Rasa yang Saya Suka

Standard

Kalau ditanya apa rasa yang saya suka, butuh waktu untuk menjawabnya. Loh kok bisa? Iya karena diantara rasa manis, asam, asin, dan pedas, tidak ada yang dominan disukai oleh pucuk-pucuk perasa di lidah saya. Kalau kemanisan, saya ngerasa eneg. Terlalu asam, buat lidah saya bergetar bahkan mata saya mengeluarkan air mata karena hanya bisa terpejam menahan rasanya. Rasa asin, juga membuat lidah saya ngga nyaman.

Bagaimana dengan rasa pedas? Mungkin sebagian dari kalian yang tahu kalau saya keturunan Batak asli akan menebak, orang Sumatera pasti akrab dengan sumber rasa pedas, CABE! Apa iya lidah saya bersahabat dengan cabe? Jawabannya, TIDAK! Ini rasa yang paling saya jauhi. Buat kebanyakan orang, cabe dengan sensasi rasa pedasnya akan membuat keringetan, ingus meler, dan lidah seperti terbakar. Sedangkan pada saya, rasa cabe yang pedas itu hanya akan membuat kuping saya sakit. Iya kuping,dua indera pendengaran ini seolah ditusuk-tusuk kalau makan kepedasan. “Hah kok kuping lu yang sakit, aneh!” itu reaksi paling sering yang saya dengar.

Alhasil, saya tidak mau ‘menyakiti’ kuping saya. Setiap makanan yang ada cabenya, akan mendapat ‘perhatian khusus’ dari saya. Tapi ini memang jadi sugesti, karena pedes sedikit saja sudah membuat saya mendorong piring atau makanan yang ada di depan. “Tidak, terima kasih. Saya lebih baik tidak mencicipinya.”

Trus apa itu berarti saya tidak pernah makan tahu isi atau bakwan goreng dengan cabe rawit? Atau pecel ayam dan lele dengan sambel terasi? Ngga juga, saya tetap minta cabe. Tapi hanya sebatas sebagai syarat, biar sah makan gorengan atau pecel-pecelan itu =)) Bukannya kupingnya sakit kalau makan cabe? Yah siasati cara menikmatinya, dengan cara cukup dicocol-cocol. Asal keliatan aja makanannya nyentuh cabe dan disaat semua orang sedang menikmati makanannya, mereka akan bilang, “Udah siniin cabe/sambel lu dari pada sayang,” sambil memonyong-monyongkan bibir karena berhasil menaklukkan rasa pedas.

Sebenarnya kalau dilihat-lihat, kepekaan lidah saya terhadap berbagai rasa ini mengajarkan saya satu hal, yaitu jangan lebay kalau menikmati sesuatu. Dan kalau ada yang nanya, rasa apa yang paling lu suka, Pris? Dengan lantang saya akan jawab, “Rasa yang pas. Tidak terlalu manis, asem, asin, dan yang pasti tidak terlalu pedas!”

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s