Sketsa Diri

Standard

Dari dulu saya selalu ingin dilukis, dan sketsa ada salah satunya. Entah kenapa, self portrait atau lukisan diri, kadang kala menurut saya lebih bercerita banyak ketimbang lukisan alam, benda, apalagi abstrak. Dan sketsa termasuk yang sulit menurut saya, salah goresan bisa jadi beda ekspresi muka.

Jadi pada saat saya menghadiri launching produk perawatan wajah ternama, sang penyelenggara meminta saya untuk difoto sendiri. Padahal ketika itu saya datang berdua dengan teman kantor. Saya pikir mereka seperti penyelenggara lainnya, memfoto para wartawan sendiri-sendiri dengan background brand mereka. Setelah pulang, kita akan diberi foto hasil jepretan itu dengan frame yang lucu, lengkap dengan nama acara yang dihadiri.

Ya saya ngga nolak juga sih difoto, karena emang suka banget difoto πŸ˜€ Jadi pas disuruh foto, saya siapkan senyum sumringah saya. Mereka memoto saya dengan kamera polaroid dan menuliskan nama saya di belakang foto itu. Sempat bingung, kok fotonya kecil banget ya dan ngga langsung dikasih fotonya setelah jadi. Melihat wajah saya yang sedikit bingung, salah satu usher memberikan clue pada saya. “Fotonya mau digambar Mbak, nanti ikutin acaranya sampai selesai ya. Kita kasih pas pulang,” ucap Mbak cantik dengan senyum sumringah. Ooo…oke kalau gitu waktunya memilih tempat duduk yang tidak terlalu di depan tapi cukup nyaman melihat pembicara membawakan materi.

Dan acara launching pun berjalan seperti biasa. Ada penjelasan dokter yang berhubungan dengan produk yang akan di launching, model lalu-lalang sambil memegang produk, dan doorprize.

Setelah selesai ternyata mereka membagikan sesuatu. Ada amplop putih dengan tempelan foto hasil polaroid. Saya buka amplopnya, dan saya sangat surprise ketika melihat di dalamnya ada lukisan saya. Dan itu lukisan SKETSA!! Saya seperti dapat bonus double.

Ngga pake pikir lama, saya keluarkan lukisannya. Ah mirip sekali. Dan kebetulan sekali hari itu saya pakai kaos siluet kucing dengan anting kucing, celana pendek, plus sepatu boot Dokmar. Saya menamainya, cat silouthe with masculin touch.

Saya sebenarnya ngga terlalu nge-fans dengan kucing. Anting kucing itulah yang membuat saya membeli baju kucing. Ini anting sahabat saya sebenarnya, Nida.Β  Ada cerita lucu dibalik anting ini, ya lucu berbumbu sadis. Jadi ada satu waktu saya dan Nida berjalan-jalan di mall, saya lupa waktu itu mencari apa. Mall ini bukan mall yang biasa kita datangi, walaupun jaraknya tak begitu jauh dari kedua rumah saya dan nida, entah mengapa kita tidak menjadikannya mall favorit. Saat melihat-lihat aksesoris, Nida sedikit berteriak, “Pris, liat anting ini deh….lucu.” Sebagai pecinta anting dan laki-laki wakakaka, saya pun menghampiri Nida.

Ah antingnya benaran lucu, siluet kucing. Kami langsung menempelkan anting itu di telinga dan melihat apakah cocok atau tidak. Ternyata kami berdua terlihat cocok menggunakan anting itu. “Yuk kita beli yuk,” saya memberikan tawaran itu ke Nida. “Yah nanti kita kembaran dong,” Nida coba menyakinkan. “Ah biarin aja, lagian ada juga baju kita yang modelnya sama kan.” Akhirnya kami bertekad untuk punya anting kembar. Dicari-dicari, ternyata anting itu tinggal satu. Ada sih anting yang sama, cuman dia tidak berwarna hitam, perak. Tidak semenarik anting kucing yang berwarna hitam. Maka tibalah pada situasi memilih.

