Doa Cinta Untuk Senyum Pagi

Standard

Saya belum tahu bagaimana serunya hamil. Saya juga belum tahu bagaimana rasanya kulit perut melar karena ada janin kecil yang setiap hari tumbuh jadi manusia lucu. Tapi saya didaulat untuk membuatkan doa untuk anak yang sedang dikandung teman cantik saya, Ika Krismantari.

Ika, minggu lalu mengadakan baby shower di rumahnya untuk Senyum Pagi yang sudah tumbuh di dalam rahimnya selama 7 bulan. Dan sebagai baby shower event organizer, Odit, menyarankan saya untuk membuat doa. Awalnya saya deg-degan karena saya tidak tahu seperti apa doa untuk bayi yang akan lahir. Saya pun memberanikan diri, tapi tidak menyebutnya sebagai doa, melainkan prosa.

Ah biar saya sudah menyebutnya sebagai prosa, tapi tetep aja deg-degan. Saya ngga tahu harus mulai dari mana dan apa yang dirasakan orang yang senang menantikan anak. Yang saya tahu, saya selalu senang setiap kali lihat orang hamil. Selalu ada keinginan untuk membelai perut besar mereka. Dan saya akan lompat kegirangan setiap kali dikasih bonus sensasi gerakan pada saat menyentuh perut para ibu hamil. Ah itu salah satu keajaiban menurut saya.

Kalau perempuan single seperti saya aja bisa merasa itu sebagai keajaiban, gimana mereka yang merasakan langsung ya? Bersyukur pasti. Tapi kan saya hanya bisa membayangkan. Saya tidak merasakan langsung perjuangan mereka ketika harus mual-mual atau menjadi sangat moody selama kehamilan. “Aku jadi gampang nangis. Aku kan difoto untuk mengabadikan masa kehamilanku, tapi karena motonya udah malam dan aku masih mau difoto-foto, tapi Kelik udah keburu bilang untuk tidak usah datang pagi, eh aku nangis dan gambek sama Kelik,” cerita Ika kepada saya.  Ya fluktuasi hormon memang membuat perempuan hamil lebih sensitif.

Trus saya bertanya, mereka berharap Senyum Pagi akan menjadi anak yang seperti apa? Jawaban Ika adalah menjadi  anak yang cerdas, kritis, dan berani. Setelah berhasil mengumpulkan fakta-fakta sederhana itu, saya mencoba menuliskan barisan doanya. Ah tapi tetap saja tidak berani, saya takut kurang bisa menggambarkan emosinya. Saya takut, barisan doanya tidak berhasil merepresentasikan harapan dari Ika dan Mas Kelik. Akhirnya saya menunda pembuatan doanya.

Saya juga sempat baca doa yang dibuat Tina Fey untuk anak perempuannya. Doanya bisa dibaca di sini. “Ah ini sini emosinya dapat banget,” ucap saya dalam hati. Dan ucapan dalam hati ini, amat sangat membuat saya semakin deg-degan. Akhirnya saya pasrah, saya tidak coba mencari lebih banyak referensi, karena doa Tina Fey, cukup bikin saya jiper. Apalagi kalau nanti semakin menemukan doa-doa yang keren, bisa-bisa saya menarik tanggung jawab saya untuk merangkai prosa doa.

Saya pun memejamkan mata, coba untuk rileks, tepat beberapa jam sebelum acara baby shower berlangsung. Diam-diam, alam bawah sadar saya memutar apa saja yang saya rasakan ketika bersama Ika dan Mas Kelik. Keduanya adalah pasangan yang saling mencintai dan mengagumi. Mereka selalu mesra tapi juga suka jail satu dengan yang lain. Mereka pasangan yang santai, tapi sangat peduli terhadap sekitarnya. Ini dibuktikan dengan Taman Belajar Rumah SenyumPagi yang berhasil mereka dirikan untuk anak-anak di Kampung Bulak, tempat mereka tinggal.

Saya, tidak pernah bosan ke Taman Belajar Rumah SenyumPagi. Anak-anaknya begitu bersemangat untuk belajar dengan Miss Ika dan Mas Kelik. Dan mereka berdua, tidak terlalu peduli apakah anak-anak mereka bisa hapal dengan sempurna atas setiap pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan. Mereka hanya ingin, anak-anak itu menjadi berani. Berani untuk menyampaikan pendapatnya dan berani untuk mengekspresikan dirinya.Dan saya menyebut mereka sebagai simbol ketulusan.

Reaksi memejamkan mata ini, cukup efektif untuk menghadirkan sosok Ika dan Mas Kelik dalam prosa doa yang kemudian lancar saya ketik pada smart phone saya. Sampai akhirnya, saya pun mengetik Amin, pada baris terakhirnya. Dan di pagi harinya, saya meng-sms Odit untuk bertanya apakah, prosa doa ini cukup layak untuk dibacakan saat acara pembacaan doa? Odit malah terharu membacanya dan menelepon saya hanya sekadar untuk bilang, “Priska, doanya bagus banget.” Ya saya jadi sedikit percaya diri, tapi saya selalu meletakkan tangan saya di dada ketika rasa percaya diri itu datang.  Tapi saat tiba di rumah SenyumPagi, saya jadi deg-degan lagi karena ternyata ada orang tua, om, dan tante dari Ika dan Mas Kelik. “Ah apa iya saya cocok membacakan prosa ini sebagai doa,” ucap saya dalam hati.

