Kampret Sejati : Pervert!

Standard

Kutipan pembicaraan pada teknologi BBM :

H : Hai Pris apa kabar?
P : Kabar baik H, lu apa kabar?
H : Baik banget 😀
H : Eh kapan lagi sih acara kumpul-kumpul kita diadain?

Acara kumpul-kumpul yang dimaksud adalah sejenis pertemuan antar teman-teman untuk mengeratkan tali silahturahmi. Ini reguler, setiap bulan. Lalu pembicaraan berlangsung.

P : Waduh, belum tahu. Belum ada info. Lu sih jarang kontak-kontak.
H : Iya nih, pos gua unpredictable.

Pos yang dimaksud H adalah tempat dia mengolah fakta dan mewawancarai narasumber. Dan pos ini biasanya merujuk pada halaman yang dia pegang pada majalah, koran, atau website berita. Pembicaraan pun terus berlangsung.

H : Lagi apa lu?
P : Baca buku. Lu?
H : Pengen tidur, tapi ngga bisa tidur.
P : Kenapa? Stres lu?
H : Mmm…ngga…eh mau truth or truth yuk…
P : Mainan apaan tuh?
H : Iya, gw tanya pertanyaan, lu jawab jujur nah nanti lu lakukan hal yang sama.

Pikiran saya, si H ini pengen curhat. Tapi karena dia malu mulai dari mana ya dia berkreasi dengan permainan itu. Akhirnya saya iyakan permainannya. Untuk pertanyaan pertama, dia memberikan kesempatan kepada saya. Dan saya semakin yakin dia mau curhat karena pada profile BB-nya dia menaruh foto berdua dengan kekasihnya. Sebelumnya profile BB-nya tidak ada foto sama sekali.

“Itu cewe lu, majikan, atau tante baru?” Tanya saya sambil memancing.
H : Heheheheheh cewe gua. Udah 2 tahun jadian 😀
P : Hubungan lu baik?
H : Baik kok…
P : Lagi anget-angetnya ya.
H : Biasa aja…Oke, sekarang giliran gua nanya…
P: Iye ape?
H : Berapa kali lu masturbasi seminggu?

Saya, shock! Sampai hampir saja membanting handphone yang punya nama alias smartphone ini. Saya tidak langsung menjawab, malah menyudutkan dia.

P : Lu lagi horni ya?
H : Iya, P, maaf ya.
P : Cewe lu kemana? (sambil melihat bagaimana ekspresi dia ketika berfoto bersama kekasihnya melalui profile pic itu)
H: Kok gitu?
P : Ya iyalah…H…H…lu tuh pinter tapi kalah cuman sama barang lu yang panjangnya cuman 7 cm.

Saya bilang 7 cm sebenarnya untuk memalukan dia…karena konon katanya barang tak berotak tapi sering membuat banyak peristiwa itu memiliki panjang yang lebih dari angka yang saya sebutkan. Itu adalah kali pertama saya dilecehkan melalui telepon. Dan amarahnya masih sama seperti ketika saya disuit-suitin cowo ketika melintas di depan mereka. Atau ketika manis menunggu bis datang seorang bapak-bapak dengan motor yang menghampiri begitu dekat hanya sekadar bilang, “Ikut yuk neng…”

Ada seribu satu umpatan di kepala. Dan salah satu umpatan yang paling menyantol di kepala saya adalah “MUDAH-MUDAHAN T*T*T LU KESEMUTAN SAMPAI MAMPUS!!!” Tapi biasanya umpatan itu muncul setelah saya merasa takut. Iya beberapa teman saya juga mengungkapkan hal yang sama ketika bercerita mengenai pengalaman pelecehan seksual. Walaupun pada akhirnya beberapa diantara kami berani untuk menunjukkan ketidaknyamanan atau bahkan melakukan tindakan ekstrim.

