Tuhan Itu Adalah Lagu Pop

Standard

Jadi ceritanya, saya baru saja menonton salah satu episode serial Glee di saluran televisi berbayar. Tema ceritanya lagi lucu, soal Tuhan dan Spiritualitas dalam lagu-lagu pop. Emang sih, serial Glee ini selalu punya tema khusus yang kemudian diekspresikan dengan kumpulan lagu-lagu yang merujuk pada tema. Biasanya saya ngga terlalu tertarik untuk menyimak dengan serius, hanya ikutan nyanyi kalau kebetulan emang lagunya saya tahu. Kalau ngga, ya ganti ke channel lain. Tapi di episode kali ini, saya setia menontonnya dari awal sampai habis tanpa merasakan tangan gatel untuk ganti-ganti channel.

Tema soal Tuhan dan Spiritualitas emang selalu menarik perhatian saya. Nah di episode Glee, tema itu disajikan secara menarik. Sangat menarik bahkan. Jadi peg story-nya diambil dari pengalaman spiritual Kurt Hummel dan Finn Hudson yang mengalami 2 pengalaman yang sangat berbeda jauh.

Si Kurt Hummel, yang adalah berkarakter lembut dan gay, harus merasa sedih luar biasa karena ayahnya kena serangan jantung hingga koma. Semua teman-temannya ikut bersimpati dan berniat menyanyikan lagu-lagu spiritual untuk ‘mendoakan’ ayah Kurt. Tapi si Kurt nolak, karena dia ngga percaya Tuhan itu eksis. Alasannya, ibunya meninggal terlalu cepat dan sejak itu yang dia percaya adalah ayahnya yang sempurna. Karena sejak itu, cuman ayahnya yang secara fisik dan emosi mendampingi dia.

Ada kutipan menarik yang dikeluarkan Kurt untuk menegaskan kenapa dia menjadi atheis. Dia bilang, Tuhan itu tidak bertanggung jawab. Karena udah bikin dia gay dan membuat orang mencibir dia ketika dia punya keberanian untuk mendeklarasikan kalau dia gay. Bahkan kalau dia ke gereja, orang-orang tidak menerima dia karena dia gay. Ya dia merasa dia digariskan jadi gay tapi harus menanggung beban untuk sesuatu yang tidak pernah dia minta.

Akhirnya, dia tak hanya melarang teman-temannya untuk bernyanyi mengenai spiritualitas tapi juga berdoa untuk ayahnya. Dia bilang, ayahnya ngga butuh Tuhan yang dibutuhin cuman terapi akupunktur biar aliran darahnya kembali normal. Tahu akupunkturisnya orang apa? Pemeluk agama Singh, yang saat datang melihat teman-teman Kurt lagi berdoa khusyuk, dikira muslim karena pake tutup kepala. Hihiihihihihihi betapa simbol agama sebenarnya sangat lentur untuk ditarik sana-sini ya.

Oke itu sisi cerita si Kurt, yang lebih lucu adalah cerita Finn yang dalam keadaan lapar berat dia memanggang roti. Dan rotinya dipanggang terlalu lama sehingga nyaris mendekati gosong. Apa hubungannya roti dengan Tuhan rasa pop? Ada, jadi panggangan roti yang hangus itu ternyata berbentuk wajah Yesus…hahahahahaha lucu. Dan dia namain roti itu grilled cheessus…sounds delicious ya 😀

Ada adegan rada-rada dilematis pas Finn yang kelaparan harus memotong dua rotinya. Dia memotong roti dengan melintang, biar muka cheesus tidak ikut terpotong. Ekspresi mukanya kaya ngga tega untuk memotong cheessus dan memakannya.  Entah karena dia lapar atau haus spiritual, dia lantas rindu untuk berdoa. Alhasil dia berdoa di depan roti panggang itu. Tahu apa yang dia minta pertama kali? Dia berdoa agar temannya Artie Abrams yang dikursi roda dan ikut tim football bisa berkontribusi untuk memenangkan timnya. Dan jawaban doanya adalah, Artie dielu-elukan se-tim karena berhasil bikin touch down.

Namanya orang ‘lapar’ Finn pun merasa si grilled cheessus itu emang punya andil dalam keinginannya. Dia pun berdoa lagi, kali ini dia minta pacarnya yang Rachel Berry yang masih virgin untuk mau dipegang payudaranya. Dan layaknya doa semua cowo hahahahaha, grilled cheessus pun mengabulkan. Alhasil si Finn semakin punya keyakinan terhadap roti panggangnya yang gosong itu. Dia pun berdoa supaya kembali jadi quarterback di timnya dan kembali digila-gilai perempuan di sekolahnya. Ini pun terkabul, walaupun quaterback yang asli harus mengalami cedera dulu yang kemudian membuat Finn sedikit tersadar.

