Pesan Tulus Untuk Bipolar Disorder

Standard

Tak disangka, saya (kembali) menulis mengenai bipolar disorder. Dan latar belakang penulisannya masih sama, atas dasar rasa yang tulus untuk seseorang.

Setiap kita pasti pernah merasa depresi atau euphoria dalam lingkaran hidup yang dijalani. Tapi tak semua orang memiliki kemampuan untuk menghadapi dua rasa yang jamak itu.

Trauma masa lalu, kemampuan memecahkan masalah, dan mekanisme kimiawi tubuh adalah unsur yang membantu kita berhasil melalui dua rasa itu atau justru sebaliknya. Dan bagi pengidap bipolar disorder, dua rasa itu adalah ‘beban’ yang harus mereka pikul seumur hidup.

Sebelum cerita banyak soal Bipolar Disorder, ada baiknya liat thriller film At the Bottom of Everything (Di Dasar Segalanya). Ini film karya Paul Agusta, salah satu sutradara film indie yang berbakat.

Apa kesan yang timbul saat menonton film itu? Mendapat sedikit gambaran soal Bipolar Disorder atau justru memancing seribu pertanyaan tentang mahluk apakah Bipolar Disorder? Sebelum (berusaha) menjawab, saya ingin kasih gambaran bahwa film ini adalah pengalaman sang sutradara. Iya, Paul Agusta adalah pengidap Bipolar Disorder.

Film ini adalah diari visual dari perjalanan Paul ketika harus masuk sanatorium Dharmawangsa, Jakarta. Jujur saya belum berhasil menonton film ini secara full. Salah seorang sahabat saya yang sudah menonton, menyarankan saya untuk menyaksikan film ini ketika mendengar niat saya menulis soal Bipolar Disorder.

Saya sudah coba kontak Paul untuk mencari tahu apakah filmnya sudah dijual dalam bentuk CD atau DVD. Jawabannya, belum. Karena Paul harus merilisnya di Belanda terlebih dahulu. Sebab pemberi donor untuk membuat film ini asalnya dari negara kincir angin itu.

Tapi saya harus menulis tentang Bipolar Disorder, sebagai cara untuk menunjukkan kepedulian saya yang tulus pada seseorang yang pernah begitu dekat dengan saya. Belakangan saya dapat info kalau dia semakin tenggelam dalam aura depresi, emosinya semakin gelap.

Saya, sedikit banyak bisa membayangkan apa yang terjadi. Karena waktu, pernah membawa saya untuk menemani dia menghadapi kelamnya rasa itu. Sama seperti ketika waktu juga menghampiri saya untuk ikut merasakan euforia yang dia rasakan ketika itu.

Tapi saat ini, situasi membuat saya hanya bisa membayangkan. Walaupun ketika saya mendengar ceritanya, tak bisa dipungkiri, hati kecil saya langsung bertanya apa yang bisa kita lakukan? Ternyata pundaknya terus membawa kayu bakar yang tak sekadar membebani tapi juga melukai kulitnya. Ah menuliskannya saja membuat saya deg-degan.

Hingga kemudian salah seorang sahabat saya menyarankan agar saya menulis kembali tentang Bipolar Disorder. Mari kita mulai pesan antara rasa dengan kepedulian ini.

Secara sederhana, bipolar disorder adalah kondisi mental di mana seseorang bisa dengan mudah mengalami euforia atau manic yang kemudian berganti wujud menjadi depresi. Secara biologis, perubahan emosi yang drastis ini terjadi karena adanya produksi hormon kortisol atau hormon stres berlebih dalam otak. Sehingga orang dengan Bipolar Disorder akan sangat mudah tenggelam pada aura depresi.

Salah satu literatur menyebutkan, banyak orang bipolar disorder yang juga mengalami chocolate craving. Sebab secara insting ketika tubuh kelebihan hormon depresi maka akan mencari makanan yang dapat menekan produksi hormon itu. Dan cokelat adalah makanan yang secara umum diketahui bisa meminta tubuh untuk mengeluarkan hormon relaksasi. Sama seperti ketika kita terlalu lapar, produksi insulin akan merosot dan membuat otak memerintahkan kita mencari makanan mengandung karbohidrat tinggi secara insting. Mengapa insting memilih makanan berkarbohidrat? Sebab ini adalah jenis makanan yang bisa dengan kilat menaikkan produksi insulin dalam darah dan kembali membuat kita berenergi.

Tapi sering kali pengidap bipolar disorder tidak tahu ada gangguan pada hormon mereka. Yang mereka mengerti, hidup adalah beban karena semua yang terjadi tidak pernah lepas dari nilai menyempurnakan keadaan. Itu mengapa ciri berikut dari pengidap bipolar disorder adalah perfeksionis. Karena sedikit kesalahan saja bisa menjadi pemicu bagi episode depresi. Bahkan tidak jarang kebahagiaan juga dianggap beban, karena yang mereka pikirkan bahwa kebahagiaan adalah tuntutan bagi mereka untuk menjalankan hidup dengan sempurna. Padahal mereka kesulitan mendefinisikan kesempurnaan karena rasa yang mereka punya hanyalah ketakutan, kegalauan, keterbatasan, dan kesendirian. Seperti yang diucapkan perempuan pada film At the Bottom of Everything, ” Hidup tanpa senja, tanpa fajar. Hidup dalam keterangan yang membutakan, dan kegelapan yang ditemukan, tak ada antaranya.”

Maka mereka akan sangat sering memikirkan kondisi terburuk bukan karena untuk mengantisipasi diri tapi lebih kepada melihat itu sebagai realitas sesungguhnya. Alhasil sebelum melakukan apapun, mereka akan panik dan menarik diri. Menyendiri adalah cara untuk menutupi ketakutan dari menghadapi yang akan datang.

Situasi yang gelap ini pada akhirnya hanya akan melukai diri sendiri. Sebab mereka tidak pernah percaya pada diri sendiri. Mereka jarang merasa bahwa dirinya bisa membuat dunia menjadi lebih baik. Dunia ini fana maka kita ikut menjadi bagian dari kefanaan. Depresi adalah periode kelam yang panjang bagi pengidap bipolar disorder.

Itu kenapa dalam filmnya, Paul bercerita, betapa pengidap bipolar disorder hanya akan jatuh, jatuh, dan jatuh. Karena mereka tidak pernah berhasil menyembuhkan luka dari tubuh (baca : diri mereka). Alhasil rasa kelam dan depresi itu ibarat tikus yang mengrogoti seluruh tubuh tanpa ampun. Menurut saya pemilihan tikus pada film Paul adalah metafora yang tepat. Sebab tikus adalah binatang pengerat yang hobinya menggrogoti apapun. Dan apabila dibiarkan, tikus bisa menyelinap ke kamar tidur kita untuk kemudian berkoloni di mana pun.

Pernah mencoba membunuh tikus? Kita gunakan perangkap, paling hanya berhasil beberapa kali. Sebab tikus salah satu mamalia yang mengalami proses belajar untuk bertahan hidup. Sebenarnya cara untuk membuat tikus malas bertandang ke rumah adalah dengan tidak menyediakan ruang bagi dia untuk merasa nyaman. Tapi rasanya sangat mustahil, sebab tikus juga bisa hidup di gorong yang paling jorok atau gelap sekali pun. Itu mengapa melalui analogi tikus, Paul coba menggambarkan pada titik tertentu, semua kita memiliki potensi untuk menjadi bipolar disorder.

Hanya saja pada orang yang berhasil menghapus potensi itu, mereka punya keberanian untuk menuntaskan kekelaman dengan cepat. Sedangkan bagi pengidap bipolar disorder, itu adalah tantangan terberat mereka. Selain karena masalah hormon, mereka sudah terbiasa untuk mengurung diri dalam kekelaman. Alhasil, mereka merasa digrogoti rasa gelap yang kemudian menjadi bagian dari diri mereka. Bagian dari eksistensinya. Padahal mereka hanya tidak tahu dan tidak berani menemukan cara membunuh rasa takut.

Rasa takut memang bukanlah hal yang menyenangkan. Itu adalah undangan untuk depresi. Dan saat mereka merasa tak ada lagi cara dari berhenti bertatapan dengan rasa takut, yang mereka pikirkan adalah mengakhiri hidup. Maka penelitian membuktikan 1 dari 5 pengidap bipolar memutus rasa takut dengan memotong jalan hidup. Ini juga yang menjadi salah satu ciri pengidap bipolar disorder, mereka sering berpikir mengakhiri kehidupan. Bahkan beberapa diantara mereka tak ingin menyimpan benda-benda tajam karena takut tergoda untuk menggunakannya ketika periode depresi datang menghampiri.

Tapi bukan hanya depresi yang menjadi tantangan bagi pengidap bipolar disorder. Ada emosi yang namanya manic, dimana semua yang terjadi akan diartikan dengan euforia yang berlebihan. Ini ditandai dengan memiliki energi berlebih, tidak bisa menyimpulkan satu ide dengan jelas karena pikirannya akan loncat dari satu topik ke topik lain tanpa terlihat garis besarnya, impulsif (keuangan, perasaan, tingkah laku), agresif, bicara terlalu cepat, sampai tidak bisa tidur.

Sebenarnya baik dalam keadaan depresi atau manic, pengidap bipolar akan sulit sekali untuk tidur di malam hari. Karena malam hari adalah hari terberat bagi mereka. Saat depresi, sepinya malam akan menjadi aura sempurna untuk menghitung beban yang dipikul. Dan ketika manic, malam akan menjadi waktu yang sempurna untuk mengekspresikan euforia yang melintas. Itu mengapa, salah satu cirinya adalah akan mengalami masalah pada jam tidurnya.

Biasanya di saat manic, mereka akan menghasilkan banyak karya. Di saat manic inilah mereka bisa mencicipi rasanya optimisme dan penuh energi. Beberapa orang terkenal yang berhasil membuat karya terbaik saat episode manic adalah Vincent van Gogh, Ludwig van Beethoven, Jimi Hendrix, dan Axl Rose.

Lalu bagaimana membedakan bipolar disorder dengan depresi atau euphoria biasa? Bukankah ini juga yang sering kita rasakan. Perbedaanya adalah pada pergantian emosi yang begitu cepat. Dan kedua emosi itu akan datang berdampingan. Sehingga sering kali mereka tidak bisa membuat keputusan apapun, bahkan untuk hal-hal sederhana yang dihadapi. Pada level inilah terlihat pergantian emosi telah memengaruhi kualitas hidup mereka.

Dan ketika tekanan sekitar (masalah pekerjaan, keluarga, interaksi sosial, atau asmara) mulai terasa menuntut terlalu banyak, ini akan membawa pengidap bipolar disorder pada gelapnya depresi yang panjang. Bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan hampir sebagian besar hidup mereka diisi dengan depresi.

Selalu berhadapan dengan depresi adalah hal yang meletihkan dalam menjalani hidup yang sudah begitu penuh warna-warni ini. Dan rasa letih ini pun juga akan dirasakan orang-orang di sekitar pengidap bipolar. Bagi yang tidak mengerti, pilihannya akan sangat mudah, menjauhi atau mengurangi interaksi dengan pengidap bipolar. Tapi bagi keluarga atau teman hidup, pilihannya tidak sesederhana itu.

Dari salah satu literatur yang saya kumpulkan, ada disebutkan pengidap bipolar memiliki kecendrungan untuk selalu gagal dalam menjalin asmara. Dan bagi yang sudah menikah, risiko bercerainya bisa 2 kali lebih tinggi dibanding yang tidak memiliki bipolar disorder. Fakta ini ditemukan pada masyarakat Amerika yang memang sudah lebih terbuka mengenai bipolar disorder.

Bagi pengidap bipolar disorder, kegagalan dalam menjalin hubungan adalah salah satu curam yang akan menyeret pada episode depresi yang dalam. Itu mengapa, pengertian akan bipolar disorder juga harus dimiliki oleh pasangan pengidap bipolar.  Dengan begitu, pengidap bipolar bisa melalui episode-episode emosinya dengan seorang pasangan yang memang siap untuk membantu menaikkan mood-nya ketika depresi dan menormalkan energinya ketika manic.

Tapi pada kondisi tertentu, pengidap bipolar juga memiliki kecenderungan untuk berbohong. Berbohong untuk menjaga interaksi yang berhasil dibentuk atau berbohong untuk mengondisikan keadaan sesuai harapan.  Namun kebohongan menjadi lingkaran setan bagi pengidap bipolar disorder. Sebab ini hanya akan menarik mereka pada ketakutan yang dalam. Hingga pada akhirnya hanya akan membuat mereka masuk dalam perilaku yang kurang bertanggung jawab, royal, impulsif, bahkan promiscuity.

Ini semacam penawar yang mereka pilih secara tidak sadar untuk keluar dari ketakutan akibat pilihan untuk berbohong. Sebab emosi yang terbangun ketika merasakan semua itu bagian dari periode manic-depressive yang sangat cepat berganti. Mereka seolah-olah merasa berhasil keluar dari periode depresi dengan menciptakan impulsifitas sehingga seolah tengah berada di emosi manic yang menyenangkan.

Melihat begitu peliknya perputaran dunia yang dihadapi pengidap bipolar disorder, adalah satu kebutuhan mutlak bagi mereka untuk meminta bantuan dari seorang psikiater. Sebab psikiater akan membantu mereka menemukan di mana titik awal kejatuhan yang kemudian menarik mereka ke dalam lorong gelap bersama ‘tikus-tikus’ pengerat.

Percayalah, bantuan dari ahli akan mampu melepaskan pengidap bipolar disorder dari roller coaster emosi yang memusingkan kepala dan membutakan warna kehidupan. Psikiater akan memberikan serangkaian pertanyaan yang dapat menggambarkan pengidap bipolar disorder telah memasuki tahap bipolar 1, 2, atau mungkin diantaranya. Mereka juga akan memberikan obat untuk membantu otak memproduksi hormon emosi dengan proporsional.

Paul Agusta adalah salah satu contoh nyata dari pengidap bipolar disorder yang pelan-pelan berhasil menjalani hidup dengan normal. Dia terus berusaha untuk bangkit, meski sulit tapi film At the Bottom of Everything menjadi salah satu episode nyata dalam hidupnya bahwa manic dan depresi bisa dikendalikan.

Takut terlalu panjang, toh saya juga bukan ahli yang tepat untuk menggambarkan bipolar disorder secara detail. Pada akhirnya saya hanya ingin menuliskan, bahwa saat ini, saya tengah meletakkan kedua tangan saya di dada. Meminta Sahabat Hidup saya mau membukakan hati seorang yang tengah mengalami roller coaster emosi agar mau mendapat bantuan dari psikiater.

Mungkin dulu tidak disadari, tapi saat saya pertama kali menulis mengenai bipolar disorder, saya bertanya pada psikolog yang saya wawancara apa yang seharusnya saya lakukan untuk menjadi pendamping yang baik pada wahana emosi tersebut. Dan apa yang dibisikkan psikolog itulah yang kemudian saya coba aplikasikan. Sampai pada akhirnya, saya tidak bisa menemaninya kembali.

Menemaninya ketika tiba-tiba Tuhan menghampirinya di sebuah ruang dalam kedinginan malam. “Tuhan ada di sini, menyentuh pundakku. I can feel it Pris. Kenapa dia mau menghampiriku ya.” Tulisnya ketika baru saja berkenal dan tak lama kemudian dia bercerita mengenai ketakutannya. Di saat itulah, saya menangkap dirinya terlalu terbebani oleh ‘kayu bakar’ yang kemudian saya tahu bernama bipolar disorder. Atau saat begitu banyak kegagalan terjadi dalam hitungan detik selama beberapa hari berturut-turut. “Apa ini karma ya? Atau emang aku lagi sial aja.” Pembicaraan singkat yang kemudian merubah segalanya karena periode manic itu datang dengan cepat, tanpa saya ketahui wujudnya.

Maka melalui tulisan ini, seperti dulu ketika waktu mempercayakan saya untuk menjadi penyemangat dan pelukis derai tawa pada wajah murungnya, saya berharap ini akan sedikit menyadarkan sudah waktunya untuk menemukan kejatuhan emosi pertama. Berhenti melelapkan diri pada rasa sakit dan menyisakan rasa sakit pada orang-orang yang ditemui. Sudah waktunya berhenti menaiki wahana emosi ini. Karena kayu bakar itu bukan untuk dibawa terus menerus, tapi untuk diletakkan di tanah pada setiap jalan yang dilalui. Dengan begitu, pundak akan kembali tegak dan membuat mata bisa membentuk garis tegak lurus yang jelas untuk menatap horizon.

Tidak mudah bagi saya untuk menuliskan pesan tulus ini, ada emosi yang ingin menghentak tapi ada juga rasa untuk menghapus kemurungan.  Saya bahkan mengajak Sahabat Kehidupan saya untuk merumuskan semua ini. Dan pilihannya adalah ini, pembahasan lengkap mengenai bipolar. Semoga siapa saja yang mengalami ini bisa dengan sadar untuk keluar dari kekelaman rasa. Dan untuk siapa saja yang memiliki atau mengenal orang dengan ciri-ciri bipolar disorder, bisa dengan sadar menemani mereka keluar dari gelapnya gorong-gorong emosi.

Semoga ini juga yang akan ditangkap oleh seseorang yang pernah saya kenal dengan dekat. Bahwa ternyata es krim itu bukan entitas yang ada untuk kemudian dihabiskan dan dilupakan, melainkan realitas yang membantu kita mengartikan rasa, seperti ketulusan rasa.

 

 

Advertisements

293 responses »

  1. Who r u?

    Pure and clear.

    Tulisan anda sama persis

    dengan kehidupanku saat ini.

    I just need a friends

    I don’t know!!

    what should i do?

    Should i go to hell?

    What can i get?

    So many Quest in my mind.