Sampai kemudian tibalah saatnya saya harus membacakannya. Ah jantung saya berdetak lebih kencang, sangat kencang bahkan. Ini membuat suara saya sedikit bergetar dan saya tak berani membacakannya sambil melihat muka Ika dan Mas Kelik. Saya malu, bahkan sedikit takut mereka tidak menyukainya.  Setelah beberapa baris berhasil dilewati, tiba-tiba saya tenang dan mencoba mengartikulasikan kata-katanya lebih dalam lagi. Sampai pada baris yang bertulis, “Ah rasanya luar biasa indah sekali,” saya sekilas melirik perut Ika. Saya mengingat bagaimana dengan menyentuh Senyum Pagi dari luar saja, saya bisa merasakan indahnya dunia. Ini kemudian membuat saya tenang dan mulai membacanya dengan intonasi yang lebih baik.

Semua kata dibaca dengan sempurna, hingga kemudian sampai pada kata Amin, dan saya pun mengangkat kepala saya. Lalu Ika menghampiri dan memeluk saya, hampir saja saya menangis karena merasa haru dipeluk Ika dan Senyum Pagi sekaligus. Deg-degan saya hilang dan saya pun memeluk Mas Kelik, bahkan memberikan ciuman di pipi kiri dan kanannya. Hahaha ini adalah kali pertama saya melakukan itu ke Mas Kelik, benar-benar terharu. Kini saya benar-benar mengerti, bagaimana kehadiran seorang anak bisa mengubah hidup banyak orang. Tak hanya orang tua atau keluarga besarnya, tapi juga para sahabat dari orang tuanya. Dan saya semakin mengerti bahwa setiap kehidupan dimulai dari doa dan ketulusan. Dengan begitu, kita akan semakin menyadari bahwa tidak ada yang pernah salah yang terjadi di dalam hidup ini. Bahwa setiap hal yang dilakukan Sang Pemilik Hidup kepada kita adalah hal yang paling sempurna yang akan kita nikmati.

Meski tidak merasakan sendiri Senyum Pagi berputar-putar di dalam perut saya, tapi saya dengan sempurna menikmati detik-detik kehadirannya di dunia. Bahkan ketika saya membisikkan perut Ika untuk memintanya bergerak, saya percaya Senyum Pagi tertawa geli melihat usaha saya untuk menggoda dia.   Dan inilah prosa doa itu, mari kita lafalkan bersama demi kesempurnaan kehadiran manusia baru. Ah Senyum Pagi, cepatlah datang, kami sudah tak sabar ingin merayakan hidup bersamamu.
Doa Cinta Untuk Senyum Pagi

Sayang kami Senyum Pagi,

Selamat datang di pelukan hangat kami.
Pelukan dari dua orang yang saling mencintai dan mengagumi.

Yang paling disayang Senyum Pagi,
Setiap hari kami selalu bertanya, mirip siapa wajahmu nanti?
Apakah mirip ayahmu yang punya senyum sederhana,atau mirip ibumu yang punya energi penuh untuk tersenyum lebar?

Yang paling dinanti Senyum Pagi,
Selama 9 bulan kami menyentuhmu dengan usapan,
dan menggodamu dengan kecupan manis melalui perut halus ibumu.

Ah rasanya luar biasa indah sekali.
Dan kini, kami tak sabar untuk menyambut kehadiranmu Senyum Pagi yang cantik.
Kami tak sabar untuk menikmati tatapanmu yang bening,
sama tidak sabarnya untuk mendengar tangisan pertamamu yang akan terekam sempurna pada memori terdalam kami.

Kami juga tak sabar untuk merasakan cengkraman kuat jemari kecilmu,
sambil melihat kedua telapak kaki kecil yang menendang-nendang bahagia.

Kelak, bola matamu yang mungil akan bertemu dengan beragam karakter manusia dan merasakan jatuh cinta pada indahnya warna-warni alam.

Dan tangisan pertamamu akan berubah menjadi kata-kata indah untuk menghargai sesama agar bisa menikmati setiap detik kehidupan.

Lalu jemarimu nantinya akan menggenggam cinta sederhana yang kami lafalkan setiap malam,
dan ini akan menjadi bekalmu untuk mencintai orang-orang di sekitarmu dengan tulus.

Sedangkan kedua telapak kaki kecil itu, akan menjadi jejak mandiri yang tidak menyakiti alam.

Dengan segala kerendahan hati yang kami punya,
terima kasih untuk telah hadir begitu lembut dalam kehidupan kami.
Terima kasih untuk dengan berani menghampiri kehidupan kami yang sederhana ini.

Dan semoga, dengan segala ketulusan kami menerima berkat kehadiranmu,
Kami bisa melengkapinya dengan kasih yang diajarkan pemilik kehidupan kepada kami.
Amin.

Advertisements

2 responses »

  1. Tahun lalu, saya dan teman, mantan penghuni flat ini, berkunjung ke tempat saudara empunya flat untuk menengok bayinya yang baru lahir. Kami datang kepagian dan waktu itu cuma ada doa buat bayinya. Waktu itu yang membawakan beberapa ibu-ibu; mungkin karena bayinya perempuan ya, saya kurang familiar dengan tata cara Islam. Karena itu juga saya ndak paham apa isi doanya. Cuma satu yang saya tangkap, yaitu “Marhaban ya marhaban” (selamat datang, selamat datang). Namun, itu sudah cukup buat menegakkan bulu roma saya. Sangat mistis, sangat epik. Saya merinding, literally. Semoga saya ga lebay di sini.

    Anyway, a nice prayer, Ito. Semoga nanti bayinya Mbak Ika dan Mas Kelik juga lahir dengan selamat, dan bisa menjadi manusia seperti yang tersurat di doanya. 😀

    • Widih, masih jadi penunggu dunia maya ternyata kisanak yang satu ini 😀

      Anyway, a nice prayer, Ito.

      Matur nuwun sanget 😀

      Semoga nanti bayinya Mbak Ika dan Mas Kelik juga lahir dengan selamat, dan bisa menjadi manusia seperti yang tersurat di doanya. 😀

      Amin…amin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s