Pelukan Hangat untuk Gadis Pendiam

Standard

Selalu menarik bagaimana waktu mengantarkan kita pada realitas baru. Penuh misteri tapi sangat menyenangkan.

Awalnya saya berkenalan tidak sengaja dengan dia, panggil saja dia Gadis Pendiam. Perkenalannya sedikit dibumbui rasa kuatir, karena seseorang yang pernah begitu dekat di hati saya, tiba-tiba menghilang. Saya panik dan teringat bahwa dia punya agenda untuk bertemu Gadis Pendiam ini.

Tidak tahu bagaimana harus menyapanya, saya justru bertanya padanya apakah Gadis Pendiam jadi bertemu dengan dia. Ternyata in the last minute, dia membatalkan dan saya harus melangkahkan kaki menuju rumah tanpa jawaban yang jelas.

Perkenalan yang aneh memang, jadi tak heran jika kami berhenti mengirimkan SMS ketika itu. Sampai tiba-tiba, Gadis Pendiam mengirimkan SMS bercerita kisah cinta yang berakhir getir telah menimpanya. Saat saya membaca itu, ingin sekali memeluknya. Setidaknya itu yang saya inginkan ketika patah hati menghampiri. Dan saya, mendapatkan banyak sekali pelukan. Sahabat adalah sumber pelukan terhangat, setelah keluarga.

Dalam SMS-nya, Gadis Pendiam coba terdengar kuat walaupun hati terobek begitu dalam. Ah patah hati memang masa kegelapan yang menyesakkan, seribu topan badailah buat bab kurang ajar itu 😀

Saya coba menawarkan semangat, berbagai pikiran positif saya bagikan untuk menyatukan kepingan dirinya yang terburai. Bahkan kalau saja malam itu saya tidak harus ke luar kota dan dia berada di Jakarta, saya mau bertemu dia sekadar mendengarkan apa yang terjadi, walaupun saya belum pernah melihat wajahnya. Entahlah saya terlalu sensitif ketika mendengar orang lain bersedih. Apalagi ketika mengetahui Gadis Pendiam memiliki sumber masalah yang sama, rasa senasib dan sepenanggungan itu muncul hahahahah…psikologis memang lebih kental dari logika kadang.

Saya berdoa untuk Gadis Pendiam, saya percaya ada hal indah akan menghampirinya setelah ini. Walaupun memang terminologi sakit dahulu untuk kemudian bersenang-senang, bukanlah hal yang mudah untuk dijalani tapi begitulah hidup terlalu sulit diatur agar berjalan sesuai kehendak kita (baca: terjadi sesuai harapan).

Saya panggil Gadis Pendiam sayang, seperti saya memanggil sahabat-sahabat saya. Saya selipkan kata I love you kepada Gadis Pendiam, seperti ketika saya mengekspresikan keberuntungan saya untuk memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa. Walaupun saya sempat berpikir, jangan-jangan ekspresi manis ini akan membuat dia kembali sedih mengingat segala cinta yang terhianati.

Mudah-mudahan tidak, toh panggilan sayang tak hanya dibuat untuk memanggil pacar kita saja kan? Dan ucapan I love you juga bukan hanya layak disampaikan pada kekasih hati saja. Saya percaya pada dasarnya, orang suka mendapatkan ekspresi kasih sayang dan panggilan serta ucapan I love you adalah simbol kasih sayang yang mudah dipahami siapa saja.

Saya hanya ingin membagikan energi, yang pernah saya terima dan kemudian membangkitkan saya dengan cepat. Saya hanya berharap Gadis Pendiam, perlahan menyadari bahwa tidak ada yang salah dengan ketulusan cinta dan pengkhianatan bukanlah cara yang tepat untuk menghargai cinta. Berhentilah melukai hati dengan berpikir bahwa seharusnya kita mengubah keadaan untuk kenangan yang sudah terbangun. Karena sebenarnya dalam pengkhianatan selalu saja ada orang yang tak bisa menghadapi kenyataan dengan berani, itu mengapa mereka akan berlari untuk menemukan realitas baru yang singkat. Dan orang itu bukanlah kita. Bahwa setiap usaha dan rasa yang kita beri kemudian dihempaskan dalam ketakutan yang dijadikan pembenaran, maka bukan kita yang kehilangan nyali untuk menikmati cinta dengan utuh.

Jadi, biarkanlah dia menelusuk masuk pada kesemtaraan rasa yang penuh pijakan awal yang kasar. Dan hapuslah rasa dendam itu dari dalam hati serta pikiran, karena seharusnya dialah yang menyimpan rasa bersalah hingga ke sumsum tulang. Tentulah itu lebih menyakitkan dari kepahitan hati yang kita rasakan sebagai efek pengkhianatan. Yakinlah setiap kebenaran akan bertemu pintu kebahagiaan. Setiap ketulusan akan berarsir dengan kesempurnaan menghargai hidup.

Cepat bangkit ya Gadis Pendiam, ada banyak kegembiraan menanti. Raih tanganku dan mari menuju hari baru yang lebih baik. Percayalah, hari esok akan menyambut dirimu dengan matahari yang bersahabat, awan yang melindungi, dan angin yang menentramkan. I’ll do my best to get you there.

Sebuah pelukan hangat dan senyuman manis dari kupu-kupu liar yang merasa beruntung bertemu dengan Gadis Pendiam. Bahwa realitas mempertemukan kita dengan cara yang unik, biarkanlah toh hidup memang terlalu luar biasa untuk sekadar diisi dengan sesuatu yang datar.

Selamat menjadi lebih kuat Gadis Pendiam. Sebab ada yang bilang, sesuatu yang hampir saja membunuh kesadaran kita adalah sesuatu yang justru menguatkan. Jadi tersenyumlah dan bersiaplah untuk cinta yang lebih berani. I love you Gadis Pendiam 😀

Advertisements

3 responses »

  1. Pingback: My Fascinating 2011 « Flying so light to the sky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s