    May i live in a lonelyness?

    Please give me a feedback!!

    Please, please, please, please.

    • Hai Indra…terima kasih sudah berkunjung.

      I’m just an ordinary girl…
      How can I help you?Coba untuk tenang ya,coba utk tidak merasa kamu sendirian.Mungkin aku ngga kenal kamu,tapi aku rasa ngga ada yang kebetulan,aku mau aja utk kenal kamu.

      Ayo coba untuk pelan-pelan mengurangi bebannya. Kamu pasti bisa, you just need to belief in yourself… 😀

      *saya membalasnya secepat yang saya bisa*

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

    • kamu penderita bipolar??

      apakah kamu hanya memiliki sedikit teman??
      apakah itu salah satu ciri penderita bipolar ya.

      saya sudah di vonis dokter mengidap bipolar, tetapi saya masih belum percaya 100%

  2. No, i can’t.

    I just wanna be share.

    So stuck in here.

    God DaMn,

    Missing my mum, family, and everything i had.

    Why it can be so hard?

    DamN….

    Jantung brgerak cepat.

    Breath…breath…breath…

  3. Wish u here. Or someone else.

    1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari.

    The door keept closed.

    No friends.

    Kenapa gw ga bisa bersosialisi?

    Gw ini sama spt yg lain.

    Mulut terasa terkunci.

    Hiks…crying….crying.

    Depth in my heart..

    Am sick, g berguna.

    Siapa sih gw?

    Buat apa gw ad drmh ini?

  4. Ak g tw km.
    Bgtupun jg kamu gak tw ak.

    Orang sudah menganggapku
    Tidak becus!!
    G punya otak.
    Sombong.
    Egois
    Cuek dan g punya perasaan.

    Apa mereka tw “semua itu sekeluarga dengan yang “jamak” itu.

    Mgkin bawaan dr si “jamak” itu.
    Ak tidak ingin spt ini.
    Sifat2ku hanya kemunafikan.

    Tak seperti yg dbayangkan.
    Org menyangka ak hdup bhagia dengan ksendirianku drmh ini.

    Punya keluarga yg sukses, bhagia dan berhasil.
    Punya nama, jabatan, dgn sokongan sejumlah saudara.

    Mereka tw it, tp tidak tw ak.

  5. Malu, hina rasanya diri ini.
    Ingin rasany seperti semut2 kecil yg mempunya keluarga.

    Atw ingin jd seti2k debu yg tdk kasat mata?
    Hidup/pun mati, toh g ada orang yang tw.

    Sehari ini pintu tdak ku buka.
    Knp dengan tulisan km?
    Ada apa? Knp km ad dsini?
    Cerita itu…

  6. Email, password semua sudah ku rubah.
    Hanya gara2 dia? Damn!!
    Siapa si dia?

    Dia yg menyakitiku. Yg tdk tw ak keberadaan si “jamak”.
    Tw tp tdk mendengar hanya melihat.

    Apa tuhan melarangku untk hdup layakny oranglain?
    Wktu mnunjukan tepat jam 2.10 pagi.
    Mata dan pikiranku mash terpusat dengan sempurna.

  7. Dari yg hanya masker,
    Suatu saat bisa dilepas.
    Sampai dengan menunjukan jatidiriku siapa sbenarnya.

    Dan akhir kembang mulai menguncup.
    Ku kembali menutup diri dengan email+passwrd yg baru.

    Personal_secret_only_i_knew
    Sering ak menghina, mencerca. Bahkan menghakimi org lain.
    Seolah ku menjadi raja di bumi ini.

    Tapi apa? Hati ini sakit, ternodai oleh si jamak yg jahat.

    Lagi2 tersebar ditulisan km.
    Ak gak ngerti, knp tulisan km mesti ada?

  8. Si tablet putihku telah lama habis.

    U”re right butterflys

    Ak hirup udara dengan nafas panjang.

    Tapi ku berhenti ditengah2 nafasku. Dan sesudahny ak menulis tulisan ini.

    Nafasku kn tetap terhenti.
    Sampai ada yg menelpon dan dengan kesal tidak ada jawaban dariku.

    Bahwa mereka tdak tau bahwa ak telah…………

  9. Dear Butterfly,

    Your blog entry has touched me deeply.
    If you’re interested in watching the film, please email me and I will arrange a way for you to see it 🙂

    Keep strong,

    -paul

    • Ah senang sekali Paul mau berkunjung ke blog penuh curhat ini 😀 saya hanya bisa menulis, karena itu talenta terbesar yang diberi “sutradara hidup” untuk saya lakoni. Maka bisanya cuman membantu lewat tulisan 😀

      Thriller film Paul yang bikin orang punya visualisasi baik mengenai Bipolar Disorder. You are very talented 😀

      Soal nonton filmnya, mau banget. Rencananya akan ada premiernya lagi kah? Premier versi DVD-nya, kalau ada aku mau nonton dan beli DVD-nya 😀 karena itu film bagus buat ditonton, dianalisa, dan dikoleksi.

      Keep the good work ya…makasih sudah mampir 😀

    • Hai, i am one of your “At the very bottom of everything” fans.
      How can i watch full version of that?
      Calon teman hidupku ternyata mengidap bipolar disorder. Saya gak berencana untuk meninggalkan dia.
      Tapi saya butuh untuk mengerti dia lebih dalam. Mungkin dengan menonton film anda bisa membantu saya mengerti apa yang di pikulnya selama ini dan tau gimana membantunya menjalani hidup.
      Please send me an email about your movie. I beg you. 😦
      Makasih..

    • Hi butterfly. Very nice post!
      Ngga kerasa terharu baca blog anda. Jadi ngebayangin beban berat yang di pikul seorang bipolar disorder.
      Saya sangat berharap kita bisa ngobrol byk tentang bipolar. Karena saya juga dekat dgn seseorang yg mengidap itu.
      Bisa email saya?
      Salam kenal 🙂

  10. pacar saya sepertinya mengalami bipolar disorder..
    tapi gimana caranya supaya dia menyadari hal itu…???

    saya perlu berbincang banyak dengan anda..

  11. Hai Altanjeera…of course kita boleh bincang banyak…dengan segala kerendahan hati, saya akan mencoba membantu semampu yang saya bisa….karena sebenarnya saya bukan ahli bipolar 😀 But hey, kadang kala kita hanya butuh cerita kan…semampu yang saya bisa, saya akan coba dengarkan. Aku email ya nanti…

  12. saya selalu merasa depresi dan gejala” yg saya temukan dari bipolar disorder, sudah 6 bulan saya depresi dan saya mulai menarik diri di antara teman”, saya ingin sekali sembuh, bolehkah saya mengobrol dengan anda juga?
    saya ingin keluar dari kondisi ini karena yg saya pikirkan hanyalah bunuh diri saja

  13. Dearest Nana,

    Please don’t said that. Coba kita hadapin sama-sama ya. Saat ini yang bisa saya lakukan, let’s pray together. Saya sebenarnya,bukanlah ahli yang bisa mendiagnosa kamu dengan tepat. Tapi dengan segala kerendahan hati, saya mau kok untuk mendengarkan cerita kamu. Kita pasti bisa sama-sama menemukan jalan keluarnya. Kamu ngga sendirian kok. I’ve got your email, aku email ya. I really want to hug you know. Be strong ya…bear hug

  14. dhianebellz it’s not my real name, just call me dhinda 😀
    sebenernya gw jg penasaran sm yg nm nya bipolar disorder, pas searching2 d google ktmu blog ini, tlsn ttg bipolar disordernya bgs sekan2 loe bs th dr sudut pandang penderita bipolar disorder 🙂
    oiya blh tukeran link blognya?

  15. penasaran gw sama bipolar disorder ini..
    ini bisa dibilang penyakit kah?
    nyoba cari2 di gugel banyak pembahasan tentang penyakit ini dan beberapa penyebabnya..
    cuma yang gw bingung bukannya setiap orang pasti punya fase naek n turun yah?
    terus kenapa ada yang disebut mengidap bipolar disorder?
    tengkyu buat penjelasannya ^,^

  16. @Dhinda : Saya pernah dekat dengan orang yang berada di lingkaran bipolar 😀 Yuk kita tukeran link blog 😀

    @Tony Toni : mmm…sebenarnya aku buka ahli banget soal ini. Yup benar, setiap orang punya fase naik dan turun. Bedanya, orang bipolar punya kecenderungan untuk berlebihan memaknai emosi itu. Ketika dia depresi, dia bisa menyalahkan dirinya habis-habisan, merasa tidak layak hidup, dan kondisi terburuk adalah dia akan mengakhiri hidupnya.

    Dan ketika dia manic atau merasa semangat berlebihan, dia akan melakukan sesuatu yang dia suka tanpa tahu kapan berhenti…melakukannya berlebihan…meski badannya sudah kecapean…dia akan terus melakukan apa yang dia suka karena dia ngga punya kesanggupan untuk menentukan batasan bagi dirinya sendiri.

    Yup, orang bipolar cenderung tidak mengerti membuat batasan atas dua emosi yang paling lazim bagi kebanyakan orang karena dia merasa kebahagiaan atau kesedihan adalah emosi yang mengerogoti dirinya…hope that will help you to understand about this emotional disorder.

  17. yeah gpp justru pengen tau tanggepan yg bukan formal kaya dari dokter gitu seh..hehe..
    hmmm sori nanya lagi, apakah orang yang “moody” bisa dibilang bipolar disorder?
    coz sebenernya gw punya sahabat yang dia kadang2 ceria banget kadang2 murung banget sampe ga mau diajak bicara. Gw pernah dikasi tau sama kakak nya dia emang pernah cerita punya trauma masa lalu yang keluarga nya pun ga tau apa yang nyebabin dia trauma.
    saat gw tanya langsung ke sahabat gw dia jg ga mau cerita, dia takut kalo penilaian orang ke dia, terutama penilaian gw ke dia jd menurun.
    gw anggepnya apa itu karena dia perfeksionis so dia ga mau berbagi cerita yang bisa nurunin “nilai” dia?
    dan trauma ini, yang gw tau, yang nyebabin dia ga mau menjalin hubungan percintaan lagi selama hampir 6 tahun sampai sekarang.

    and satu lagi masi tentang orang moody, jujur gw sendiri moody, dalam artian saat mood gw bagus gw bisa dapet inspirasi buat gambar n desain gw dengan cepet, begitu juga sebaliknya.
    yang mau gw tanyain, apa gw juga punya kecenderungan ke penyakit seperti ini? apakah orang yang memiliki bipolar disorder dan dapat menghasilkan sebuah karya yg bagus (dalam episode manic) bisa dibilang penyakit? apa semua orang harus menjadi “normal” dan ga mampu menghasilkan karya yang bagus?

    tengkyu buat kesabaran nanggepin pertanyaan gw.. hihi..

    • hmmm sori nanya lagi, apakah orang yang “moody” bisa dibilang bipolar disorder?

      sebenarnya ada seperangkat tes untuk mengetahui apakah kita bipolar atau ngga. Dulu psikolog yang aku wawancara bilang, buku panduannya tebel banget. Karena ini termasuk emotional disorder jadi arsirannya bisa banyak. Tapi balik lagi, bipolar disorder itu berbeda dengan kondisi emosional lainnya karena dia benar-benar ada pada titik ekstrim dari manic dan depresi. Nah menurut gua sih, kalau lu moody tapi masih bisa beraktivitas sewajarnya ya itu terbilang moody biasa. Tapi kan ya itu spektrum emotional disorder itu luas jadi ngga bisa dibahas hanya dari satu gejala atau situasi.

      apa semua orang harus menjadi “normal” dan ga mampu menghasilkan karya yang bagus?

      van Gogh itu salah satu pelukis hebat yang mengidap bipolar dan beberapa dari karyanya malah muncul dari situasi manicnya dia. Karena ketika dia manic, dia merasa optimis, dia merasa bahagia, dia merasa percaya diri, itu yang bikin dia terus berkarya. Itu kenapa saat situasi manic ini dia akan kesulitan untuk berhenti bekerja sampai emosinya benar-benar habis dan masuk ke tahap depresi.

      Menurut gua sih, sebagai orang awam, karya bagus atau engga itu pengaruhnya emosi. Apakah emosinya harus bahagia atau sedih, itu juga sangat tergantung. Karena ada pelukis kaya Mark Rothko itu lukisannya energinya gelap banget tapi orang tetep bisa merasakan sisi masterpiece dari karyanya dia…karena emosinya tersalur sempurna.

      Jadi ngga bisa dibakuin sih menurut gua apakah karya bagus hasil dari sebuah situasi normal atau tidak 😀

      Mudah-mudah membantu ya

  18. ohh pantesan mendalam bgt tlsn ttg bipolar disordernya 🙂
    yuk tp gmn cr tuker link d blog y?
    maklum msh newbie dlm mengotak atik blog hehe…

  19. saya merasa tidak mengenal diri sendiri sejak lulus SMA, banyak kejanggalan-kejanggalan yang saya rasakan. yang pasti kemampuan saya untuk bersosialisasi menjadi semakin berkurang.
    rasa hina, tidak berharga dan malu terus melekat di hidup saya.
    skrg saya tidak juga menyelesaikan skrips saya, ini smt kedua saya mengontrak skripsi. namu nketika gejala ini datang, dunia serasa kacau.
    hidup saya semakin suram, dua kali hampir menyerah dan say “goodbye”, alhamduliah sampai saat ini saya bisa bertahan. tapi bagaimana besok?

  20. hello there, butterfly
    saya memiliki ibu mertua yg menderita bipolar disorder cukup ekstrim, dan walaupun saya mengerti ttg penyakitnya itu namun seringkali saya merasa lelah secara fisik dan pikiran dalam merawatnya. kadang saya sedih kenapa ini harus terjadi pada saya. bolehkah saya berbagi dengan kamu, agar rasa lelah ini terasa ringan, agar saya juga terinspirasi untuk semakin sabar dan telaten merawatnya. terima kasih.
    tulisan kamu benar-benar saya baca pada waktu yg tepat. kamu menambah bara pada api semangatku yg semakin lama semakin padam. do email me if you don’t mind.

  21. Saya memiliki pasangan yang memiliki ciri2 BD..
    Saya sangat menyayanginya..
    Meskipun terkadang ragu karena sifatnya yang kerap kali menyakiti perasaan saya,ketika emosinya sedang tidak stabil..
    Saya ingin membantunya..
    Apa yang hrs saya lakukan?

    • Saya punya pasangan yg sangat Pinter,ambisius.tp emosinya cepet berubah.disisi lain saya pgn ngedampingi dian ngajak k psikolog.tp Saya bingung ngajaknya…bisa tlng masukannya?

  22. Kepada pemilik blog ini “Butterfly Menikmati Dunia” mohon izin untuk berbagi informasi tentang Gangguan Bipolar di blog ini. Salam kenal untuk anda sekalian.

    Teman-teman sekalian yang mengalami gangguan bipolar atau yang orang tercintanya mengalami bipolar, perkenankan saya berbagi informasi dengan anda.

    Saya pernah mengalami gangguan bipolar selama bertahun-tahun. Alhamdulillah sekarang saya sudah pulih. Saya sudah menuliskan pengalaman bipolar saya dalam sebuah buku berjudul “Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah”. Saya juga sudah merilis ebook berjudul “Berdamai Dengan Bipolar”. Mungkin buku dan ebook ini bisa membantu anda.

    Informasi selengkapnya silakan kunjungi blog saya : http://curhatkita.blogspot.com.

  23. Dear Mas Tarjum,

    Terima kasih sudah mampir…ah senang sekali menambah teman baru dan membantu saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman mengenai Bipolar Disorder. Oiya, bukunya sudah masuk ke toko buku kan ya? Mau punya euy….

    Salam kenal Mas Tarjum

  24. Saya slalu mrasa kesepian, gak PD, sedih, dan susah. Smua yg ditulis di blog Anda saya rasakan.
    Saya bisa memukul, membanting, menendang ketika marah. Setelah itu bisa ketawa2 lg, aneh.
    Saya ga bisa tidur stiap tau bsk mau brtemu orang. Saya mudah menangis, marah, dan impulsif akan banyak hal.
    Inikah Bipolar? Sy baru tau ini sbh penyakit, saya kira slama ini krn ga ada yg prnah ajari sy utk pd n berani sedari sy kecil. Utk penderita Bipolar, sy butuh kalian

  25. Aku seorang bipolar….selama 5 tahun aku menderita menjalani hidup setiap hari rasanya beban yang menyiksa…
    Tapi harus tetap berjuang setidaknya untuk tetap bernafas karena tidak jarang aku memikirkan untuk mengakhiri nyawaku sendiri..
    Kini aku tidak begitu dihantui perasaan jamak yang kejam itu lagi, karena aku bertahan dan aku menjadi kuat. Kini hanya sebatas perubahan suasana hati yang masih dapat kukendalikan sendiri.. Meskipun aku harus divonis menderita beban ini seumur hidup, maka aku akan berdamai dengan penyakit istimewa yang Tuhan ciptakan ini dan menjalani hari-hari dengan menyerahkan seluruh hidupku kepadaNya….

