani bilang sayang sama saya. Ini membuat saya merasa, yes we are in the same page. Dan sekarang, saya tidak sabar untuk mengapresiasikan keberanian saya dengan memperkenalkan diri ke keluarganya. Semoga akan jadi dua sisi cerita pertama yang menyenangkan 😀

Advertisements

7 responses »

  1. aheeeeeeeeeeeeeeyyyy!
    sebagai teman kalian berdua dan dulu pernah pengen nyomblangin kalian, saya turut senaaaaaaaaaaanggg! makan makaaaaaaaaaaaaaaann! aheyyyyyyy!

  2. @Alia : Aduh Miss-nya batuk…coba minum air jeruk nipis pasti sembuh…atau nongkrong sama saya…pasti lebih dari sembuh 😀 *komenmu selalu penting kok miss

    @Grace : Oiya, pernah berniat buat nyomblangin….wah lucu tuh kayanya…kita coba aja apa *loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s