Laki-Laki Yang Dilupakan Alkitab

Standard

Secara tiba-tiba, saya butuh mencari tahu keberadaan dan melihat sisi lain dari dua laki-laki yang sebenarnya muncul secara rutin pada momen-momen tertentu. Laki-laki yang pertama, sering diceritakan saat perayaan Natal. Dan laki-laki yang kedua, ramai dibicarakan (kembali) saat mendekati masa Jumat Agung atau hari Kenaikan Yesus Kristus. Mereka selalu diceritakan dengan cara dan pola yang sama. Bosan saya.

Apa yang saya pertanyakan dari eksistensi mereka? Beginilah saya merangkum rasa penasaran itu:

Di manakah kau, Yosef?

Rasa penasaran saya terhadap keberadaan Yosef, ayah Yesus, berawal saat sedang bercanda dengan seorang teman yang mengandaikan dirinya sebagai Bunda Maria. Iya perbincangan penuh jokes itu justru membuat saya bertanya, “Yosef ke mana ya saat Yesus disalib? Kenapa dia tidak banyak muncul di masa Yesus dewasa?” Iya, di manakah Yosef? Mengapa Alkitab tak banyak bercerita tentang laki-laki ini? Posisi dia kan sama pentingnya dengan Maria. Bayangin kalau Yosef ngga mau ‘bertanggung jawab’, Yesus bisa jadi kehilangan nilai kesakralannya sebagai anak yang dilahirkan dari pasangan yang sah.

Saya bertanya, dan seseorang memberikan link wikipedia mengenai riwayat hidup Yosef. Iya, thanks to the technology, saya tak butuh mengubek-ubek Alkitab, karena saya bukanlah pembaca Alkitab yang setia 😀 Adalah Injil Matius dan Lukas yang paling banyak bercerita mengenai Yosef. Tapi keduanya punya dua cara penyampaian yang berbeda.

Matius, tidak memberikan gambaran yang detail akan garis keturunan Yosef. Tidak seperti Lukas yang jelas-jelas menyebut Yosef sebagai keturunan Raja Daud. Matius bahkan jarang menyebut nama Yosef ketika bercerita masa-masa Yesus remaja. Saat Yesus berumur 12 tahun dan pertama kali berhadapan dengan ahli Taurat, Matius hanya menyebutkan, Yesus pergi ke rumah ibadah itu bersama orang tuanya.

Dan nama Yosef semakin tidak disebut saat kali pertama Yesus melakukan keajaiban, yaitu mengubah air menjadi anggur pada pernikahan di Kana. Maka jangan heran kalau disaat Yesus disalibkan, tak ada Yosef di sana. Tidak ada cerita yang jelas, apakah Yosef meninggal dunia sebelum acara di Kana itu. Kalau dia meninggal, apa penyebabnya? Apakah penyakit atau ya karena sudah waktunya saja? Tak banyak juga diceritakan bagaimana interaksi Yesus dengan bapa-Nya versi dunia (ya karena bapa aslinya kan Bapa di Surga).

Pemikiran sederhana aja, anak laki-laki biasanya punya perbincangan khusus dengan ayahnya. Seperti anak perempuan punya ikatan emosional lebih pada ibunya. Saya penasaran aja, adakah nilai-nilai khusus yang diberikan Yosef kepada anaknya? Sejauh mana karakter Yosef memengaruhi dan membentuk Yesus? Atau dari sisi Yosef, sebesar apakah pergumulannya membesarkan Anak Allah itu? Ya Yesus kan bukan anak biasa.

Seorang pastur bernama William P. Saunders, menyebut Yosef sebagai Tokoh Tanpa Suara. Karena Injil tidak pernah memiliki catatan yang banyak dari ucapan-ucapan Yosef. Tapi Saunders menegaskan, apa yang dilakukan Yosef sudah menjadi suara yang akan selalu disampaikan dari generasi ke generasi.