      • Salam kenal juga… 🙂
        Terimakasih untuk artikel anda yang benar2 tulus ini… saya harap semakin banyak orang2 seperti anda yang mau peduli pada orang2 menderita bipolar. Anda seorang normal namun tidak menghakimi, tidak seperti kebanyakan orang yang menganggap orang bipolar sama dengan orang gila yang perlu di hindari…terimakasih untuk pesan tulus anda ini…
        Tuhan memberkati…

  26. nice post…

    satu tahun lalu sy divonis skizofrenia oleh dokter, tetapi beberapa hari kemudian dokter merelat vonis nya menjadi bipolar disorder.

    terus terang saya kurang yakin dengan vonis dokter ini, adakah cara supaya saya dapat yakin 100% bahwa saya betul-betul menderita bipolar???

    terima kasih

  27. hei… saya sudah membalas emailmu. maaf saya lama membalasnya, sebab emailmu masuk ke spam dan saya baru mengeceknya hari ini, terima kasih 🙂

    semoga selalu bahagia, kita semua 🙂

  28. hi salam kenal semua…ternyata saya tidak sendiri…selama ini saya bingung kenapa sikap saya seperti ini….rasanya hidup begitu berat..melewati setiap hari adl perjuangan…saya merasa bersalah krn sikap saya, tp saya tidak bisa mengontrolnya…saya berusaha tersenyum dan tenang tp didalam hati saya berteriak, menanggis,…rasanya lelah sekali….dan sering terlintas utk meninggalkan semua ini, untung saya msh bisa menahannya. baru beberapa bulan yg lalu sy divonis BD oleh spikiater, tp sy tidak yakin juga krn hampir sebagian besar yg saya alami adl didasar, dijurang, jarang sy merasa diatas….saya takut ketemu orang, tidak tau bgmn bersosialisasi, seakan2 kemampuan itu lenyap seketika…saya bingung harus berkomentar apa, harus bicara apa dgn org, yg saya inginkan hanya bersembunyi dalam kamar…saya butuh teman share dan syukkur sy ditunjukkan kesini, ….please email me….

  29. @Kriw, Vivi, and Kukumalu : My dearest friends, please be patient to receive my email ya. I’ll promise I’ll help you guys the best i can and i’ll pray all of you will face your hardest time with love from God.

    Padatnya jadwal kadang membuat aku tidak fokus untuk membaca pesan kalian dan aku ngga mau sekadar baca karena aku percaya tidak ada yang serba kebetulan. Sabar ya teman-teman aku akan sediakan waktu untuk kalian. God love you all

    • Dear kukumalu,

      Berdasarkan rekomendasi Paul Agusta,sutradara film yg aku attach di posting ini, ada beberapa dokter yg ahli utk menangani Bipolar Disorder di Sanatorium Dharmawangsa.Paul juga merekomendasikan Dr. LS Chandra atau Prof. Sasanto Wibisono utk konsultasi.

      Silahkan berkonsultasi ke sana ya and please be strong.Love you kukumalu.God love you more

  30. Dear Butterfly menikmati dunia…thanks utk infonya.

    Morning all…..saya divonis bipolar jan 2012 kmrn tp telah bertahun2 sy org moody dan cenderung blue bawaaannya Sy masih ragu apk sy bipolar krn yg saya rasakan lebih banyak depresinya spt : gelisah, bingung, panik, sedih, berpikiran tidak berguna, merasa bersalah, terlintas bbrp kali keinginan utk bunuh diri, males, capek luar biasa, males berinteraksi dengan orang, takut ke mall atau ketemu orang atau tempat yg rame, sakit kepala, mau marah, rasanya tergesa2…rasanya itu tanda2 depresi ya atau ada campuran hypomaniknya? masukan donk dari ciri2 diatas apk sy termasuk kategori bipolar atau hanya depresi? thanks all…ditunggu masuknnya

  31. Hai. . .
    Aku merasa sdg menderita bipolar disorder tapi entahlah aku masih merasa ragu.
    Karena aku tidak mau memiliki penyakit ini, tapi kenyataan sepertinya berkata lain.
    Selama 2 tahun ini aku benar2 tidak punya teman, padahal 2 tahun ini aku merasa sudah jatuh sampai ke dasar.
    Aku bingung..
    Hanya dengan membaca postingan ini, aku sekarang sdg menangis.
    Aku sebenarnya kenapa??

    • Dearest Denita,

      Sebenarnya untuk mengetahui apakah kita punya bipolar atau tidak adalah dengan menemui psikiater atau psikolog. Mereka punya kemampuan untuk mendiagnosa secara detail apa yang kamu alami.

      Tapi berada pada situasi terpuruk memang tidak pernah mudah untuk dihadapi. Ini yang kemudian membuat kita tidak percaya dan kemudian menjauhi lingkungan serta orang-orang yang sebenarnya sayang banget sama kita.

      Coba untuk percaya bahwa pasti ada banyak orang yang sayang sama kamu, cobalah untuk membuka diri dan biarkan orang-orang itu menolong kamu. Kamu ngga sendirian kok neng….trust me…you are not alone….

      • Heh..
        Udah lumayan lama ya aku coment dsini.
        Aku gak tau kalo coment aku dibales.
        Hmm~
        Skrg aku udah merasa lebih baik, berkat seseorang.
        Aku belajar cara menghadapi kesepian dari dia.
        Dia jga mengajarkanku tntang betapa berharganya diri kita.
        Tapi sayangnya dia tidak nyata, karena dia adalah seorang member boyband asal Korea yg ketemu aja belum prnah.
        Kadang aku merasa aku ini udah gila.

  32. kalau jdi diabetes seseorang sulit mengendalikan nafsu makan karena insulin sudah kacau, sedangkan bipolar sulit mengendalikan moodnya karena kartisolnya. itu yg gw baca dari brosing… yg jdi pertanyaan apakah bipolar bisa sembuh???

    kebetulan saya memiliki ciri seorang bipolar jga…

  33. @Subhin : Hai…thanks for coming by. Aku pernah dekat dengan orang yang hidup dengan bipolar. Sampai saat ini belum ada obatnya, sama seperti diabetes. Orang yang hidup dengan bipolar harus mengonsumsi obat untuk menstabilkan fungsi kortisol mereka yang bermasalah atau untuk membuat mereka lebih tenang secara emosi. Sebenarnya untuk penyakit-penyakit psikologis yang diperlukan adalah bagaimana membuat mereka tetap dapat diterima dan kualitas hidup mereka tetap baik. Untuk menjaga kualitas hidup tetap baik, ada beberapa penyakit yang butuh bantuan obat.

  34. Hi Butterfly.. Tulisanmu bagus bgt ttg bipolar disorder ini. Seneng deh ada yg peduli ttg kasus ini 🙂
    Aku baru beberapa bulan yg lalu divonis sakit jantung koroner. Awalnya karena tingkat depresiku sangat tinggi, pola makan, & masalah olah raga (kata dokter). Belakangan ini kondisiku semakin ngedrop, dan malah ditambah aku sering bgt sedih, ngrasa bersalah, ngrasa selalu ga cukup baik, pokoknya rasanya cm sedih terus nyampe aku kadang nangis seharian sampe ga bisa bangun dr kasur. Paginya, aku tiba2 ngrasa seneng bgt cm gara2 hal kecil sampe rasanya aku capek bgt gara2 terlalu seneng.
    Sampe sekarang, aku masih ga tau mau gimana sm keadaanku, karena aku ga cerita sm teman2ku. Aku takut dianggep gila atau freak sm orang2.. Tp rasanya berat kalo aku laluin sendiri. Kadang aku takut nglewati 1 hari dg keadaanku yg semakin drop & sifatku yg aneh ini.
    😦

    • Hai Greet, boleh tahu umurmu berapa? Lalu gimana sekarang pengobatan jantung koronernya? Yup kadang vonis dokter terhadap penyakit yang kita idap mendatangkan satu kondisi psikologis baru yang membuat kondisi fisik kita makin drop. Aku rasa temen curhat yang ngertiin keadaanmu bisa sedikit membantu kamu untuk keluar dari perasaan bersalah dan ngga cukup baik. Semangat ya, carpe diem, raih hari ini. Jangan pikirkan apapun hasilnya, cukup yakini yang kamu lakukan adalah baik. Menurutku sih, modal untuk menikmati 1 hari adalah percaya bahwa setiap hal yang dilalui adalah sempurna karena Sang Pemilik Hidup tidak pernah salah hitung 😀 Mudah-mudahan membantu ya.

      Nice to know you…

      • Hi, my partner is a bipolar n we’re having problem with our relationship now. She wants to break up and said that she’s been drifted away from me. It happened all of sudden. I’m trying so hard to keep our relationship, but she insisted of breaking up n it’s over between us. I do need help whatt I have to do coz I do want to keep our relationship n I don’t want to loose her. Your urgent reply would be highly appreciated. I would appreciate more if you can reply to my direct email. Thank you.

  35. hallo butterfly .. ive been searching about bipolar stuff and it seems that you can help me 🙂 is there any chance we can chat/talk through email or else?

    fyi, ive been seeing a shrink, an then she said: im normal, im just a typical teenagers. but i can tell she is wrong. i just know that somehow..

      • Hi Kak, aku punya pasangan yang aku curiga kalau dia bipolar karena he blame me on everything dan dia sering minta udahan sama aku ga jelas.. Padahal bisa 10 menit sebelumnya dia bilang sayang sama aku tapi ketika aku tanya kenapa mau putus dia bilang its simply because aku udah ga sayang sama kamu. I really need your help kak please help me can you reach me through email? Thank you so much i really appreciate your help

  36. menakjub kan kata2 nya.. aku ngerasa kaya gtu udah lama.. tapi bener2 ber episode.. ga sering mood nya pun masih bisa di kendaliin.. tp, klimaks nya pas aku ditinggalin lagi sama orang yang sangat2 aku percaya.. orang yang aku pikir sangat aku cintai.. haha karna udah kesekian kalinya aku kehilangan.. aku ngerasa sakit nya bermulai dari situ aku harus ngerasain dijauh kan dari hal yang aku mau dan harapkan.. saat itu aku cuma bisa nangis ngerasain depresi berat DALAM SEBULAN nangis tiba2 tiap malam.. nyalahin diri sendiri.. akhir nya pun membaik.. tapi, jadi lebh aktif bawel sangat mudah tersinggung dan pengen beraktifitas di banyak bidang. tapi, sekali nya ngedrop aku cuma mau sendiri nangis tiba2, saat argumen ku ga diterima rasa nya kecewa itu datang, saat semua kesibukan itu membelit pikiran ku aku hanya ingin lari sendiri.. sampai aku pernah nangis di jalanan sambil jalan kaki padahal aku ga tau mau kmana.. aku gampang sakit kepala kalau ngerasa stress trus nangis.. sampai yang paling parah aku pernah mncoba untuk bunuh diri.. dan skarang2 ini aku baru tau tentang pnykit ini.. aku jadi semakin takut gelisah dan gatu harus gimana. aku jarang dirumah karna aku takut nunjukin saat aku depresi didepan mama ku yang skarang cuma satu2 nya orangtua dalam hidup ku.. kawan, aku tau kau bukan ahli dalam penyakit ini.. tapi, aku rasa kau mampu mendengar curhat ku tanpa harus menganggap ini salah.. dantidak akan memojoki, menyalahi atau memungkiri aku kenapa2. aku ga tau harus gmana aku ingin rasa ini hilang. hanya 2 orang yang tau masalah ini. aku pernah bilang sama mama tapi dia memungkiri ke anehan aku. dan dia malah memarahi ku itu benar2 membuat ku drop.. aku bingung.. maaf terlalu banyak bicara.. terimakasih atas cerita kamu di blog nya sangat menyentuh 😀

    • Sending Pra a big warm hug…ini patah hati karena diselingkuhin pacar ya? If your answer is yes, then i’ve been there dear 😀 …patah hati buat saya adalah masa-masa kegelapan, suram and i don’t like it so much. Tapi kemudian yang berhasil bikin aku kembali mencintai hidup adalah, hanya orang oon yang ninggalin gua demi orang lain hahahahaha…mungkin terdengar egois, but hey you have to give yourself a good credit. Yang pergi kan dia jadi emang bukan dia yang man enough to be with you. Trust me a better man will come.

      Pengkhianatan itu emang kejam jendral, dan aku tahu gimana rasanya kebangun tengah malam dan nangis tiba-tiba….its suck…waktu aku ada di posisi itu, all my friends yell at me…they want me back…my life want me back itu yang kemudian aku sadari sebagai sebuah pilihan yang realistis. Kita pasti ingin partner terbaik yang mendampingi kan, so why have to stuck with coward. Hanya orang-orang berani yang punya nyali untuk mengakui kalau dia udah ngga punya cinta untuk pasangannya.

      Cheer up ya dear, you’ll find a better partner..and equal one, the one who will give you more than love, but also make you comfort of who you are and of course the one who respect you most. Ayo mulai mencintai hidup, biar energi positifnya muncul ntar kalau udah muncul enak nunjuk laki mana yang layak untuk dijadikan pendamping qiqiqiqiqiqi….

  37. terima kasih buat udah nge post tentang hal ini,ada beberapa hal yg saya baca ttg bipolar disorder itu pas dgn saya dan keadaannya pula. sebelumnya saya ga tau menahu tentang keadaan ini tapi setelah baca blog kakak saya merasa yakin kalau saya sakit ini. entah itu kebetulan atau bagaiman saya memang blm ke psikolog atau psikiater karna beranggapan bahwa hal seperti ini biasa saja mungkin sayanya yang banyak dilema dan permasalahan yg membuat mood saya cepat sekali naik turun beberapa bulan ini. saya terkadang merasa di titik dimana saya merasa sangat sendiri dan amat sedih bila tidak ada orang di sekitar saya kalau ada temen2 saya saya merasa sangat riang bercanda gitu dan tiba2 nangis dan murung gitu. apakah saya harus ke psikolog dulu atau psikiater untuk membahas hal ini ? makasih mohon direspon ya kak 🙂

  38. Hi Della, aku pikir sih ngga ada salahnya untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater. Karena mereka memang belajar untuk mendalami emosi manusia and they good with that. Analisanya akan sangat tajam dan objektif. Please go if you believe that will rilief you. Anggap aja kaya pergi ke tempat curhat profesional. Ngga cuman dibolehin cerita tapi juga dibantu untuk mencari solusinya, seru kan ;D Dan sebenarnya ngga semua orang punya kemampuan untuk mengenali dirinya, sometimes we need someone to give us the big picture. Believe in yourself ya ;D

  39. Hi Pris,

    What a good and sincere writing about bipolar. I’d like to know more what I can do to help someone closed to me that also a bipolar. I’d be grateful if you could give me your mobile phone no.# so I can call and ask you some questions. You may contact me by email angela_chiang@ymail.com or call me at +6281330216171. Thanks so much Pris and I’m looking forward to hearing from you soon.

  40. Saya pun bipolar disorder dr lahir,,dr kecil saya sudah menderita dgn emosi yg sangat berlebihan,saat kecil saya hiperaktif,smakin hari smakin menjadi,,bertahun2 saya mngalami 2 kutub yg saling menyatu ini,berat rasanya berada di lempengan2 kutub yg menyatu ini,skrg umurku 23tahun,,baru ketahuan 6bln lalu..dan saya jg ternyata mempunyai penyakit kelainan yg langka yg ternyata dr lahir diberikan otak yg berbeda dr manusia normal,berada turun ke bawah,yaitu arnold chiari malformation 1 dgn syringomyelia beserta syringomyelia yg bs membuat saya lumpuh seluruh organ tubuh saya,saya udah operasi kepala saya,tp itu hanya untuk mencegah kemungkinan yg terjadi,saat ini saya sedang berjuang dgn 2 penyakit ini,,terasa berat..apalagi ketika sedang fase manic,dr saya masi kecil saya berani memegang pisau untuk berusaha menyelakai ibu saya,,membakar koran,memukul,menendang,membanting,tv pun pernah saya banting,ngumpet di lemari dan sampai skrg emosi saya masi seperti itu,,tp dari dulu,dunia luar tidak tau seperti apa diri saya,yg tau saya hanya kelurga dekat saya,dan pacar saya skrg,krn saat berpacaran dgnnya saya bs menyiksanya,membenturkan kepalanya ke tembok,,dan melukainya dgn catokan yg panas dllnya..krn saya orang yg perfeksionis td bs menelorir kesalahan dan saya tdk mau ada yg kurang mnurut saya,dan dulu waktu kecil memang saya berkeinginan mati,saya tp tetap berpikir takut,dan berpikir saya kalah dr kehidupan..skrg saya masi kuliah,krn bipolar saya lebih suka berhura2,bermain bsma teman,tnp habis energi saya,dan akhirnya saya blm lulus,yg mnjadi beban pikiran saya..saya sangat merasa sedih krn wlopun kelurga saya tau penyakit saya,tp ibu saya ttp berpikir klo saya itu anak durhaka sombong ga pny perasaan dll..wlopun untungnya tidak ada satu pun teman saya yg tau bagaimana saya ketika emosi aku berlebihan,,dan saya pun untungnya saya gampang bergaul dgn tmn,dan mempunya banyak teman,dan slalu menjadi yg utama diantara yg lain,krn sifat bipolar saya yg perfeksionis,cerewet,dan ingin menjadi pusat perhatian,dan slalu ingin hura2 bersenang2 belanja,dr saya sblm tk saya senng sekali masturbasi stiap harinya..dan saat saya konsultasi ke dokter,saya dilarang sendirian tnp beraktifitas,,krn klo saya sendiri saya suka berpikir2 hal yg diluar org sehat pkirkan(bkn berarti saya berpikir mati)..saya selalu ingin bebuat sesuatu untuk dunia,dan nama saya dikenang slamanya..dokter menyarankan utk mencari kegiatan yg aku sukai..aku sangat menyukai baca puisi,dan ingin menjadi artis..dan akhirnya alhamdullilah berkat kontrol ke dokter,,saya bs ikutan syuting2,,,saya sudah main sinetron,dan ada di iklan partai nasde,saat ini saya ingin mengapresikan apa yg saya harapkan..saya ingin berguna utk dunia,dan sukses,dan dikenang slamanya wlopun suatu hari sudah tdk ada didunia ini..yg menjadi kendala?saya udah minum obat serequel tp saya susa tdr malam..pdhl saya sedang ingin menggapai cita2 saya yg bentar lg saya raih yaitu artis,tidur menggangu aktifitas saya..wlopun tidur 3jam saya ttp bs beraktifitas dgn kuat,krn akting bagis seorang bipolar adalah hal yg gampang dipelajari..siapa saja yg baca bantu saya,,kita para penderita bipolar kadang tersiksa atas yg dipikirannya..