Salah satunya adalah sahabat saya. Dia pernah mengalami pelecehan di bis umum. Bis yang padat membuat dia harus rela berdiri dengan jarak yang sangat dekat. Dan laki-laki berotak birahi memanfaatkan situasi ini dengan menggesekkan benda berdaging itu ke bagian belakang sahabat saya. Geram, marah, jijik, dan takut berkecamuk dalam kepalanya.

“Trus lu ngapain?” tanya saya penasaran. “Gua keluarin matches dari dalam tas gua dan gua arahin ke ‘barang’ jahanam itu. Lu gesek lagi, gua bakar idup-idup ‘barang’ lu,” cerita teman saya dengan ekspresi geram. Tau apa yang dilakukan laki-laki itu, dia ketakutan setengah mati. Berusaha membalikan badan dan menghindar, tapi sayang kali ini kepadatan adalah neraka bagi dia. Sampai akhirnya dia memaksa untuk turun saat itu juga.

Perempuan memang sering menjadi objek pelecehan seksual. Ada yang bilang, “Makanya, jangan pake baju yang menggoda.” Oke soal pakaian. Ketika ada bapa-bapa sarap menghampiri saya yang tengah menunggu bis, pakaian saya ketika itu adalah dengan jaket tebal, celana jeans biasa, sepatu casual, dan memakai tas punggung. Di mana letak menggodanya? Jadi saya akan menolak hidup-hidup pendapata yang mengatakan perempuan digodain laki-laki karena bajunya menggundang.

Lalu kenapa bapa-bapa itu melecehkan saya? Karena saya sedang sial, saat dia ingin berfantasi liar, kebetulan saya lewat. Tau apa yang saya lakukan kepada bapa-bapa itu? “Bapa jangan kurang ajar ya,” dengan wajah penuh emosi sambil siap melempar payung yang tengah saya genggam.

Atau dari sekian daftar nama yang ada di handphone si H, kenapa dia membuka pembicaraan kurang ajar itu kepada saya? Karena saya sedang sial lagi? KAMPRET! Seribu topan badai untuk pelecehan seksual.

Saya selalu berpikir, laki-laki itu lebih mudah menyalurkan fantasi seksualnya. Bahkan tanpa pasangan pun dia bisa melakukan itu. Tapi kenapa, sepertinya ada saja laki-laki yang bisa asal comot untuk sekadar memuaskan diri. Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk masturbasi? 10-15 menit? Saya tidak pernah tahu. Tapi berpikirkah mereka akibat yang ditimbulkan dari aksi asal comotnya itu?

Trauma dan sumpah serapah yang keluar dari perempuan yang menjadi korban, bukanlah karma yang baik. Apakah dia tidak takut kalau tiba-tiba ‘barang’ 7 cm-nya benar-benar kesemutan. Dan ini sangat mungkin terjadi. Percayalah, dokter seksologi yang saya temui pernah menceritakan itu pada salah satu acara kesehatan yang saya datangi. Malah konon katanya penis yang kesemutan bisa membuat peradaran darah terhenti dan berujung pada ketidakmampuan dalam berejakulasi.

Jadi jangan heran jika semenjak dapat info ini, saya selalu menyumpahi laki-laki yang mesum alias pervert untuk merasakan kesemutan pada penisnya, SEUMUR HIDUP!! Ah saya sedang marah besar. Karena H yang saya kira adalah laki-laki sopan yang menghargai perempuan. Setiap kali bertemu di tempat liputan, saya tak mendapat kesan dia se-pervert itu. Dan rasa geram masih saja menumpuk setiap kali saya mengingat kronologisnya.

Saya berjanji dalam diri saya, jika nanti bertemu dengannya langsung, saya akan mengeluarkan jari tengah dan kembali berdoa dengan khusyuk…”Wahai Sang Maha Adil, sudihlah kiranya kau membuat penisnya kesemutan tanpa henti.”

Ini postingan penuh amarah…penuh umpatan…dan penuh energi negatif. Jadi, SERIBU TOPAN BADAI UNTUK PELAKU PELECEHAN SEKSUAL!!!!!

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s