Makna Pada Sebaris Senyum

Standard

Ini orang pada motoin apa sih

Gara-gara proyek membuat tulisan tentang senyum, saya harus berkutat dengan berbagai artikel yang bercerita apa aja yang bisa kita lakukan biar punya senyum indah. Kam**t emang tulisan ‘melacur’ kaya gini, pegel nyari kata-katanya. Tapi kalau inget nominalnya….ah melacur emang selalu dilematis hahahaha. Oiya, selanjutnya proses penulisan artikel pesanan yang suka dag-dig-dug bayangin nominalnya ini, akan saya sebut sebagai melacur. So we will read the same page ya 😀

Jadi saat saya coba menahan kantuk karena harus bangun pagi-pagi di Sabtu ini, padahal semalamnya tidur mendekati subuh, saya perlu waktu untuk mengumpulkan nyawa sambil mencari angle melacur yang enak. Saat mencari referensi dengan kata kunci beautiful smile atau sejenisnya, saya beberapa kali nyangkut pada Mona Lisa. Iya siapa sih yang ngga tau senyuman maut yang digambar Da Vinci itu. Alhasil saya membacanya satu per satu, sambil memutar waktu bagaimana pada 2008 lalu saya pernah melihatnya dari jarak nyata.

Oooo moto Mona Lisa yang kesepian

Sang Pemberi Kejutan Hidup, memberikan saya kesempatan untuk berdesak-desakan dengan puluhan orang dari berbagai warna dan bahasa demi melihat Mona Lisa yang senyumnya sebenarnya ngga indah. Well menurut saya, itu bukan senyum…karena nyaris tak ada garis-garis senyum yang terbentuk. Tapi semua orang rela melihat Mona Lisa dari jarak 1,5 meter. Bahkan manajemen Musée du Louvre, tempat Mona Lisa ‘diamankan’ harus memberi pembatas dari kayu biar ngga ada yang terlalu dekat dengan Mona Lisa. Masih belum cukup pake pembatas kayu, Mona Lisa juga dijaga beberapa security, setiap sudut harus dijaga pokoknya. Tiba-tiba saya ngerasa nih Mona Lisa kasian amat…udah senyumnya ngga full, disimpan dalam kotak trus tidak boleh dilihat dari dekat. Ah sepinya hidupmu Mona Lisa.

Selesai memundurkan waktu, saya kembali dibuat penasaran karena banyak artikel menggunakan istilah yang sama ketika mendefinisikan senyum Mona Lisa itu.  Eniqmatic, begitu mereka menulisnya.  Dan dari sebuah senyuman itu banyak banget teori yang dilahirkan demi menemukan alasan kenapa senyum Mona Lisa bisa menarik banyak pihak, bahkan disebut sebagai salah satu lukisan terindah di dunia.

Malah American Association for the Advancement of Science’s (AAAS) punya teorinya sendiri. Mereka bilang, sebenarnya Da Vinci sedikit bikin trik waktu dia ngelukis Mona Lisa. Dia bermain pada persepsi otak. Jadi dari jauh, dia bisa membuat kita seolah melihat Mona Lisa tersenyum. Tapi begitu melihat dari jarak dekat, tuh Mbak Mona Lisa malah terlihat seperti tidak tersenyum. Dan proses menghilangnya senyum Mona Lisa karena dia memakai persepsi mata ketika memproses informasi visual.

Jadi mata kita menangkap informasi visual dengan dua cara, yaitu dengan memanfaatkan foveal dan peripheral. Nah si foveal itu fungsinya untuk menangkap visual langsung dengan sangat detail. Tapi kelemahan foveal ini, dia ngga bisa menangkap bayangan. Dan si Da Vinci, menggambarkan senyum monalisa dalam frekuensi visual yang sangat rendah sehingga peran peripheral terjadi ketika kita seolah melihat dia tengah tersenyum. Jadi, sebenarnya saat dari jauh kita melihat dia seolah sedang tersenyum, itu si peripheral yang distimulasi dan stimulasinya cuman dari pilihan-pilihan warna sambil dibikin sedikit blur. Sedangkan saat kita mendekat dan melihat lebih fokus, foveal-lah yang memainkan peranan. Karena foveal emang sangat ahli melihat visual dengan sangat detail.