    • Oia bipolar ini kadang menguatkan aku dr penyakit langka ku ini,ketika aku pny smangat yg berlebih,tetapi dia bs menjadi musuh untuk pnyakit langka ku,ktika aku sedang emosi yg berlebihan,membanting barang,otot2 ku menjdai kencang,otot kepala ku pun menjdi kencang,pdhl itu sangat berbahay krn tdk boleh lg mengangkat berat,melempar,dan menegangkan otot kepala,6bulan lalu sblm bipolar ini terdeksi,mataku dluan yg akhirnya penglihatannya tdk normal smpe skrg,krn bipolar manic muncul,syringomyelia ku pun menjadi..bipolar ini mengganggu kehudpan bahagiaku yg telah dirampas olehnya..smpe hari ini,bipolar saya udah parah sehari saya bs ngomel berlebihan,tiba2 cerewet,tiba2 byk aktifitas,dan kdang yiba2 berdiam memikirkan yg tdk peru dipikirkan,tiba2 merasa bosan,lalu kemudian sedih,lalu kembali menjadi semangat berlebihanbtetapi saya seperti ituu ketika saya berada dlm keluarga saya,pacar saya,maupun kesendirian..jika saya berada ddlm lingkungan luar,teman,kampus,lingkungan syuting saya menjadi sangat aktif bersemangat dan ceria sbecanda ketawa,yg membuat saya ggampang diterima ilingkungan luar(tanpa kkeluarga dan pacar saya skrg)..tp tetap ibu saya selalu berpikir klo saya itu ga pny perasaan,ga berguna,anak yg tau diri dllnya,pdhl waktu itu saya sempat operasi kepala yg resikonya kmungkinan 50% saya hidup..selalu dr kecil saya maraah dgn pernyataan itu,krn dlm hati saya,saya menyayangi keluarga saya..tp saya selalu merasa diri saya kuat,wlopun byk cobaan yg allah berikan,pnykit langka saya yg tdk ada oobatnya dan berharap saya masi bs berjalan melihat mendengar dan berbicara,,mungkin saya bipolar turunan genetik dr ayah saya,makanya dr kecil saya sudah bipolar,,dr sd sudah berani memegang pisau dan histeris,,dan saya pun pernah mengalami masa di mana ayah saya dipenjara,dan org tua saya bercerai ketika saya SMA 70 dan tidak mempunyai rumah mobil dan harta benda sdikit pun,,ketika mmasa itu,saya aga menjadi org yg canggung bila dgn org baru,ibu saya pindah kebandung dan saya ngotot smpaio saya ngamuk2 ingin tetap ngkos di jkt seorang diri dikosan kumuh..saat itu saya amat sedih hati saya dgn keadaan itu,tp saya selalu bermain bersama teman saya,shingga saya tetap ceria..dan saat saya ngekos sendiri,bipolar saya tidak kambuh,saya merasa tenang,wlopun cobaan sedang menghadapi saya..tetapi saat saya tinggal dgn ibu saya kembali,bipolar saya tdk pernah ilang,saya pernah disakiti oleh pria krn saya tidak pernah bs menahan bipolar saya yg mempunyai nafsu yg berlebih(pdhl hati saya ga ingin itu terjadi),sehingga saat saya pny pacar kembalii yg baik smpe sekarang,saya menjadi bipolar memperlakukan pacar saya..sebenernya pada dasarnya sseorang bipolar tidak ingin berbuat itu,tp mereka tdk bs melawannya krn mereka telahdiperdayai oleh penyakit itu,,jgnlah menyalahkan seorang bipolar krn kekejamannya,ketidakpeduliannya,seandainya mereka sembuh mereka tidak ingin berbuat itu..pada dasarnya seorang bipolar hanya membutuhkan seseorang berada disampinginya mngertinya,menyayanginya,menyemangatinya,mengingatkannya dgn bahasa yg lembut..andaikan dia mendapatkan itu dia akan merasa tenang dan nyaman..aku ingin penyakit bipolar yg kuterima dr kecil ini ,perfeksionis,aktif dan semangat dllnya menjadi hal positif dgn menciptakan karya yg luar biasa suatu hri nanti..

  41. Oia aku ingin bercerita kembali di blok mu ini klo waktu dulu saat pnyakit kelainan langkaku dr kecil blm muncul gejala2nya..saat bipolar saya mnjadi aktif,saya klo marah bs lari2 pinggir jalan raya sambil teriak2 hiseteris,tetapi saya lakukan saat dunia luar yg mengetahui siapa saya itu ga ada yg kenal..sempat saya pernah marah2 dengan pacar saya sekarang 2tahun yg lalu saya,saya lari2 keluar mall,dan saya mengamuk trs memukuli pacar saya,krn tiba2 saja saya merasa marah,dan akhirnya saya diangkut mobil polisi dan menyelesaikan di kantor polisi..bipolar make me crazy,but bipolar menguatkan saya..mencoba sembuh dari 2 penyakit yg sangat berat yang telah diberikan olehg allah dr saya lahir,yg menurut saya blm tentu org kuat jika menjadi saya..makasi aku udah cerita di blog ini..maaf ya aku nulis banyak di blogmu,,krn ingin menceritakan siapa saya,krn dunia luar yg mengetahui siapa saya,,mereka tidak mengetahui betapa anehnya saya..

  42. Hi there Zoraya,

    Maaf baru sempat membalas. Terima kasih sudah begitu terbuka bercerita banyak hal tentang apa yang kamu alami. Ini memberikan gambaran bagi saya dan orang-orang awam yang tidak mengerti secara detail bagaimana bipolar harus berhadapan dengan 2 kutub emosi.

    Please be strong ya Zoraya, aku lihat kamu masih punya semangat untuk sembuh dan percaya bahwa kamu kuat untuk menghadapi ini semua. Pelan-pelan kamu menyalurkan manic kamu ke sesuatu yang kamu suka sudah mulai memberikan efek positif, keep on believing in yourself ya dan rajin konsultasi plus minum obat yang diberikan dokter ya…setidaknya ini membantu kamu untuk lebih tenang serta percaya diri untuk menghadapi segalanya.

    God love you Zoraya, God will always love you…. *pelukberuang*

  43. haii…butterfly, bagaimana aku bisa mengontak kamu ? | saya sudah muak dengan kondisi saya, saya mulai kehilangan rasa percaya terhadap diri saya sendiri, saya sudah mengisolasi dari lingkungan saya semenjak 1,5 bulan yg lalu, please…help me soon

  44. Hai Butterfly………………….
    Saya ingin bercerita sedikit tentang saya
    Saya mengalami kesulitan dalam sosialisasi
    TErkadang saya ingin ikut bergabung dalam suatu pembicaraan
    Namun entah mengapa mulut saya seakan sulit untuk berbicara
    HIngga saya dicap seperti orang pendiam
    Dan saya kurang memiliki banyak teman
    Tentu karena mereka bosan atau canggung terhadap saya
    Dari sejak saya menginjak usia SMP saya sering mengalami frustasi yang berlebihan
    Padahal itu hanya karena masalah kecil
    Entah mengapa saya selalu gagal dan gagal dalam semua usaha
    Akibatnya saya selalu melalui hari-hari dengan terpuruk, fikiran tak tenang, saya merasa tak berguna, dan bila berusaha pasti akan gagal lagi
    Saya selalu memikirkan hal-hal buruk apa yang akan terjadi nanti
    Hingga suatu sa’at saya sangat merasa capek dengan ini semua dan pernah berfikir untuk berhenti hidup saja
    Saya bisa merasa sangat bahagia hari ini
    Namun besok saya bisa tiba-tiba ingin menyendiri dan meraa tak pernah ada orang mengerti saya
    Karena mereka semua selalu eninggalkan saya sendiri
    Sa’at saya cerita kepada seseorang ia menganggap saya terlalu berlebihan
    Saya memulai berfikir memang benar saya berlebihan, banyak teman saya yang coba’anya lebih berat dari sya
    Saya berusaha lebih tegar tapi tetap saja saya selalu merasa terpuruk-terpuruk dan terpuruk
    Bahkan karena terlalu banyak pikiran terkadang itu membuat pekerja’an atau kegiatan kecil saya terganggu
    Saya bisa mengerjakan sesuatu berkali-kali seperti orang bingung
    Saya mulai mencari apakah ada orang yang seperti saya ini, dan sbenarnya saya ini kenapa, hingga saya menemukan blog ini.
    Apakah yang saya alami ini bipolar disorder
    Jika benarbantu saya untuk lepas dari ini
    Ini sangat mengganggu kehidupan saya

    • Dear Putri,

      Sebenarnya perlu pengamatan khusus untuk mengetahui apakah seseorang memiliki bipolar disorder atau tidak, karena ini adalah salah satu gangguan psikologis emosi yang spektrumnya sangat luas dan saya bukanlah ahli untuk memberikan konklusi dari pengamatan tersebut. Seperti teman-teman yang pernah bertanya hal yang sama, saya akan selalu menyarankan untuk berbicara kepada psikolog atau psikiater karena memang kompetensi saya bukan di sana.

      Tapi saya bersedia untuk menjadi pendengar, I’ll try my best to be a good listener. Dear Putri, menurutku, kebahagian dan hidup itu adalah satu paket. Buatku, kita tidak akan sempurna menikmati hidup jika kita tidak men-set pikiran kita akan kebahagiaan. Maksudku gini, kamu bahagia atau tidak itu sangat amat tergatung pada pilihan persepsi yang ada di kepalamu. Dan aku percaya, ketika kita diberi kesempatan untuk hidup itu sama dengan kita diberi kepercayaan untuk bahagia. So try to embrace life, dengan kamu mencintai hidup maka kamu sudah membahagiakan dirimu sendiri.

      Dan apakah orang bahagia atau tidak itu dilhat dari seberapa baik dia bisa berinteraksi dengan sekitar? Menurutku sih ngga juga ya, karena kemampuan orang untuk berinteraksi dengan orang lain juga sangat beragam, ngga semua orang ditakdirkan untuk menjadi cerewet seperti saya hehehehehe….Kebayang deh kalau semua orang cerewet, hidup hanya akan dipenuhi dengan suara orang bercerita tanpa ada yang mendengarkan. Padahal keseimbangan hidup itu ya ada yang memberi cerita dan ada yang menerima cerita. Ada yang bagus interaksinya ada yang ngga, that’s one of the beauty of life.

      Menurutku, kamu cobalah menjadi dirimu sendiri. Coba jangan memberikan argumentasi pada apapun yang dinilai orang. Nikmatin aja, ketika kamu sampai pada tahap menikmati maka kamu akan menyadari apa itu kebahagiaan. Di saat kamu sampai pada menyadari kebahagiaan seperti apa, maka kamu akan menjadi tahu bagaimana membagikan kebahagiaan. Pelan-pelan, ngga usah dipaksa….santai aja…kenali diri untuk tahu bagaimana dia mendefinisikan kebahagiaan dan aku percaya semua orang dilahirkan dengan kemampuan itu kok….just don’t stop to believing.

      Love life and life will love you back….

      • Dear butterfly

        Udah lama sy ngak nulis ke kamu. barusan sy baca comment kamu soal kebahagian adl pilihan kita sendiri. saya tidak setuju, benar2 tidak setuju. itu tidak berlaku utk orang bipolar…bagaimana bisa sy memilih utk bahagia padahal cairan kimiawi dikepala saya secara alami tidak seimbang,cairan yg menentukan mood saya.
        Setiap hari saya berusaha bersikap senang, tenang, terkontrol. sampai2 teman kerja saya mengatakan dia salut dg sikap saya krn selalu tenang walau ada gejolak apapun dikantor, sy selalu tenang. Psikiater saya juga bilang…selama sya konsultasi dgn beliau saya terlihat normal bukan seperti orang yg menderita sakit jiwa. Tapi…tapinya ini yg penting, apa yg saya rasakan di hati saya? saya merasa kacau, gelisah, mau marah, meledak, tidak berharga, pengen tidur seribu tahun, pengen nangis , pengen teriak, pengen mengamuk, pengen menikam nikam seseorang/sesuatu…itu yg sebenarnya yg saya rasakan. Bagaimana saya memilih utk bahagia? tolong bantu saya. Thanks

      • Dear Kukumalu,
        Menurutku, segala yang kita rasakan ada kontribusi dari apa yang kita pikirkan. Itu kenapa, menjadi bahagia atau tidak adalah bagian dari proses membentuk pikiran mengenai kebahagiaan. Yang memang pada kenyataanya, proses pendefinisian kebahagiaan sendiri sangat tergantung pada pengalaman, pengetahuan, dan pengaruh sekitar. Ini membuat definisi menjadi sangat relatif. Tapi kembali titik baku dari batas relatif itu ada di kendali pikiran kita. Sama kaya bagaimana kita memikirkan untuk musik seperti apa yang kita suka,semua sangat tergantung bagaimana kita menerjemahkan musik yang enak untuk telinga dan rasa.

        Betul sekali, para teman-teman dengan bipolar disorder memiliki keterbatasan kontrol emosi karena ada kondisi spesial pada cairan di otaknya. Ini memang membuat mereka menjadi sangat sulit menghadapi satu kondisi emosi, karenanya dari manic bisa secepat kilat menjadi depresi. Tapi apa berarti tidak bisa merasakan atau memilih untuk menjadi bahagia? Saya percaya bisa, mengapa dan bagaimana?

        Mengapa, karena salah satu emosi asali manusia adalah menjadi bahagia. Its in our gene. Lalu dengan kondisi hormon otak yang tidak stabil gimana? Ini yang kemudian coba dihadapin dengan cara terapi serta mungkin bantuan obat. Terapi cognitive behavior misalnya, membuat teman-teman bisa memetakan kemampuan kognitif termasuk kognitif emosi. Plus bantuan obat yang juga diberikan bertujuan untuk membuat otak bekerja lebih stabil. Jadi aku percaya, teman-teman bipolar bisa memilih dan memikirkan untuk menjadi bahagia. Tapi memang prosesnya tidak secepat atau sestabil mereka yang tidak memiliki bipolar. But you can, and you have to believe that you can. Salah satu cara untuk menjadi bisa adalah dengan tetap melanjuti proses terapi dan mengikuti aturan obat kalau memang terapis memberikan.

        don’t stop in believing ya….love you

  45. Hai Butterfly………………….
    Saya ingin bercerita sedikit tentang saya
    Saya mengalami kesulitan dalam sosialisasi
    TErkadang saya ingin ikut bergabung dalam suatu pembicaraan
    Namun entah mengapa mulut saya seakan sulit untuk berbicara
    HIngga saya dicap seperti orang pendiam
    Dan saya kurang memiliki banyak teman
    Tentu karena mereka bosan atau canggung terhadap saya
    Dari sejak saya menginjak usia SMP saya sering mengalami frustasi yang berlebihan
    Padahal itu hanya karena masalah kecil
    Entah mengapa saya selalu gagal dan gagal dalam semua usaha
    Akibatnya saya selalu melalui hari-hari dengan terpuruk, fikiran tak tenang, saya merasa tak berguna, dan bila berusaha pasti akan gagal lagi
    Saya selalu memikirkan hal-hal buruk apa yang akan terjadi nanti
    Hingga suatu sa’at saya sangat merasa capek dengan ini semua dan pernah berfikir untuk berhenti hidup saja
    Saya bisa merasa sangat bahagia hari ini
    Namun besok saya bisa tiba-tiba ingin menyendiri dan meraa tak pernah ada orang mengerti saya
    Karena mereka semua selalu eninggalkan saya sendiri
    Sa’at saya cerita kepada seseorang ia menganggap saya terlalu berlebihan
    Saya memulai berfikir memang benar saya berlebihan, banyak teman saya yang coba’anya lebih berat dari sya
    Saya berusaha lebih tegar tapi tetap saja saya selalu merasa terpuruk-terpuruk dan terpuruk
    Bahkan karena terlalu banyak pikiran terkadang itu membuat pekerja’an atau kegiatan kecil saya terganggu
    Saya bisa mengerjakan sesuatu berkali-kali seperti orang bingung
    Saya mulai mencari apakah ada orang yang seperti saya ini, dan sbenarnya saya ini kenapa, hingga saya menemukan blog ini.
    Apakah yang saya alami ini bipolar disorder
    Jika benarbantu saya untuk lepas dari ini
    Ini sangat mengganggu kehidupan saya

    • Hi Putri,
      Sebenarnya aku bukan expert yang bisa mendiagnosa whether you have bipolar or not. Seperti teman-teman lain yang pernah bertanya hal yang sama ke saya, hal yang bisa saya lakukan adalah menyarankan kamu untuk bertemu dan berkonsultasi langsung ke ahlinya. Karena mereka punya pengetahuan dan tools yang lebih komplit untuk menelaah apa yang kamu alami.

      Tapi bukan berarti bahwa saya akan meninggalkan Putri. Saya percaya tidak ada yang kebetulan. I’ll bring you into my pray. Dan kalau ada yang ingin didiskusikan, mari kita berkirim komen 😀

  46. Dear butterfly, I read this and I was touched.
    Kalau nggak keberatan aku ingin berbagi, because I have no one to talk to dan kamu adalah orang pertama yang ingin aku ajak berbagi. Kalau aku kirim ceritaku lewat email boleh? 🙂
    Terimakasih sebelumnya, tulisan kamu luar biasa bagus dan menyentuh. Semoga kamu selalu dlm lindungan Tuhan.

