Surat Perpanjangan Waktu

Standard

Malam ini, aku berharap detak jam berbunyi lebih lama.
Malam ini, aku berharap bulan tetap ada di tengah langit dan lupa untuk bergeser ke barat.
Malam ini juga, aku berharap taburan bintang bersinar lebih cerah dari biasanya.

Malam ini indah sayang.
Terlalu indah untuk sekadar dinikmati sampai pukul 00.00
Karena itu, aku berharap, waktu berjalan lebih lama.

Kepada siapakah harus ku sampaikan niat ini?

Niat untuk menatapmu lebih lama.
Niat untuk berbagi cerita denganmu lebih panjang.
Niat untuk menggodamu lebih hangat.
Niat untuk menciumu lebih dalam.

Haruskah aku kirimkan surat perpanjangan waktu kepada Si Pengatur Waktu?
Lalu kalau permintaanku dikabulkan, berapa lama perpanjangan waktu yang akan aku minta?
Satu jam…
Dua jam…
Tiga jam…

Ah kalau pun aku minta perpanjangan waktu selama 24 jam, rasanya itu tak akan cukup…
Tak akan cukup menampung rasa yang aku punya.

Jadi berapa perpanjangan waktu yang menurutmu aku butuhkan?

Jakarta, 27 Februari 2011
Setengah jam mendekati habisnya hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s