“Yah cuman satu lagi, sial,” gerutu saya. “Yah gimana dong,” jawab Nida sambil mencari-cari, berharap ada yangΒ  menggunakan trik dia ketika menemukan satu barang bagus tapi tak punya uang untuk beli, diumpetin di bagian lain biar orang tidak membelinya πŸ˜€Β  Melihat saya yang rada bete karena tidak dapat antingnya, Nida coba memberikan tawaran. “Udah lu beli yang putih aja, lucu kok.” Saya coba memakai yang putih, ah tetap tidak cocok. Sementara saya melihat Nida senyum-senyum simpul dengan anting kucing warna hitam yang seksi menjuntai di telinganya. “Wah ini anting lebih lucu dipakai sebelah,” ucap saya semakin ingin memiliki. “Iya bener. Jangan bilang lu mau nyaranin untuk antingnya kita bagi dua,” Nida mulai curiga hahahaha. Sebenarnya itu bukan trik saya sih, anting itu memang lebih cocok dipakai sebelah.

Singkat cerita, kita berdua hampir ‘bunuh-bunuhan’ karena anting itu. Lebay ya bahasanya. Tapi saya pun merelakan diri untuk membiarkan Nida membelinya, toh bagaimana pun juga dia yang melihat pertama kali. “Tapi ntar gua pinjem ya,” ucap saya sambil tersenyum lebar. “Iye, ntar lu pinjem dah.” Dan setiap kali Nida pakai anting kucing itu, saya selalu ingin memundurkan waktu dan membuat saya yang pertama kali menemukan anting itu hahahaha. Bahkan beberapa kali saya akan mencoba untuk memakainya ketika Nida bertemu saya dengan anting kucing yang menggelayut di kupingnya, hanya beberapa menit tapi rasanya puas.

Daya magis anting ini adalah, selain bentuknya yang unik, anting kucing ini lebih cocok dipake sebelah. Membuat orang yang memakainya lebih eksotik. Bahkan Nida menyebutnya sebagai trademark dia…Cat-earing girl

Mungkin karena saya terlalu sering melakukan itu, Nida pun meminjamkan sebelah antingnya untuk saya. Dan sudah cukup lama dia pinjamkan itu, saya pun sudah cukup sering memakainya. Entah mengapa, mudah sekali menemukan padu padan baju dan gaya untuk anting ini. Apapun style yang saya pilih, anting siluet kucing ini memberikan sensasi yang selalu sama, seksi dan eksotik. Saya ingat betul, ini anting tak hanya menarik perhatian orang karena saya hanya pakai sebelah tapi juga pemain gitar di kafe plus penyanyi jazz yang tempo hari pernah saya tulis di sini

Dan anting kucing itu, kini melengkapi cerita saya dengan menyempurnakan lukisan sketsa diri. Entah mengapa, saya merasa pengambar sketsa sangat berhasil mendeskripsikan raut wajah saya. Ngga hanya itu sih, saya malah melihat dia berhasil menangkap aura saya…hahahaha boleh bilang saya lebay, but i do love this sketch. Saya sampai berniat untuk meminta tanda tangan yang gambar, tapi dia sangat sibuk sekali menyelesaikan sketsa dari tamu undangan yang lain. Saya juga sempat intip, yang gambar laki-laki…hmmm inget kata-kata saya di atas, selain anting saya juga suka laki-laki hahahahaha. Oiya sketsa ini benar-benar dibuat dengan gambar tangan loh, bukan hasil program komputer so…ini karya asli πŸ˜€

Sekarang setiap kali saya liat sketsa diri ini, saya pasti senyum-senyum simpul. Saya seperti bisa menikmati aura saya sendiri dan ya itu bagaimana dia menggambarkan anting kucing dan baju kucing saya, sempurna sekali. Benar-benar sempurna merefleksikan aura eksotik yang saya maksud. Setelah mengagumi gambar itu, saya kemudian berpikir, ah coba dipoto seluruh tubuh jadi kan sepatu boot dokmar saya bisa terdokumentasi dengan baik. Inilah ciri-ciri orang yang dikasih hati minta jantung πŸ˜€

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s