  47. mbak, saya boleh minta alamat emailnya? saya ingin bertanya tentang bipolar disorder.. Saya mempunyai beberapa gejala yang mirip dengan gejala bipolar disorder yang diceritakan di atas.. Saya tidak tahu harus cerita ke siapa.. Saya takut akan semakin parah.. terima kasih

  48. Teman-teman,

    Lucky me that i found this community. Jadi ada komunitas untuk teman-teman yang hidup dengan bipolar disorder. Mereka sangat terbuka dan ada hotline service-nya yang bisa dihubungi Whatsapp +6289629035525 dan twitter-nya @BipolarCenterID

    Semoga dengan info ini, teman-teman bisa langsung berhubungan dengan mereka yang ahli. Lalu, apakah ini berarti saya tidak ingin mendengar cerita teman-teman lagi? No…not like that, saya selalu percaya berbagi adalah hal salah satu keajaiban dunia. Dengan berbagi, apapun bentuknya kita jadi bisa meringankan beban, menemukan jalan keluar, dan terpenting menikmati hidup dengan lebih berani. So, i would love to hear your story. Dan untuk pendapat dari para ahli, saya akan tetap menyarankan teman-teman untuk mengontak mereka yang memang berkompetensi menjawab dari sisi itu dan Bipolar Center ID ini adalah salah satunya.

    Keep in touch ya friends….love you…and God love you

  49. Hi Butterfly Menikmati Dunia, tulisan kamu bagus, sangat menarik dan mencerahkan. Aq Eki, salam kenal. Sepertinya aku adalah salah satu orang yang dihadiahi oleh yang Maha Kuasa dengan Bipolar Disorder ini. Kadang aq suka sedih, dan aq sama sekali ga bisa ngontrol mood ku. Dan akhirnya banyak orang yang bilang aku sombong, karena suka ga peduli lingkungan. Dan sekarang semua orang one by one and almost all of them menjauhi aq, dan aku selalu hidup dalam kesendirian. Aku coba cari kesibukan dengan ikut perkumpulan dan organisasi lingkungan yang ada di kota ku. Sejenak bisa menghilangkan perasaan buruk ini, tapi ketika kembali ke kamar dan pulang ke rumah, penyakit ini kembali lagi. Aku tinggal di kost, dan semua anak2 yang tinggal seatap denganku, memandang dengan tajam seakan2 ada makna “ngapain kamu tinggal disini, lebih baik pergi dari sini, kita tidak mengharapkan kehadiranmu disini”. Toh, aq tetap berusaha semampuku buat suasana menjadi lebih baik, ingin bercerita dan berbagi dengan seorang teman dan sahabat, namun sayanganya aku tidak memiliki apa yang diebut Sahabt atau teman dekat. maaf ya aku jadi sedikit mencurahkan isi hati. Well, thank you buat tulisan kamu yang begitu istimewa. Salam hormatku, Eki 🙂

    • hi there Eki….salam kenal juga….

      Jangan terlalu membebani diri dengan pikiran negatif…..karena ini akan bikin kamu lebih sulit untuk menjalani rutinitas. Misalnya soal pemikiran kamu tentang teman-teman sekosan yang melihat kamu dengan tajam, belum tentu mereka berpikir negatif ‘Ki. Coba untuk lebih santai. Coba untuk tidak melabeli apapun, termasuk pada diri sendiri dan terlebih pada tatapan orang terhadap kita.

      Aku percaya setiap orang adalah spesial karena itu Sang Pemilik Hidup menciptakan setiap manusia langsung dengan tangannya sendiri, karena kita unik. So be proud of yourself….dan definisi bangga pada diri sendiri bukan semata-mata hanya diterima oleh orang lain, tapi ketika kita bisa menerima diri kita sendiri maka itu adalah bentuk kebanggaan terbesar menurutku. Ini akan membuat kita mengakui betapa indahnya hidup.

  50. terlepas ttg topik yg kamu bahas, cara bertutur kamu bagus sekali. tdk bosan utk dibaca. mengenai topik ini; saya mengenal manic depresion dari beberapa tulisan. sempat khawatir bhw saya menderita hal ini krn saya tiba2 saja saya melakukan banyak hal bermain gitar piano melukis memasak membuat kue menulis puisi cerpen melawak cenayang dll. tapi kemudian saya bisa larut berjam2 dlm tangis bersama solo gitar tanpa akhir hingga jari2 terkelupas blues alternative dan sejenisnya atau dalam piano dari chords ke chords tidak jelas. terkadang saya berpikir saya adalah nabi dgn bisikan tuhan yg sgt jelas tak pernah membaca al quran tp selalu mengutip isinya. tapi semua tlah berakhir! ya saya diberi karunia pernikahan. walau istri saya selalu menangis tp hidup saya benar2rutin datar spt orang normal. bahkan saya sdh lama tdk memegang stratocaster dan blues. saya bebas dari bisikan2. perkawinan mmg lbh buruk drpd bipolar tp jika menyembuhkan knp tdk?

    • hi there penuhingintahu….terima kasih….saya emang suka cerita….jadinya cerewet….keliatan yak ditulisannya hahahahaha…..

      be happy all the time ya….karena kebahagiaan lebih dari sekadar menyembuhkan…dia menenangkan. Salam sama isteri ya ;D

  51. Artikel ini membuat saya merasa tidak sendiri, ada sahabat ∂απ keluarga saya yang meskipun tdk begitu mengerti namun, mau unk sekedar memahami bahwa saya adalah org dgn bipolar disorder… Dukungan mereka membuat saya memiliki keinginan yang kuat Untuk sembuh….

  52. Saya baru menyadari beberapa hari yang lalu kalau saya juga seorang Bipolar Disorder. Terimakasih artikelnya “uni”, sekarang saya tidak kesepian lagi karena teman hidupmu juga merasakan hal yang sama denganku. Semoga teman hidupmu sembuh dan menjadi orang besar layaknya Lincoln, Paul Agusta, Rowan Atkinson dll.
    # Terimakasih atas kepeduliannya.
    # Semoga para malaikat menemani setiap penderita Bipolar seperti DIRIMU.

    • Hai there Ahmad,

      Well ini cerita tentang mantan pacarku sebenarnya….i wrote this when we already broke up…tapi menurut saya, kepedulian ngga kenal status pacar atau udah mantan….saya juga berharap yang sama untuk dia, semoga dia semakin menikmati hidup karena dia berhak untuk bahagia seperti kamu juga berhak untuk bahagia…. oiya coba follow @BipolarCenterID ini akun twit untuk teman-teman yang hidup dengan Bipolar. Saya follow dan sangat memberikan begitu banyak insight….

      Selamat merayakan hidup ya

  53. Wow..tulisannya bener” bagus & menyentuh..
    Aku pribadi gak tau dngan pasti apakah aku bipolar atau gak. Tapi bisa dibilang dngan sangat jelas bahwa aku depresi tingkat tinggi, mood berubah dngan sangat drastis & punya kecenderungan menyakiti diri sendiri. Kalo boleh aku mau komunikasi secara langsung bisa? Lewat email atau bbm. Mungkin kita bisa temenan. Thanks before.

  54. ternyata diluar sana ada juga yg mengalami ha; yg sama seperti yg saya rasakan. . sejam yang lalu happy, tapi sekarang tiba-tiba udah mau nangis. please aku butuh teman share. . balas komen ini ya..

  55. Just wanna cried a lot when reading these. Karena aku juga dijug bipolar. Dulu semuanya normal. Tapi lama-lama orang-orang bilang ada yang salah dengan aku. Dan aku takut cerita, bahkan terhadap keluarga. Aku merasa sendiri lebih baik. Dan benar saja, kayu yang ada di pundakku bukan hanya memberatkan, tapi membakar kulit. Hidupku. Saat aku lebih senang memilih sendiri, mandi berjam-jam di bawah guyuran shower tengah malam, yang ada hanya bayangan kekelaman. Berhenti kuliah, orang tua yang tidak lagi bekerja, aku yang selalu dikejar dan ditekan tuntutan kerja, yang aku mampu lakukan tapi aku tidak sukai, kehilangan orang yang dicinta, dan akhirnya aku sekarang. Manajemen kantor tidak yakin lagi akan kemampuanku. Dan aku akui, sulit buat aku untuk konsentrasi bahkan malam saja aku cuma diam, memikirkan banyak hal. Kadang aku benci diriku yang penuh kegagalan dan dinilai tidak stabil. Ingin menekan tombol help tapi pada siapa. Aku sering sulit konsentrasi, bahkan untuk hal-hal kecil di mata orang lain. Aku gampang gugup, dan akhirnya orang-orang disekitarku tidak yakin. Hingga aku sendiri yang membenci keadaanku ini.

    • daved, gabung aja di komunitas bipolar yg ada di twitter: @BipolarCenterID (ada juga sih grup facebooknya, tp aku lupa namanya). di situ kamu bisa ketemu tmn2 yg sama2 bipolar, ada no hp-nya juga jd kamu bisa ikutan curhat klo butuh…kita bisa saling tuker cerita, kamu jg bisa dapet berbagai tips dari sana seputar cara2 menjaga mood biar stabil, dll. pokoknya seru deh 🙂
      ayo gabung, kamu nggak sendirian kok 🙂

      • aku ingin cerita. aku ngga tau apa aku ini BD atau bukan tapi sama seperti cerita di.atas. aku nenderita penyakit langka. syringomyelia. sampai saat ini aku hanya mnjalani pengobatan alternatif. aku belum percaya dgn pernyataan dokter untuk operasi. tapi emosi ku mmg sangat kelewatan walaupun belum terlalu parah. tapi tetap saja waktu dulu aku selalu berpikir untuk mengakhiri hidupku menyiksa diri. bahkan pernah tanganku patah karena menumbuk dinding atau sekedar membanting hp begitu.jg dgn laptopku dan ini sering aku lakukan. aku sering marah gara gara hal yg sangat sepele. dan terkadang aku berfikir apakah aku ini gila. apalagi klau rasa bosan melanda. aku juga ga ngerti dgn pikiranku. sama sprti cerita seblmnya diatas. aku bs kumat hanya dgn pacarku dan keluargaku. tp Alhamdulillah pacarku msh mau menrmani aku slma 5 thn ini. aku ga tau apa yg harus aku lakukan. terlebih apabila aku ingat penyakitku. aku putus asa tapi rasa itu msh bs kusembunyikan. terkadang sakit apabila mengingat aku.bs tersenyum di saat2 terberat dlm hidupku.sempat ingin menemui psikiater. tp bagaimana. aku ngga tau hrs apa 😥 terlalu bnyk prtanyaan yg aku sendiri bingung dan ga bs jawab. PLEASE HELP HELP HELP

      • betul sekali teman-teman, @BipolarCenterID sangat membantu untuk menjelaskan segala gejala dan kebingungan yang ada di teman-teman. Beberapa waktu lalu, aku pernah merekomendasikan komunitas ini karena percayalah teman-teman, kalian tidak sendiri….this community is the greatest!!

        @Chan : thank you for helping ya 😀

      • @Vina : My dearest Vina, be strong ya…..kamu sudah coba konsultasi dengan psikiater untuk membantu kamu memetakan emosi dan ketakutan kamu. Aku yakin mereka bisa membantu kamu. Be strong ya dear….hang on there…you’ve got something to stand for…let’s fight together…i’m praying for you dear….

  56. aku juga mau tanya sebenenya aku bipolar apa nggak,,,tapi aku udah lama ngerasa kalau aku agak cepet depresi, dan tiba2 menjadi seneng,,,,ibuku pernah menegurku, kalau aku aneh, habis nangis langsung tiba2 ketawa,,,

    tapi ya kalau depresi sih masih wajar biasanya ngurung diri di kamar,, nggak ngapa2in,,,males makan, habis itu tak tinggal tidur 😀

    aku juga suka nulis, dan pas lagi mood nulis bisa langsung nulis banyak banget,,,pas nggak mood sama sekali nggak ada ide…tadinya aku mau posting ttg bipolar di blogku tapi aku takut dianggap gila, dan selama ini alhamdulillah aku masih bisa mengendalikan kalau pas depresi….

    gimana saran kakak?

    btw aku iseng2 ikut tes di internet tentang tes bipolar hasilnya 39 (kategori Bipolar disorder
    – Moderate to severe symptoms)

    Results of your
    Bipolar Quiz
    You scored a total of 39

    Bipolar disorder – Moderate to severe symptoms
    Based upon your responses to this bipolar disorder quiz, you appear to be suffering from moderate to severe symptoms associated with a bipolar disorder. People who have answered similarly to you typically qualify for a diagnosis of Bipolar I Disorder and have sought professional treatment for this disorder.

    Some people who score in this range qualify instead for a diagnosis of Bipolar II disorder, which is characterized by periods or episodes of hypomanic mood (instead of a manic one).

    You should not take this as a diagnosis of any sort, or a recommendation for treatment. However, it would be advisable and likely beneficial for you to seek further diagnosis from a trained mental health professional soon to rule out a possible depressive disorder.
    Save Your Results!
    Register now (or sign in now if you’re already a member) to save these quiz results.
    (You must be logged-in first in order to save your quiz results.)

    S C O R I N G K E Y
    If you scored… You may have…
    51 & up Bipolar disorder
    – Serious symptoms
    36 – 50 Bipolar disorder
    – Moderate to severe symptoms
    25 – 35 Bipolar disorder likely
    16 – 24 Either bipolar disorder II or depressive disorder
    10 – 15 Possible depressive disorder
    0 – 9 No disorder likely

    This is not a diagnosis tool.
    Only a health or mental health professional can make a diagnosis of Bipolar Disorder.
    – See more at: http://psychcentral.com/cgi-bin/bipolar-quiz.cgi#sthash.V3WmMuA1.dpuf

    • Hai Aulia, bipolar itu adalah perubahan emosi yang sangat ekstrim. Dari yang luar biasa bahagia, menjadi luar biasa depresi. Dan ketika mereka depresi, mereka akan mengurung serta mengisolasi diri, bahkan ekstrimnya bisa melakukan yang sangat diluar batas kesadaran manusia. Psikiater akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui apakah seseorang bipolar atau tidak, karena depresi sering menjadi salah satu ciri dari ketidakstabilan jiwa seseorang tapi ada satu indikator penting yang membedakan depresi yang satu dengan yang lain. Untuk itu, aku selalu menyarankan teman-teman untuk konsultasi ke psikiater karena mereka lebih mengerti cara menemukan bipolar disorder.

      Saranku, ketika kamu sedang semangat menulis, menulis lah dan keluarkan semua emosi yang tertahan melalui tulisan. Coba bercerita dan berbicara melalui tulisan, karena ini bisa jadi salah satu cara untuk membantu kita memetakan emosi juga….keep on writing ya neng….

      • Hay, terima kasih sudah membuat post tulisan ini. Bagus sekali. Aku di vonis mengidap bipolar disorder sejak setahun yang lalu. Dulu, aku menyangka bahwa aku sendirian dengan bipolar disorder ini. namun setelah membaca post ini, setidaknya saya melihat that I’m not alone again. Selama episode manic, saya banyak menghasilkan karya berupa banyak tulisan prosa, puisi, cerita, bahkan saya bekerja pada media cetak di kota saya saat ini. Bagi pengidap bipolar lainnya, jangan pernah takut untuk berusaha keluar dari kegelapan. Kita manusia yang sama seperti mereka semua 🙂 btw, apakah saya bisa berkirim email dan saling sharing mengenai bipolar disorder?. please email me at debby(dot)deteksi@gmail.com

        thank you 🙂

      • yuphh,, dear sist debby,, keep sharing,, gak sendiri ko,, bipolar itu bisa diatasi,, meski butuh proses,, but be optimist,, pemilik jiwa kita adalah kita sendiri,, bukan penyakit atau kelainan apa pun,, lumayan positif juga ya cara kamu spending time di manic period, ke arah seni . Dan sekedar berbagi, hampir semua tokoh dengan kelainan bipolar itu emang sukses di dunia art/kesenian, yah intinya tanpa tekanan kerja/free. Tapi tetep mesti bisa kontrol. kalo saya, ngadepin fase manic, ngabisin di seni tar, terutarama gestur, dan olah raga. Yaahh walopun kadang aku gak bisa kontrol dan berlebihan saking asiknya lupa waktu. Untungnya banyak yang ngingetin. Meskipun lewatin debat dulu. Tapi semuanya lancar ko. Nah kalo udah fase depresi, biasanya buru2 aku berbaur sama keluarga/temen2,, soalnya kadang sering sulit banget nahan emosi. Pernah malah aku saking down-nya mukul2 kaca sampe tangan berdarah. Untungnya masih tertolong. Sejak itu aku jadi ektra perhatian sama yang namanya anti depressan. Sekarang siihh kondisi aku makin stabil. Meski tetep aja masih butuh dorongan. So keep fighting.

      • Hai Debby, kamu pasti penulis yang hebat mau dong baca tulisannya 🙂 Terima kasih sudah begitu terbuka untuk berbagi bersama teman-teman bipolar dengan menyantumkan alamatmu di dalam komen. Be happy all the tipe,beib coz God love you unconditionally … terima kasih sudah mampir ya 🙂

  57. saya sudah merasakan ciri-ciri dari penyakit ini, sa.at dpresi datang yg saya rasa hanya gelap dan kaku dalam badan , masalah trberat yg saya hadapi adlah ktidak pedulian dari keluarga.

  58. aq pernah menderita gangguan bipolar 4 tahun lalu dan sempat dirawat di RS (tp bukan RSJ). Alhamdulillah dengan kasih sayang Allah SWT dan dengan dukungan dari keluarga dan sahabat aq sudah pulih dan bisa kembali normal. mungkin masih ada sisa2 gejala. tapi Alhamdulillah aq sudah bisa mengendalikan dan InsyaAllah tanpa mengkonsumsi obat.
    bagi teman2 yg merasakan gejala ini mendekatkan diri dg Tuhan adalah cara yg InsyaAllah mujarab untuk mengendalikannya. senantiasa bersyukur dan tawakal atas semua keadaan ya….