Dan tahu apa yang kemudian mengangetkan saya adalah ketika menemukan beberapa referensi yang menyebutkan Yosef dipercaya sebagai simbol keberuntungan untuk menjual rumah. Trik ini banyak dipakai para makelar penjual properti di negara barat. Caranya dengan mengubur patung St.Yosef di dalam tanah, tepat di atas papan tulisan FOR SALE. Does it works? Well, many believe it does.  Bagaimana Yosef dapat memberikan daya magis bagi penjualan rumah? Karena Yosef adalah ayah yang bertanggung jawab bagi Yesus dan suami yang teladan bagi Maria. Dia berhasil memberikan rumah yang nyaman bagi keluarga kecilnya.

Ah tapi referensi-referensi itu tetap tidak membuat saya berhenti penasaran. Saya masih ingin tahu, sebenarnya bagaimana interaksi Yosef dengan Yesus? Jadi ada yang bisa bantu saya menemukan jawabannya?

The Outspoken Thomas

Selain Yudas, ada satu murid Yesus yang juga punya sebutan khusus. Iya, Thomas. Murid yang satu ini sering disimbolkan sebagai orang yang penuh keraguan. Dia ngga percaya Yesus yang sudah disalib itu bisa bangkit dari kematian, kalau belum benar-benar mencolokkan jarinya pada telapak tangan Yesus yang bolong.

Dan kebetulan sekali, kotbah minggu kemarin sedikit menyinggung soal Thomas. Pendeta yang bule di tempat saya gereja kemarin, berkata sebenarnya (bisa jadi) semua murid-murid Yesus tidak yakin Gurunya sudah bangkit. Ketidakyakinan atau keraguan ini muncul karena mereka ketakutan sebenarnya. Tapi hanya Thomas yang berani bersuara. Thomas yang berani mengkonfrontasi Yesus secara langsung.

Kalau bahasa saya, ya itu…the outspoken Thomas. Dia tipe orang yang ekspresif, ngga sabaran, dan ya penasaran. Tapi kalau Thomas ngga mengungkapkan rasa penasarannya, mungkin murid-murid lainnya hanya berani menyimpan pertanyaan yang sama dalam hati. Iya, saya ingat kok apa yang dituliskan Alkitab sesaat setelah Thomas mencolokkan jarinya ke telapak tangan Yesus yang berlubang. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi percaya,” ucap Yesus.  Ya karena keimanan bukanlah sesuatu yang bersifat inderawi.

Tapi ya itu, Thomas lebih sering diceritakan sebagai orang yang ragu. Dan menurut saya, kanonisasi telah membuat kita tanpa sadar ‘melupakan’ wujud Thomas yang lain. The outspoken Thomas. Sepertinya akan seru kalau kitab suci bisa memberikan ruang kepada para mereka yang ekspresif untuk melakukan perannya, konfrontasi. Jangan langsung negatif. Konfrontasi yang dimaksud adalah untuk menyadarkan posisi yang dipilih dari penjabaran iman. Jadi ada dialog dan proses penyadaran. Bukan sekadar bilang, jangan kaya Thomas, ababil.

Nah pertanyaan penutup untuk Thomas, adakah istilah untuk konfrontasi beriman? 😀

 

*PS: Apakah menurut Anda, postingan ini rada ngaco dan tak berarah? Biarin, karena katarsis ngga perlu rambu…namanya juga katarsis…hihihihihii

Advertisements

4 responses »

  1. Waduh kagak ngarti dah. Kalau diliat dari narasi Finding in the Temple, mungkin Yesus semacam prodigy gitu ya. Masih kecil ngomongnya udah aneh-aneh. Tugas berat buat Yosef untuk mendidiknya. 😕 Termasuk untuk memberi bekal spiritual Yesus untuk memulai perjalanan ke India wkwkwk

    • Masih kecil ngomongnya udah aneh-aneh.

      haahahahaha iya kayanya emang dah….

      Tugas berat buat Yosef untuk mendidiknya.

      nah iya itu…Yesus udah over expose hahahaha…menarik kan kalau kita bisa denger curhatannya Yosef…Wong dia manusia biasa yang kemudian disuruh jadi bapa duniawi dari Anak Allah…beuh gua jadi ikutan ngomong aneh inih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s