Dan ternyata, efek misterius dari permainan visual itu ngga cuman bikin orang bisa punya kesan berbeda ketika melihat dari jauh dan ketika melihat dari dekat. Karena ada orang yang rela bunuh diri karena ngga ngerti gimana menjelaskan senyum Mona Lisa. Ini kerjadian pada 1852 di Paris dan korban lukisan Mona Lisa adalah seorang seniman juga, namanya Luc Maspero.  Lihat betapa dasyat sebuah senyuman bisa mengakhiri kehidupan.

Tapi kalau kita mau lihat papan-papan reklame, di masa yang lebih ekspresif sekarang ini, senyum indah divisualisasikan dengan tarikan otot-otot wajah yang melebar demi memperlihatkan barisan gigi yang putih cerah. Emang sih, senyum indah itu didominasi pada produk pasta gigi yang jualannya adalah gigi. Jadi ya mulut harus dibuka lebar-lebar demi memperlihatkan barisan geligi itu.

Dan setiap dunia punya definisi senyum indah masing-masing. Karena kalau di dunia fashion, contohnya pas lagi fashion show di atas catwalk, para supermodel justru diminta untuk tersenyum. They have to smile with their eyes…saya sih sulit membayangkan, secara saya terbiasa untuk tersenyum lebar. Model yang berhasil melakukan ini, bisa dikategorikan model yang berkarakter. Karena dia ngga perlu melakukan banyak hal tapi tubuhnya bisa bercerita banyak.

Teman saya yang fashion stylist pernah beberapa kali mengajarkan saya untuk smile with my eyes, tapi hasilnya jadi serius banget…Sampai akhirnya temen saya itu bilang, “Ok…just give me an elegant pose…enough with that smile with your eyes trick,” dengan gaya bicaranya yang emang kaya pengarah gaya di acaranya Tyra Bank, American Next Top Models. Saya kepikiran untuk latihan smile with your eyes ini karena beberapa hari sebelumnya, Odit dan Ika menyontohkan trik itu kepada saya, dan saya tak berhasil mencobanya…karena ya itu, kebiasaan senyum lebar. Terlalu ekspresif emang.

Sedangkan pada level interaksi sosial, senyuman punya makna yang lebih provokatif banget. Orang yang penuh senyum, katanya dipersepsikan sebagai orang yang pintar, menyenangkan, serta optimis. Ini hasil studi yang dilakukan American Academy of Cosmetic Dentistry. Karena senyuman adalah representasi dari rasa percaya diri yang kita punya yang kemudian ditangkap orang yang melihat senyum kita sebagai energi positif yang menyenangkan untuk didekati. Bahkan ada studi yang bilang, kalau kita punya senyum yang menawan, maka akan cepat mendapat pekerjaan. Ini terbukti pada 3 dari 4 responden yang diikutsertakan dalam studi. Ngga cuman itu, studi yang dilakukan oleh peneliti Inggris dan Amerika ini, malah punya fakta yang lebih menggiurkan. Yaitu, jika kita punya senyum yang luar biasa indah, itu akan menjadi magnet buat cowo impian untuk datang mendekat.

Ayo jangan pada sedih-sedih. Itu mukanya jangan ditekuk mulu. Jangan depresi atau melow-melow juga, apalagi galau. Wes…mulai hari ini tersenyumlah karena manfaatnya banyak. Bisa menciptakan sisi misterius seperti Mona Lisa. Kali aja ada yang diam-diam moto kita lagi tersenyum dan menjadikannya masterpiece  yang entah pada abad ke berapa nanti, akan mengundang jutaan orang dari seluruh dunia untuk sekadar melihat, foto-foto, atau bahkan rela melakukan apapun demi sebaris senyum kita seperti si Luc Maspero. Eh tapi jangan kaya Maspero deh…konyol kayanya bunuh diri gara-gara senyuman. Ah bunuh diri kan emang selalu konyol.

Yah tersenyumlah, karena itulah cara sederhana untuk memanjakan wajah. Satu tarikan senyuman akan ada ribuan otot-otot wajah yang ikut merasakan rileks…Jadi, lakukan demi diri sendiri dan kalau ternyata itu bisa memaslahatkan umat, bonus itu namanya  😀 And everybody will says cheese…….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s