      • saya juga mengidap penyakit ini tpi saya sekarang kembali cukup pulih, okelah sdkit cerita dulu saya kecil pernah ada tekanan hidup, ibu saya selalu membicarakan keburukan saya but its okay satu hal buat tmen2 semua

        KMU BILANG DALAM DIRI SENDIRI jangan membeci masa lalumu terima kenyataan bila kmu fokus mengingat keburukan masa lalumu berati kmu sekaligus mencintainya, Maafkan orang yang telah membencimu memaafkan tidak ada sangkut pautnya kpada orang lain.
        kedua jngan salahkan situasi kondisi, dan jagan salahkan diri sendiri melainkan TANGGUNG JAWAB APA YANG TERJADI PADAMU
        hanya itu saja yang bisa bagikan semoga dapat membantu dan blog kmu sngat bagus sekali
        e-mail: nur.fachmi@gmail.com

  59. saya sangat tertarik dengan tulisan anda, walaupun secara garis besar saya sudah menangkap apa itu bipolar disorder melalui tulisan anda, tapi keingintahuan saya terhadap bipolar disorder rasanya lebih besar daripada itu ..
    kalau anda tidak keberatan, apakah kita bisa saling share via email ?
    terimaksih

  60. Hallo Mbak Butterfly, senangnya baca tulisan Anda di blog ini. Mbak menulis dengan penuh kasih dan empati.
    Saya tak tahu seorang bipolar atau szizofrenia. Yang jelas sejak memasuki fase remaja saya sering depresi. Kalau sedang pd saya akan punya banyak teman dan kenalan. Namun saat tidak pedenya muncul saya maunya mengurung diri di kamar saja, malas ke mana-mana. Bahkan untuk pergi ke rumah tetangga pun merasa malu, takut sikap saya aneh. Terakhir Agustus lalu saya ke psikhiater dan katanya saya paranoid dan selalu waspada.
    Obat telah habis, insomnia kembali kambuh. Kadang saya bisa tidur nyenyak dan bermimpi, namun kadang semalaman otak saya bergerak terus bagai film panjang yang terus berputar. Esok harinya di tempat kerja saya murung seharian dan susah sekali untuk tertawa lepas seperti biasanya. Sudah setahun sejak Agustus lalu saya mengalami fase depresi ini walau akdang ada fase saya percaya diri.
    Tentu saja kerja terganggu, rumah tangga (saya sudah punya suami menikah selama 15 tahun) juga menjadi kurang bahagia. Untung suami memaklumi. Walau kadnag muncul juga kesal dna marahnya karena katanya saya kadang oon banget dan sikapnya malu-maluin……aneh.
    Mbak Butterfly, terlalu panjang dan kelam kisha saya dengan riwayat penyakit kejiwaan yang panjang, yang menyiksa batin. Saya hanya ingin bahagia dan punya sahabat. Sayang saya snagat suakr untuk bergul dan bersahabat secara rileks. Saya terlalu serius, terlalu kaku, tidak punya rasa humor…..Masih panjang curhat saya, tapi ini sudha malam. Selamat malam Mbak, tetaplah menjadi sahabat bagi kami kaum yang bermasalah dalam hal emosi. Terima kasih.

  61. Sayang sekali Butterfly belum membalas komen saya. Mungkin blog ini sudah lama nggak ditengok. Lihat betapa banyak teman-teman yang butuh didengar, disapa, dimengerti. Bagi banyak orang kami sedemikian lemah. Mereka tidak tahu betapa beratnya perjuangan kami untuk tetap eksis. Mencaci saja tanpa mau jadi teman yang mau mendengar keluh kesah dan membantu keluar dari keterpurukan. Ah memang penyesalan hanya akan sia-sia. Mari menatap masa depan yang ceria, bagai teratai tumbuh mekar di kolam berlumpur. Salam bahagia.

    • My dearest mbak tia, maafkan kalau saya lama merespon. Tapi sebenarnya,setiap kali saya mendapat pesan dari teman-teman, khususnya yang ada di postingan ini, saya selalu membawa kalian dalam doa karena saya tidak pernah merasakan langsung apa yg teman-teman rasakan jadi saya menunggu waktu agar saya tidak terkesan sok tahu. Dan mendoakan teman-teman adalah bagian dari persiapan saya untuk berada di posisi teman-teman. Maaf ya 🙂 tetap main ke sini ya dan tetap bahagia. Mungkin mba bisa coba melakukan hal yang menyengkan ketika sedang percaya diri,untuk sekadar mengingatkan diri serunya menjadi pd. Dan ketika sudah pd yakini bahwa apa yang mba alami adalah kenyataan jangan dipikir terlalu serius,nikmati saja. Karena hidup adalah perayaan 🙂

  62. kak, aku pengen cerita sama kakak. jadi aku punya temen gitu, cowok. dia itu pinter, tapi pas presentasi ngomongnya cepet banget. dia juga curhat ke aku. tentang bipolar disoldernya. dan aku baru tau tadi, dia cuman cerita semua ini ke orang lain untuk pertama kalinya, yaitu aku. lebih lanjutnya aku email kakak yaa :)) makasih kak. reply yaa 😀

  63. kak, aku pengen cerita sama kakak. jadi aku punya temen gitu, cowok. dia itu pinter, tapi pas presentasi ngomongnya cepet banget. dia juga curhat ke aku. tentang bipolar disoldernya. dan aku baru tau tadi, dia cuman cerita semua ini ke orang lain untuk pertama kalinya, yaitu aku. kenapa dia cuma cerita sama aku kak? bukankah kalau cerita sama ayah atau ibunya lebih bagus? nanti aku mau tanya seputar hubungan seseorang sama orang yg bipolar disolder. lebih lanjutnya aku email kakak yaa :)) makasih kak. reply yaa 😀

  64. MENERIMA DIRI APA ADANYA, dan menjadi diri sendiri. bersyukur apa yang terjadi sekarang ini itu saja cukup baik bisa dibilang lebih baik oke temen2 🙂

  65. Saya mulai mencari tau ttg bipolar ini ketika saya tau bhw kekasih sy adlh seorang bipolar. Di satu sisi saya ingin sekali menolongnya tp disisi lain sy ga sanggup lg bertahan. Kl mbak ada waktu mgkin kita bisa share krn saat ini sy bnr2 dlm dilemma. Thx a lot.

  66. Aku baru tau kalok aku kena bipolar stelah saya brobat sendiri pskiater,aku cuma ngeraa slalu sendiri dan smua orang menganggp aku aneh…
    Ketidak percayaan sterhadap orang lain karena pernah dikhianati orang orang terdekat mmbuat aku menutup diri…
    Kadang aku merasa punya ide yg sangat bagus buat usaha atau bisnis, walau dalam bdang akademik aku sangat menurun…..
    Keseharianku hampa,aku tertawa tp aku slalu merasa smua yg aku lakukan palsu dan hanya menutupi smua ketakutan yg aku rasa bahkan tidak perlu aku takuti….
    Aku lelah dengan smua ini….

  67. Hallo Mbak Butterfly
    Ternyata saya nggak sendirian. Jika kumpul dengan teman-teman kerja, mau pun reunian dengan teman-teman sekolahku dulu aku merasa betapa dalam keramaian aku terpencil sendiri. Susah sekali untuk tertawa bersama mereka, humor, cerita seru. Rasa sedih dan minder masih juga membelenggu diri.
    Dilemanya, kalau aku nggak pernah ngumpul teman, nanti kian terkucil. Sementara kalau ngumpul mencoba untuk gaul, selalu nggak merasakan kenikmatan bahkan ada rasa iri terhadap mereka yang sehat psikhis dan nggak alami gangguan emosi.
    So gimana jalan keluarnya ya Mbak?

  68. orang kaya bipolar itu biasa..lah sy miskin, bipolar kagak sombong. 😦

    trima kasih bnyk bwt yg pnya blog ini..klo bisa bikin yayasanlah bwt si polar yg miskin ini, plis..

  69. sekedar inpormasi. ada loh penyakit kejiwaan yg lbh sentimentil dari mbakpolar ini..belum banyak yg tahu, namanya embarrasment ( bahasa indonesianya: Memalukan ). tuh dari namanya aja udah serem kan? penulisnya: prof.dr.irwan prayitno (sekarang jadi gubernur sumatra barat). mnurut beliau dalam bukunya, “ajaklah anak bicara” klo sy tdk salah halaman 42-45 diterangkan bhw pengidap embarrasment ini seringkali akan mengalami kehidupan yg sangat tdk mnyenangkan dari masa kanak2 sampai dewasa.

    tanda2nya sedikit-banyak ada kemiripan dg pengidap bipolar, tp pengidap embarrasment ini gak ada periode manic-nya/percaya diri-nya. gak punya teman satupun. takut keramaian, takut berbicara, menarik diri dari pergaulan, dkk.

    mirisnya, gak ada keterangan lain baik dari para psikholog, blog/website dsbnya yg menjelaskan tntang penyakit ini selain dari prof dr irwan prayitno tsb. mungkin sy adalah salah satu pengidapnya. tp klo sy lbh disebabkan oleh siksaan yg sering sy terima dari ayah sy di masa kecil dan remaja serta kurangnya rasa tanggung jawab dari ayah sy tsb.

    satu hal yg bisa membuat sy bertahan saat ini adalah ALLAH menyuruh kita sabar..sy biasa ke mesjid, solat berjamaah dan ikut taklim, tp sy tidak pernah berani menatap mata orang2 dan berbicara dengan mereka…gt. oya, butterfly yg baik hati, boleh gk sy curhat via email..?

    sekali lagi, terima kasih sudah berkenan berbagi…:)

    • wah sama kaya saya ini sampe sekarang kalo ngomong ke orang ga pernah natap mata orang lain , selain itu saya juga sama dengan cerita di atas pernah dibully oleh ortu ketika masih kecil, tapi saya “pernah” punya temen seiring berjalan waktu, pertanyaan saya apakah normal berbicara tanpa menatap mata orang lain? ataukah hal ini harus diubah? dapatkah diubah?
      terimakasih

      • Zico yang baik,

        Jangan langsung mikir salah satu “pertanda” adalah sebuah hukuman. Menurutku, menatap atau tidak menatap mata orang lain ketika bicara bukan petunjuk sakti kalau kita memiliki bipolar, banyak hal yang harus dicermati. Karena pada beberapa ajaran agama ada juga yang meminta pemeluknya untuk tidak menatap mata lawan jenisnya. Apakah dapat diubah, pasti bisa diubah. Tapi seberapa besar dampak merubah hal tersebut dalam meningkatkan kualitas hidup atau bersosialisasi? Kayanya itu juga perlu dipertanyakan, biar kita ngga buru-buru “menghakimi” diri sendiri

      • terimakasih sarannya 🙂
        saya juga ga menghakimi saya bipolar dari hal “menatap mata” itu
        g yakin saya ini bipolar atau ga walau mood sering berubah2 hehe

  70. Terimakasih kak sudah memposting ttg bipolardisorder, jujur sebenarnya saya tidak tahu apakah saya menderitanya atau tidak tapi dilihat dari ciri-cirinya sepertinya saya mengidap bipolar disorder. Hal yang saya rasakan adalah terkadang tanpa alasan yang jelas saya merasa ingin menangis,mama saya pernah berkata pada sàya jika punya masalah lebih baik cerita ,tapi saya sendiri bingung bagaimana saya mau cerita sedangkan saya sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin menangis. Awalnya saya berpikir mungkin karena sedang bad mood aja atau produksi air mata berlebih tapi kadang kalo lagi kesel saya bisa ampe lempar barang atau nyakitin diri sendiri akhirnya saya saya merasa ada yang aneh dengan saya jujur saja sebenarnya saya malu untuk menceritakan hal ini dan saya masih takut untuk datang ke psikiater, menurut kakak dari cerita saya di atas apakah saya termasuk bipolar disorder
    terimakasih

    • Dear Vely,

      Aku ngga bisa memberikan diagnosa yang tepat untuk apa yang kamu alami. Karena, aku bukan ahlinya dan setahuku, butuh tes yang komprehensif untuk menemukan bipolar disorder pada seseorang. Bipolar disorder masuk dalam kategori disorder emosi yang spektrumnya banyak sekali sehingga gejalanya bisa sangat mirip. Itu kenapa butuh tes dan konseling yang mendalam untuk itu.

      Aku tahu ada satu komunitas yang sangat intens membantu teman-teman bipolar, namanya Bipolar Crisis Center (@BipolarCenterID) aku pernah mention mereka di salah satu komen pada postingan ini. Mungkin kamu bisa coba follow mereka untuk mengerti tentang Bipolar Disorder lebih dalam lagi.

      Saranku, jangan malu untuk datang ke psikiater atau psikolog. Aku percaya setiap orang punya masalah kejiwaan atau psikologisnya masing-masing. Itu kenapa teman-teman psikiater dan psikolog bisa menjadi helper yang sangat profesional karena mereka punya ilmu banyak soal itu. Coba kurangi stigma negatif tentang konsultasi ke psikiater atau psikolog. Konsultasilah untuk dirimu, bukan untuk orang lain karena dirimu sangat berharga.

  71. aku tidak tau apakah bipolar ini akan sembuh atau tidak….
    yang aku tau adalah aku selalu mefrmerasa sendiri dan smua orang hanya menganggap smua yang aku ceritakan adalah sebuah sesuatu yg berlebihan….
    aku tidak percaya pada smua orang aku hanya percaya pada tuhanku dan pada pskiaterku….
    mengapa bipolar ini ada….
    aku hanya selalu merfasa terpuruk dan semakin terpuruk…
    aku siaPa?/dan aku knapa?apa aku aneh ato aku gila…
    ketika aku menjelaskan tentang apa itu bipolar mereka hanya bisa menertawakan aku….
    apa aku salah sperti ini…
    ku teramat lelah dengan perasaan yang sangat berlebihan ini….
    aku lelah ketika aku hanya bisa terdiam dan menangis spanjang malam atas apa dan kesusahan yg aku rasakan….
    aku juga lelah ketika aku marah kemudian aku senag setelah itu aku menangis aku lelah….

  72. untuk mengetahui apakah kita mengidap bipolar atau tidak harus seperti apa? apa saya harus menemui seorang psikiater? mohon balasannya, thx 🙂

  73. Aku juga seperti itu.. Hampir semua yang ditulis sma dengan yang aku alamin.. Aku ga tau mulainya dari kapan.. Tp semakin sini semakin ngerasa hopeless yang jauh lbh besar dari sebelumnya.. Ujung ujungnya berpikiran yg paling buruk.. Mau coba ke orang yg memang tau tentang psikologi tapi takut akhirnya menutup diri.. Mau berbagi juga ga bsa ujung2nya bohong.. Harus kya gimana?

  74. Salut, yg komen dr tahun 2011 sampe 2013 dan saya mengawali 2014.
    untuk pemilik blog terima kasih telah memposting artikel keren mengenai BD, websitenya saya bookmark untuk saya baca sewaktu waktu.

    untuk para penderita BD semoga kita bisa berteman satu sama lain, karena itu bisa menguatkan kalo saya, kalian, kita tidak sendiri. Saya penderita BD, saya sama sekali tidak pernah bersosialisasi,merasa tidak cocok dengan orang dan lingkungan, saya tinggal sendiri jauh dr keluarga, namun lebih banyak berdiam diri didalam kamar, merasa tidak punya tujuan dan tidak ada hal yg menarik bagi saya untuk dicapai, tengah malam kadang tiba2 saya menangis, saya bisa tidur cuma jam 6 pagi, malam itu sama sekali tidak tidur, kadang makan hanya sekali dalam sehari. begitu trus menerus, seperti patung yg dibiarkan hidup. semua yg disebutkan di article itu semua ada didalam diri saya, anyone can help me out?? pleasee help me… please

  75. @Pina & Megaardiani : Yup dear, untuk tahu apakah kita memiliki bipolar disorder, kita harus melakukan konseling dan pemeriksaan kepada ahli. Dan ahlinya adalah psikiater atau psikolog. Coba awali keinginan mencari tahu ini sebagai cara mencintai diri. Jadi abaikan pendapat orang atau bagaimana reaksi psikiater atau psikolog pas kita cerita nantinya. Psikiater dan psikolog, aku percaya mereka punya kemampuan untuk menenangkan orang karena mereka punya banyak ilmu untuk itu. Ilmu memahami manusia 🙂 Jadi lakukan ini untuk dirimu, karena dirimu berhak mendapat yang terbaik. God love you both so much

    @Icha: Sayang, ada komunitas orang yang hidup dengan Bipolar Disorder. Ini akun twitternya Bipolar Crisis Center (@BipolarCenterID) Coba follow mereka dan serap energi berbagi mereka yang luar biasa. Hope i help you….God love you Icha

    • dear butterfly, semua cerita yang mereka semua alami hampir persis dengan apa yg aq alami, apa yg mereka rasa pun semua hampir sama.. sampai sekarang aq masih belum coba untuk nemuin psikiater ataupun psikolog *takut untuk menerima kenyataan bila penyakit itu memang saya idap, apa yg harus saya katakan kepada orang tua saya? suami saya? orang2 di sekitar saya? i can handle it? i dont know.. 😥

    • Hi Butterfly… Thanks ya dah kasih tau tentang komunitas Bipolar Disorder… Aku lagi cari2 soalnya… Tadinya, sbg penderita Bipolar Disorder,aku pengen bikin blog khusus sih… Tapi kayaknya belum sempet aja… Ini langsung dari penderitanya lho… Klo kamu sempet ngedampingin dan mempelajari tentang Bipolar Disorder secara mendalam,salut banget… Thanks yah…

  76. Dear buttetfly, tulisan km adalah cerminan yg saya alami saat ini. Bisa kah meminta alamat emailmu untuk mengetahui banyak hal yg km ketahui ttg bipolar disorder. Sudilah km memberi saya alamat emailmu. Terima kasih.