Tapi cerita Finn ini kaya mau bilang, bahwa kadang kita minta sesuatu ke Tuhan dengan klausal yang jelas. Tuhan, kalau Kamu kasih aku ini makan aku akan kasih Kamu itu deh 😀 Seolah surga itu cuman urusan berapa banyak yang Tuhan sudah terima dari kita dan berapa banyak yang sudah kita terima dari Tuhan….Untung Finn-nya sadar dan kemudian dia memakan roti panggang itu dengan penuh keyakinan 😀

Saya suka dengan cara bagaimana mereka mengemas berbagai definisi soal Tuhan dan spiritualitas. Sangat lentur tapi real. Dan untuk menambah ketegangan cerita, seperti biasa pelatih cheerleader yang super kejam Sue Sylvester pun cari-cari masalah dengan latihan lagu-lagu bertema spiritual yang sempat dilakukan beberapa kali. Mau tahu apa alasannya.  “Ini sekolah negeri, bukan sekolah kesusteran yang memang dibuat untuk mengagung-agungkan Tuhan. Dan lagi, negara sudah memisahkan secara jelas urusan agama dan negara, jadi ngga bisa digabungin. Berhenti menyanyikan lagu spiritual, karena itu artinya memaksakan keyakinan terhadap orang lain dan itu melanggar hukum.” Hahahahahahaha…Entah mengapa, saya diam-diam berharap, satu hari nanti Indonesia bisa kaya gitu. Ngga perlu masukin pelajaran agama di dalam pelajaran sekolah. Belajar budi pekerti aja, urusan agama biar pemuka-pemuka agama yang pusing mikirinnya.

Tapi entah mengapa, saya menangkap kesan, episode ini kaya mau ngasih tahu kalau agama-agama lama itu rasanya kaya musik pop. Pasaran. Itu kenapa si Finn merasa butuh simbol baru yaitu melalui roti panggangnya, ya walaupun tetep dipengaruhi aliran Semit tapi pemilihan penampakan wajah Tuhan dalam roti panggang itu kan sangat era web 2.0 😀 Udah ngga zaman kayanya Tuhan muncul di langit, karena langitnya udah berpolusi. Atau muncul di kulit pohon, karena pohonnya udah banyak ditebang jadi berbagai alat termasuk gagang golok buat bentrok dengan yang beda aliran agama. Cukup…cukup…jangan lari ke sana terlalu jauh, bisa-bisa saya malah jadi juru bicaranya Ahmadiyah atau kelompok minoritas lainnya.

Hal lain yang membuat saya suka dengan episode ini adalah lagu-lagu pop yang mereka nyanyikan dengan lirik memuja Tuhan atau menghujat Tuhan. Sangat religius. Trus saya kepikiran, lagu pop apa yang saya suka dan bernada religius. Dan inilah daftarnya:

Joan Osborne – One of us

Ini lagu jadi lagu penutup di serial Glee. Dan saya suka banget lagu ini. Seinget saya, ini lagu hadir dalam kehidupan saya ketika saya emang lagi gatel bertanya-tanya soal Tuhan. Ada satu bagian dari lagu ini yang membuat saya berpikir, what would you as if you had just one question? Untung pertanyaan kaya gini kaga pernah masuk di ujian mata pelajaran agama pas sekolah dulu 😀

Oiya, di lagu ini, Tuhan juga digambarkan sangat kesepian. Mungkin itu kali kenapa Dia ampe mikir untuk menampakkan wajahnya pada roti panggangnya Finn. Jadi kepikiran, kalau Dia muncul pada makanan yang saya suka banget gimana ya saya keluar dari situasi dilematis itu, makan atau membiarkan alam sadar saya percaya itu emang Tuhan dengan tidak memakannya? :-”

R.E.M. – Losing My Religion

Every whisper/Of every waking hour/I’m Choosing my confessions/Trying to keep an eye on you/Like a hurt lost and blinded fool/
Oh no I’ve said too much/I set it up//

Bridge Over Troubled Water

Saya pernah dengar lagu ini dinyanyiin di gereja…sumpah merinding setengah mati…duh lagu ini ya bener-bener deh. Warning: Jangan dengerin kalau lagi sedih, galau, atau kesepian karena dijamin nangis sendirian hahahahaha.

Morrissey – I have forgiven jesus

Pernah berantem sama Tuhan? Saya pernah beberapa kali dan setelah itu kami berteman baik 😀

 

Yah segitulah lagu yang saya ingat….dan ya…Tuhan itu emang sebarisan lagu pop…yuk kita karokean *loh*

 

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s