  77. Dear Butterfly, saya baru saja masuk ke dalam kehidupan seseorang yg mengalami bipolar disorder. Boleh saya email langsung ke kamu utk sharing beberapa hal? Terima kasih ya..

  78. dear Butterfly,

    Saya salah 1 pengidap bipolar disorder yang sedang berjuang untuk bisa hidup secara normal. Kebetulan saya juga hobi menulis, dan itu media katarsis saya yang akhirnya bisa efek buruk dari apa yang saya alami. Mungkin kita bisa sharing bilamana ada waktu.

    It’s nice finding this blog.. 🙂

  79. ada yang terhapus dari tulisan saya..

    maksudnya adalah,”..bisa meminimalisir efek buruk dari apa yang saya alami..”

    😀

  80. Hi Butterfly,

    Just found this blog at sudden.

    Anda dari yang saya baca diatas pernah berpasangan dengan pengidap bipolar.

    Bagaimana jika permasalahannya adalah selain pasangan, anda juga pengidap bipolar ?
    Apa mungkin suatu hubungan saling mengisi dan mengimbangi dapat terjadi ?
    Atau mustahil sama sekali ?

    Thanks

    • Dear Misfaith,

      Rasanya kalau pertanyaanya apa mungkin….bisa dijawab mungkin-mungkin aja sebatas kedua pelaku hubungan memang punya persepsi keinginan yang sama dalam membuat hubungan saling mengisi dan mengimbangi. Rasanya hukum ini berlaku untuk semua pasangan. Be strong there

  81. Hei..
    Aku baru baca ini..
    Aku googling tentang gimana bipolar Itu..
    Sekarang aku lagi sama orang kecenderungan penyakit ini..
    Pengen share..
    Tp private..
    Bisa?
    Need your help..
    I wanna help him, Coz I love him 😦

  82. hey… semua.. 🙂
    senang banget bisa nemuin blog ini.
    Saat ini saya masih berstatus mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri.
    Saat ini saya di sibukkan dengan TA saya.
    saya tertarik untuk meneliti bipolar disorder, intinya sih, peranan dukungan sosial bagi orang yang mengalami BD.
    saya harap bisa mendapat informasi dari kalian semua… 🙂

  83. halo salam kenal,
    sy pernah mengetahui sedikit ttg BD ini dari TV s/d googling, alhamdulillah
    sy menemukan blog ini, jujur sy merasa ibu sy mengalami gelaja2 ini namun sy bingung
    bagaimana untuk memastikannya, gejala2 yang sy alami sekeluarga sedari sy kecil s/d sy
    sudah punya baby, dan kami sekeluarga hanya bisa terus-menerus mengerti keadaan ibu apabila
    sedang “kumat” atau depresi, ya…”kumat” adalah sebutan untuk ibu apabila sedang mengalami
    depresi…bolehkah sy share mengenai hal ini secara personal, sy ingin sekali membawa ibu ke psikolog/psikiater, namun selalu juga bingung untuk memulai dari mana? 😦

    terima-kasih.

  84. terima kasih sudah share,
    setelah divonis bd, smua terasa suram..
    walaupun sebelumnya juga suram. setidaknya suram dengan alasan…

  85. Dear Ms. Butterfly 🙂

    Hari ini aku baca salah satu artikel berita tentang bipolar.. karena ga ngerti terus googling dan dapet info dari wikipedia tentang apa itu bipolar disorder dan gejalanya.. tapi koq semakin dibaca, aku semakin ngerasa klo sebagian besar artikel itu menceritakan diri aku.. buat crosscheck apa itu cuma perasaan aku aja, atau emang itu bener sifat aku, aku tanya ke suami aku berapa kriteria yang menggambarkan aku dari 17 kriteri yang ada di wikipedia itu… dan hasilnya ada 12 dari 17 kriteria yang menggambarkan aku.. dan tanpa dia ketahui, kalau itu adalah gejala bipolar…

    Well, just wanna ask, if u have time, can we share?
    tapi sie, hopefully, bisa private talk by email??

    Thx before ms. butterfly :):):)

  86. Hello Ms. Butterfly,
    Saya Sylvia dan yg mengidap bipolar adalah papa saya,
    saya ingin sekali punya film paul agusta tsb utk diberi nonton ke papa n mama sy,
    papa sy umur 47thn dan rasanya susah mencari org2/komunitas bipolar disorder ini ya,
    apabila boleh kita private message ya thank you.

    • Hi Sylvia,

      Off course we can talk…Nanti aku email ya.

      Oiya, sewaktu aku membuat postingan ini, aku pengen banget nonton filmnya secara penuh juga tapi waktu Paul bilang belum ada versi DVD-nya. Tapi dia bilang juga kalau dalam waktu dekat akan dibuat dalam bentuk DVD, sepertinya sekarang sudah ada. Mungkin kamu bisa tanya via twitternya Paul. Ini twitternya ya @Paul_Agusta dia sangat mau bantu kok.

  87. Hi dear,
    sangat menarik sekali ttng tulisan BD dan membantu saya untuk lebih memahami pasangan saya, saya ingin memberi dukungan terbaik padanya hanya saja apakah saya mampu karena buat saya BD terdengar baru, tolong bantu sis, saya perlu banyak diskusi untuk.menguatkan saya,

    Tolong balas ya

    Best Regard

  88. hi.. awalnya gue gak sengaja lagi searching di mbah google, trus ada tulisan tentang bipolar disorder, gue pun gak tau apa itu bipolar disorder. karena gue termasuk orang yang punya rasa ingin tahu tinggi so.. gue baca sampai selesai tulisan tersebut.
    ya akhirnya gue kaget dengan apa yang di tulis dan apa yang gue rasa, banyak sekali kemiripan. tapi gue ga mau langsung percaya. tapi setela dipikir-pikir .. bener bener persis sama apa yang gue rasa..
    apalagi abis baca tulisan kamu ini. gue langsung nangis.
    gue nemuin tulisan ini karena gue pengen tahu apa iya gue mengidap bipolar dengan semua kemiripan gejala yang gue baca dengan yang gue alamin.
    gue termasuk orang yang cerewet atau talkactive menurut temen gue.
    dan gue ngerasa gue selalu sendirian, padahal banyak temen-temen di sekitar gue. kadang saking ngerasa sendirian itu pas di kampus gue lari ke kamar mandi cuma buat nangis kalo gue tertekan, gue terbebani, gue sendiri, bahkan gue takut buat tidur. gue sering gak tidur karena merasa takut. apalagi gue sering pula dihantui rasa bersalah yang gak tau kenapa, rasa takut akan hal-hal mistis.
    dan gue selalu gak bisa ngendaliin emosi.
    malam kemarin sebelum nulis komentar di blog mu ini, gue tiba-tiba ngerasa kacau, berantakan, dan entahlah apa yang gue rasa apa gue marah apa gue sedih. gue tiba tiba nangis dan kesal. teriak dan teriak. merasa gak berguna dan gatau gue musti gimana. sedangkan orang-orang gak ada yang bisa ngerti sama kondisi gue.
    dikala gue cerita, dan gue curhat ke mereka gue ngerasa kalau mereka makin bikin gue marah. setiap solusi yang mereka lontarkan makin bikin gue marah. rasanya gue pengen banting kepala gue di lantai sampai pecah.
    gue merasa gregetan berlebih sampai kadang menggigit dan melukai tangan. bahkan memukuli tembok. gue gatau apa yang harus gue lakuin kalo hal itu dateng. gue cuma mau tenang, dan tenang..
    gue ngerasa kenapa gak ada yang bisa ngerti gue…
    gue juga mau bebas dari tekanan kaya gini yang gue pun gatau apa yang udah neken gue.
    gue jadi lebih unsosial. takut melukai orang lain bahkan melukai hati orang lain.
    gue kadang mikir gue kenapa.
    dulu gue gak kaya gini.. kenaa gue sekarang sensitive? kenapa gue begini..
    gue sering menghindari mata kuliah yang bikin gue deg-degan. yang bikin gue takut dan yang gue fikirin gue gak bisa..
    apa gue beneran ngidap bipolar disorder? apa iya?
    dengan sedikit keadaan yang gue ceritain tentang diri gue apa gue bener-bener mengidap itu ?
    apa lagi saat gue baca komen dari indra. gue ngerasa kalo itu gue. karena gue juga bakal ngomong yang sama apa kaya yang indra bilang itu.
    tolong ngertiin gue.. tolong temenin gue.. cukup dengerin gue.. bantu gue.. itu doang…
    gue takut…

  89. Hai Mbak Butterfly, salam kenal ya.
    Aku kagum dengan tulisan mbak ini, kata2nya begitu mudah dipahami. Aku menemukan postingan mbak ini semalam. Semalaman aku baca komentarnya dr awal sampai akhir, ternyata aku tdk sendirian merasakan itu 😉

    Aku baru tau tentang bipolar disorder beberapa bulan ini. Sebelumnya aku sama sekali gak tau apa itu bipolar disorder. Aku tau dari temanku. Kala itu aku cerita tentang masalahku, memang masalah yg sepele, tp aku tdk pernah bsa tenang kalau ada masalah. Temanku menasehatiku agar tidak usah dipikirkan, tp aku tipe orang yg sangat sensitif. Aku tidak bisa sok cuek & masa bodoh. Temanku bilang kalau ciri2 aku seperti orang bipolar disorder yg tdk jauh berbeda dgn postingan mbak ini. Dia memang sedikit mengerti psikologi, walau bukan kuliah di jurusan itu. Benar, banyak ciri2 yg menunjukan ke arah sana. Mood aku suka naik turun secara tiba2, kadang aku bisa menangis tiba2 tanpa sebab padahal suasana hatiku baik2 saja. Aku jg sering kali tdk bisa mengontrol emosiku. Secara refleks aku bsa memarahi siapa saja yg membuat aku emosi, terutama ibu. Aku sering memarahi ibu, padahal aku sama sekali tak bermaksud memarahinya, tp emosiku tak pernah bsa terkontrol. Ya Allah, aku sangat berdosa sama ibu 😥
    Anehnya, kalau sama teman2 aku bsa mengontrol emosiku, aku berusaha menahannya. Mungkin dgn ibu aku sudah begitu dekat, tp dgn teman2 berbeda. Aku takut dijauhin, makanya aku selalu berusaha baik & sabar di depan mereka. Mungkin smua ini terjadi krn faktor genetik & lingkungan yg aku rasakan dr kecil. Orang tuaku sering bertengkar. Ayah sering skali memarahi ibu. Aku hanya bisa diam mendengarnya, hatiku sakit sekali setiap mendengar nya. Watak aku ini menurun dari ayahku & aku jg ikut menyakiti ibu ;(
    Aku tau ada yg tidak beres dengan diriku…
    Memang aku sulit bergaul dgn orang lain, tp aku berusaha punya banyak teman. Aku ingin punya banyak teman & aku beruntung memiliki bnyk teman, terutama saat kuliah ini. Tapi aku kecewa dgn beberapa tmnku yg aku ceritakan dgn tmn yg memberi tau bipolar disorder, mereka membicarakan aku di belakangku & salah sangka dgnku. Aku benar2 tdk suka dgn orang seperti itu, tp aku hanya bsa diam krn takut. Tmnku bilang aku tdk boleh berprasangka, tp feeling aku bilang mereka memang seperti itu. Apa aku salah? Apa pnyakit bipolar disorder ini membuatku tersudut sendirian? Tdnya aku dgn tmn2 kuliah sangat akrab, bahkan mreka selalu tertawa dgn kepolosan & kecerobohanku. Tp sekarang seperti ada jarak & aku tak betah berlama2 dgn mereka. Aku hanya bsa dekat dgn beberapa tmn yg benar2 menganggap aku dan menerima aku apa adanya. Hanya dgn mereka aku bsa nyaman.

    Maaf ya mbak aku terlalu banyak cerita :’)
    Aku hanya ingin bercerita yg selama ini ada dlm hatiku.
    Bolehkah aku bercerita lebih banyak dgn mbak via email? 😉
    Makasih banyak ya mbak 🙂

    • Hi Fisa yang baik,

      Terima kasih sudah begitu terbuka cerita ke aku. Bisa jadi gejalanya memang sama, tapi aku sarankan untuk tahu secara pasti apakah kamu bipolar atau tidak harus menjalankan serangkaian pemeriksaan ke psikiater atau ke psikolog. Aku selalu menyarankan ini ke teman-teman, untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.

      Dan untuk curhatan,aku senang kok dicurhatin hihihihihihi. Aku email kamu ya neng 😀

      Be bless

      • Hai,
        Aq bca ini..krna aq curiga aq mnderita BD..soalnya aq sering bgt depresi, sedih tiba2 bhkan slalu menyalahkan diri sendiri n slalu gk bsa kompromi sma dri sndiri.
        Aq tnggal jauh dri ortu, klo d kos tuh aq cma diem d kmar aj slalu mnyendiri..slalu susah tdur..bhkan tknan drahku jdi tnggi bgt krna stress..
        Pngen curhat2 nih.. bles lwat email yh..

  90. Kak tulisannya hampir sama dengan apa yg aku rasain kak. Kadang aku aecara tiba-tiba nangis sendiri, setelah itu aku biasa aja kaya nggak ada apa-apa. Aku ngerasa orangtua aku selalu kekang aku dengan hal yang ingin aku lakukan, padahal aku bakal senang sekali pasti. Tapi aku ngerasa kalau ada suatu hal yg menyerangku walaupun tidak besar. Aku merasa ayok dan psikis aku lemah. Aku benci dengan keadaanku. Teman aku bilanh aku ceria dan semangat juga pandai menasehati. Tapi aku merasa benar-benar jauhsati apa yang mereka fikirkan.

    Bagaimana kalau aku bilang aku pernah mencoba bunuh diri dengan menyayat nadi tangan kiriku ketika kelas 4sd? Hanya gara-gara mamaku memarahiku dan mengacuhkanku?

    Aku kabur dari rumah? Aku merasa bebas dan nggak ada hambatan, tetapi ketika aku ditemukan oleh org tuaku dan sesampai dirumah aku dipukul dan dilempar dengan barang-barang dan saat itu aku masih kelas 3sd.

    Waktu smp pun, aku pernah hampir mematahkan hidung teman aku cuma gara-gara buku aku nggak sengaja dirobeknya hanya 2cm? Dan aku merasa murka sampai-sampai aku pukul dia dengan sapu dan hidungnya hampir patah.

    Aku merasa depresi kak, aku rasanya pengen tinggal sendirian, dan tidak tinggal dirumah yang besar dengan keperluan yg lengkap. Aku merasa sendirian kak. Akublebih sering mengurung diri dikamar dr pada bersosialisasi dengan teman2 ku. Padahal mereka ada disaat aku butuh, tapi aku merasa tidak memiliki apa-apa!!

    Rasanya ingin teriak marah murka kesal nangis dan memohon untuk semuanya berhenti, tapi kenapa setelah aku seperti itu, aku merasa tidak ada yg berubah??

    • Dear Intan,

      Maaf sekali aku baru sempat membalas. Kamu sekarang kelas berapa ya? Sudah kuliahkah? Saat kamu mencoba bunuh diri, bagaimana reaksi orang tuamu? God bless and love you, please don’t think to doing it again. Kamu anak ke berapa ya neng?

  91. Kadang aku berfikir, apa arti kehidupanku ada didunia ini? Orang-orang disekitarku, keluargaku, orangtuaku acuh dan menganggapku tidak ada. Selalu dibandingkan dengan orang lain , selalu dikucilkan dan dipermalukan didepan kolega2 orangtuaku, aku merasa kecil dan tidak berdaya kak!! Aku rasanya pengen mati!! Aku nggak butuh mereka aku cuma mau disayangi dan diperhatikan, bukan dianggap hanya sebagai keturunan dr papa mama *crying*

    Tapi aku merasa aku membenci mereka kak, hahaha!! Mereka cuma senang dengan anak-anak normal, tidak denganku!! Padahal aku dari darah daging mereka sendiri dari cairan sperma dan sel telur yang bersatu. Diantara semuanya aku yg terkuat dan menjadi bayi dan tumbuh seperti sekarang!! tapi kenapa aku jadi merasa lemah dan takut juga ingin menangis terus rasanya kak… Aku sedih kak, aku sedih.. *crying*

    Aku membutuhkan seseorang, untuk berbagi rasa. Tapi orang-orang hanya menganggapku “tidak boleh kaya gitu ke org tua, ntan” “itukan papa mama kamu jangan gitulah”

    MEREKA PIKIR MEREKA SIAPA??! SEENAK JIDAT OMONGAN KELUAR DARI MULUT BRENGSEK MEREKA!! MEREKA TIDAK MERASAKAN APA YANG UDAH TERJADI SAMA AKU!!

    aku cuma butuh disayangi dan dikasihi juga diperhatikan. Tidak lebih

  92. Pingback: 140811 14:50 About Bipolar | nacseo92

  93. hii Mbak butterfly, salam kenal ya.
    saya baru mengenal bipolar disorder. Bolehkah saya bercerita apa yang saya rasakan dengan mbak via email?
    terima kasih banyak ya mbak 🙂

  94. Pasti sahabat kamu itu bahagia punya sahabat seperti kamu :’) ..
    Aku iri sama sahabatmu itu dimna dia punya sahabat seperti kamu yang tulus menerima dia dan menyemangati dia saat bipolarnya kambuh..
    Oh ia aku juga penderita bipolar. Aku baru tau blm lama ini . Moodku sering bgt berubah. Ada saat dmana aku sangat percaya diri dan down terus sering emosi/marah2 ga jelas padahal teman/keluargaku ga salah T.T nyesek banget kalau udah dlm keadaan depresi, seolah2 aku merasa ga ada yg menginginkan aku atau mereka semua membenci aku .padahal teman2ku pada ngajak jalan atau sekedar ngerumpi. tapi aku lebih menikmati mengurung diri di kamar karena rasanya lebih enak aja menikmati kesendirian.
    Tpi saat aku sendiri aku mulai frustasi dan menangis. aku pengen curhat sama teman2 segenku tpi aku rasanya takut mereka menjauhi aku krna keadaan Ak u. Aku juga takut curhat sama keluargaku nanti mereka menganggap aku anak yg malu2in.
    Hehehe maaf ya udah curhat ^.-

    • Hi Valen,

      Aku rasa setiap orang akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang yang dia sayangi. Hanya saja kemampuan untuk mengekspresikannya yang berbeda-beda. Kadang untuk orang yang sangat ekspresif, seperti aku misalnya, menunjukkan perasaan sayang akan sangat melegakan dan menyenangkan. Tapi untuk orang yang tidak ekspresif, menunjukkan perasaan sayang adalah tantangan sendiri. Maksudku, bisa jadi kamu mengira semua orang membenci kamu atau keluargamu menganggap kamu anak yang malu-maluin lebih kepada karena kamu merasa mereka kurang ekspresif dalam menunjukkan rasa sayangnya kepadamu.

      Aku pernah baca, kemampuan kita menyayangi orang lain adalah refleksi dari kemampuan kita untuk menyayangi diri sendiri. Jadi cobalah untuk menerima dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum kemudian meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu kita bisa mengerti bagaimana bentuk dari ekspresi cinta dan rasa sayang. Dan ketika kamu sampai pada titik ini, lalu kamu mengekspresikan rasa sayang serta kepedulian terhadap orang yang kamu sayangin akan menjadi cara untuk memperkaya rasa cinta kepada diri sendiri. Perkara orang itu mengerti atau tidak, kamu tidak akan pusing dengan itu karena kamu sudah merasa cukup terhadap kebahagiaan mu sendiri. Let’s be happy 😀

  95. same like me, 1week ago.
    sy seperti orang gila yang dijauhi banyak teman. mulanya sy sangat bahagia, entah darimana asal rasa itu, tapi selang 30 menit sy menangis2 sejadi2nya, teringat problem yg paling besar dalam hidup sy yg sy pikir tidak akan menemukan jalan keluar. hari2 sy dihantui oleh perasaan takut, takut banyak orang jahat mengintaiku, dan juga hantu2 itu smua menggangguku dimanapun sy berada. bahkan di waktu kerja pun, tempat duduk sy bau wangi sangat kuat, sy tak tahan lg dan menangis keras, semua barang sy lempar, ada yg patah, ada yg pecah, dan banyak lg hancur. tapi 20 menit rasanya sy tak mau menangis lg. sy takut mati, yg padahal sewaktu sy menangis itu sempat melintas di otak saya “kenapa, kl ada yg jahat dg sy, kenapa dia tak mau bunuh sy sekalian”. lalu sy pergi jumpa dokter, sy ada minum obat, aneh, sy hanya diberi obat tahan sakit dan vitamin, tp alhamdulillah setelah 3hari sy pulih kembali, disamping sy berdoa terus menerus kpd Allah dan dukungan meditasi. sampai sekarang sy sering meditasi walaupun tidak teratur waktunya, tp setidaknya dapat membantu.
    terimakasih..sy hanya share sedikit dari pengalaman yg belum lama terjadi dg sy. semoga sy orang terakhir yg mengalami keanehan ini dan tdk ada lg orang yg merasakannya. amiiiiiinnnnn

    • Amin Anna,

      Tuhan akan selalu melindungi Anna, i believe that. Btw meditasi emang menenangkan sekali. Menurutku meditasi itu hak tubuh, kita perlu memberikan relaksasi bagi tubuh dan pikiran yang bekerja 24 jam penuh. Kamu keren bisa meditasi, aku belum bisa hehehe. Paling rileksasi pas yoga aja dan itu aja rasanya udah fresh banget…Ah i really love yoga. Eh cobain yoga juga deh biar pikiran makin rileks dan tubuh makin bugar. Karena ketika tubuh kita bugar, sel-sel tubuh bekerja aktif termasuk sel pengendali hormon bahagia. Itu artinya kita akan lebih jarang depresi kalau sel hormon bahagianya aktif. God bless you Anna 😀

  96. Hi butterfly,

    Aku sering mengalami extreme mood swings dari sejak SMP (skrg aku kuliah). Tapi aku pikir itu awalnya biasa aja. Sampe akhirnya aku udah susah utk kontrol emosi aku dan sempet ikut self healing gitu. It worked. Tp skrg tambah sulit buat kontrol emosiku. Hehe sebenernya lebih complicated lg sih masalahnya tp better via email aja kali ya? Soalnya lg pgn coba jg periksa ke psikiater atau psikolog, masih nggak ngerti harus ke mana. Aku minta emailnya ya butterflyyy 😉

  97. Makasih untuk tulisannya yang bagus butterfly. Kamu pasti orang yang baik. Aku berdoa agar kamu selalu dilindungi dari orang-orang jahat dan selalu bersama orang-orang baik. Aku sebenernya masih ga tau aku ini BD atau engga. Waktu aku tau tentang BD sekitar tiga tahun yang lalu, aku langsung merasa ciri2nya aku banget. Aku selalu mau tau apa yang terjadi sama aku. Kesini-sininya aku nemuin jawaban lain tentang aku, yang lebih mudah aku simpulkan. Aku hanya introvert yang butuh teman untuk bercerita dan terkadang kesendirianku membuat aku menjadi HSP (hyper sensitive person). Tapi kadang aku sering mengalami extreme mood swings. Sebenernya selama itu ga berpengaruh buruk ke orang lain (krn masih berpengaruh buruk buat aku sendiri) aku gapapa. Tapi aku selalu membayangkan jika aku bunuh diri. Aku gatau harus bertanya sama siapa, mungkin kamu bisa bantu aku. Mungkin kamu akan mempertegas lagi kalo kamu bukan ahlinya dan baiknya aku konsultasi sama yg lebih ahli. Tp bisakah aku mendapat jwbn pribadi km? Makasih butterfly.

    • Dear Didi,

      Terima kasih untuk doanya. Aku berdoa kamu akan punya kekuatan untuk menghadapi semua ini. Btw menarik juga analisamu. Ya gejala bipolar memang mirip dengan beberapa gejala lainnya, khususnya gangguan yang berhubungan dengan emosi. Aku benar-benar tidak berani untuk menganalisa apakah kamu bipolar atau tidak, tapi selama kamu mencari tahu itu artinya kamu punya keberanian untuk mengatasi semua ini. Biar makin sukses, saranku, cobalah untuk bertemu dengan psikiater, mereka punya skill yang luar biasa untuk tidak hanya menjadi teman curhat tapi menganalisa secara sistematika kerja tubuh serta kimiawi otak.

      Tetap berani untuk mencari jawaban ya Di, karena jawaban akan membuat kita mengerti bagaimana menyimpulkan jalan keluar. Setiap masalah selalu datang dngan jalan keluar. So let’s find the way out. God bless you Didi

      • Wah aku seneng akhirnya kamu balas Butterfly 🙂
        Btw aku lg good feeling beberapa hari ini termasuk saat mengetik ini. Aku kadang nggak mau bilang kalo aku bipolar, karena buat aku itu keanehan yang sulit diterima orang lain. Tapi krn tulisan kamu, aku bahkan-yang lain jg jd berani deh mengakui, meskipun mungkin ga semuanya bipolar yang mengisi komen disini. Tapi disisi lain aku terus bilang aku bipolar disaat aku lagi depresi. Menurut kamu aku harus ke psikiater? Aku takut. Ngebayanginnya aja aku pasti nangis nanti disana. Aku bukan takut sama psikiaternya, tapi aku takut sama hasilnya kalo aku emang bd. Aku harusnya bisa menerima diriku sendiri, kan?
        God bless you Butterfly, may you always fly to the place where beautiful 🙂

      • Hi Didi,

        Senang kalau tulisanku bisa membantu. Menurutku, akan lebih tahu saat kita tidak mengetahui apa yang terjadi dengan diri kita sendiri. Jadi, cobalah untuk ke psikiter atau kamu coba follow @BipolarCenterID mereka punya support grup yang bisa membantu kamu mengetahui apa yang terjadi pada dirimu. Setidaknya kamu punya teman berbagi, karena manusia suka berbagi apalagi ketika dia sedang mencari jawaban, berbagi cerita bisa menjadi salah satu cara untuk menemukan solusi. Setidaknya teman-teman di @BipolarCenterID bisa membantu kamu merekomendasikan psikiater yang cocok. Aku akan berusaha membantu semampu yang aku bisa 😀

        God bless you too Didi 😀

  98. awalnya orang dikantor cuma bercanda bilang kalo saya bipolar, tapi setelah saya baca lebih lanjut mengenai bipolar disorder, saya meyakini kalo saya mengidap bipolar disorder, dan saya sedang mencari cara untuk mengobatinya.

    • Hi Answerofthing,

      Ayo semangat, jangan ragu untuk menyembuhkan diri demi kualitas hidup yang lebih baik. Btw kamu domisilinya di manakah? Kalau di Jakarta, sanatorium dharmawangsa punya ahli yang bisa menangani bipolar. Atau coba kamu follow @BipolarCenterID mereka cukup banyak info soal support grup bipolar di beberapa kota di Indonesia dan dokter-dokternya. Semoga ini membantu ya.

      God love you

  99. Aku seorang bipolar. Berat. Gangguan ini bener2 beban buat aku. Ga jarang aku nyakitin diri sendiri saat bener2 depresi. Ga cuma sekali niatan bunuh diri itu mampir ke otak. Bahkan menyakiti orang lain juga pernah.
    Pasangan ku cuma bisa bilang aku harus lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
    Bisa sembuhkah aku? Haruskah aku ke psikiater? Apa mendekatkan diri pada Tuhan sudah cukup? Aku bingung. Bahkan aku malu kalau memang harus ke psikiater. Aku malu dengan gangguan di jiwa ku ini..

  100. Hi, Butterfly,
    Senang sekali akhirnya bisa menemukan tulisan positif tentang bipolar disorder dari yang bukan penderita. Aku sendiri seorang bipolar disorder sejak 28 tahun lalu.
    Aku sudah menuliskan memoarku sebagai seorang bipolar disorder dalam bentuk buku “Mereka Bilang Aku Gila” dan sekarang di sela waktuku aku mencoba mensosialisasikan tentang bipolar disorder kepada masyarakat awam.
    Bagi semua teman-teman sesama ODB, ayo semangat.
    Akupun sekarang sudah bisa berdamai dengan bipolar
    Terus berjuang dan jangan menyerah !
    Salam hangat

  101. Tulisan yang bagus. Saya suka dengan bahasa kamu, dan juga penggambaran kamu mengenai bipolar disorder. Saya sendiri juga kadang mengalami manic dan depresi yang sangat hebat, tapi untungnya itu bisa saya lalui. Terima kasih, ya, infonya. Baiklah, saya mau menjelajahi blog kamu dulu. Terima kasih 🙂

  102. Assalamualaikum butterfly…bisa kita komunikasi di email sy sangat butuh masukan. Saat ini sy menjalin hubungan dgn penderita bipolar. Terima kasih

  103. hi sis..
    blogmu benar2x membawa banyak berkat untuk orang lain 🙂

    saat ini saya sedang berhubungan dengan seseorang yg sepertinya memiliki kecenderungan BD. tapi dia tidak mau mengakuinya & menolak dengan keras untuk berkonsultasi dengan psikiater, bahkan dokter umum sekalipun. apakah ada saran untuk saya menyadarkan/membujuk dia ke psikiater, karena saya benar2x sayang dia & berjanji tidak akan pernah meninggalkannya, padahal saya sudah punya pasangan lain (me & my big mouth.. ) & ini yang membuat saya kesulitan untuk fokus meberikan perhatian kepadanya.

    i know u must be very busy, but please keep this post alive, there is so much people who need your support, even just a simple reply. i think it help them a bit 🙂

  104. Hi Butterfly,

    Thx untuk sharing nya, tp mungkin saya tidak membaca satu persatu perihal reply dari teman2…
    papa saya sekarang sedang di rumah sakit dan dia di diagnosa seorang manic depression / bipollar…
    saya sudah cukup banyak mencari referensi perihal BD, apakah kamu bisa membantu sekira nya apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi penderita BD…
    apakah penderita BD dengan segala halusinasi dan waham / delusi nya menjadi seorang yang bukan diri nya ? atau sebenarnya ada suatu emosi yang hebat sehingga dia tidak bisa control…

    apakah kita bisa saling sharing / mungkin kamu bs menunjukkan dimana saya bisa melihat dan mendapatkan informasi yang banyak perihal BD?
    saya ada melihat salah satu web Bipolar Care Indonesia, apakah semua penderita BD berkumpul dsana ?

    kondisi sekarang papa masih di rumah sakit, dan masih belum bs di ketemui…
    mohon bantuan nya, saya benar2 mau bantu papa dan bagaimana menghadapi nya setelah beliau kluar dari RS

  105. Mba, Terima Kasih atas tulisannya yg begitu ngena banget tentang Bipolar…..

    Perkenalkan saya dengan Ardi. Saya adalah pengidap Bipolar dari semenjak masuk SMA, yaitu saat usia saya 15 tahun. Saat ini usia saya sudah menginjak 30 tahun, wow… sudah belasan tahun yaa saya terperangkap dalem lembah Bipolar ini.

    Tapi saya baru rutin berobat dengan psikiater baru di tahun 2007, saat saya usia sekitar 22 tahun. Dan ternyata apa yg alami sejak saya SMA itu adalah Bipolar.

    Tetapi ada perbedaan pendapat diantara psikiater… karena kebetulan saya sudah melanglang buana ke banyak psikiater. Mostly karena kurang nyaman orangnya dan pemberian obat yg tidak nyaman di tubuh saya. Kebayang kan, sama psikiater aja saya banyak gak cocok, apalagi dengan temen.

    Jadi ada beberapa psikiater yg mengatakan saya ini Borderline dan ada yg mengatakan Bipolar dan ada pula yg keduanya, jadi axis 1 nya Bipolar dan axis 2 nya Borderline. Axis 1 itu untuk gangguan klinis dan axis 2 untuk gangguan kepribadian. Axis 3 itu kalo gak salah untuk gangguan medis. Axis 4 – 5 itu saya gak hapal urutannya tetapi kalo tidak salah untuk menentukan perannya dalem masyarakat. Contoh, apakah si pasien tersebut masih dapet menjalankan fungsi sosialnya seperti sekolah dan bekerja. Seperti itulah yg saya pernah denger.

    Nah permasalahan utamanya dalem hidup saya adalah “hubungan interpersonal yg tidak baik” alias saya susah bergaul, susah menjalin hubungan dengan orang lain, sekalipun punya temen itupun tidak banyak dan tidak langgeng, selalu bertengkar dan akhirnya saya dijauhi.

    Di semua komunitas pergaulan yg pernah saya bertemen disitu selalu saja berakhir dengan bertengkar dengan salah satu temen dan akhirnya dari mulut ke mulut dan semuanya menjauhi saya. Ato beberapa bahkan tidak bertengkar tetapi tiba2 mereka berubah sikap dan menjauhi saya tanpa saya tau apa salah saya. Kasarnya itu di bully walaupun bukan bully fisik.

    Saat ini saya Zero Friends alias tidak punya temen sama sekali. Kalopun ada temen yg dateng itu hanya karena ada maunya saja, seperti pinjam uang ato dia sedang dalem kesusahan. Setelah dia lepas dari masalahnya saya kembali didepak, ввм WA Path FB saya gak pernah dibales bahkan di delete. Hal ini sangat perih bagi saya, apa segitunya salah saya sama mereka??? Banyak orang jahat tapi kok punya banyak temen, seperti koruptor punya temen sesama koruptor dan disegani oleh yg disuap oleh mereka. Ato Penjudi ato junkie ato begal ato apalah intinya mereka punya komplotan yg setia melindungi satu sama lain. Kok saya yg tidak pernah punya niat jahat tapi gak ada yg “betah” yaa deket2 saya???

    Tepat sekali seperti tulisan mba yg bilang bahwa orang disekitar penderita Bipolar akhirnya capek dan mengambil jalan untuk menjauhi si penderita, itu tepat sekali. Memang saya akui banyak sekali tingkah laku dan tutur kata saya yg “nyeleneh” dan tidak lazim untuk orang normal. Mostly temen2 saya yg menjauhi saya itu tidak tahan dengan sikap saya yg suka marah. Lalu yg disitu saya tidak pernah marah mengatakan kalo saya ini “aneh” dan “freak”. Jadi sepertinya semua hal dalem pribadi saya itu tidak menyenangkan bagi orang lain sehingga ada saja alasan mereka untuk menjauhi saya.

    Nah ortu saya itu dugaan saya juga sama seperti saya, yaitu Bipolar dan Borderline. Karena perilaku saya itu plek2an ortu saya banget. Bapak saya itu dijauhi oleh keluarga besarnya dan kedua kakak tiri dan mantan istrinya. Sehingga kerjaannya mabuk2an dan pernah diamuk massa karena mabuknya meresahkan warga. Lalu Ibu saya juga sangat mudah tersulut emosinya, hal sepele marahnya bisa luar biasa. Pernah didepan pembantu saya dibentak karena saya becandain Ibu saya dan Ibu saya sedang capek dan gak mood. Lalu kedua ortu saya juga tidak punya temen, mereka selalu saja tidak puas dan menjelek2kan temen2 yg dia punya. Dan memang pada saat saya berinteraksi dengan kedua ortu saya saya rasakan mereka itu pribadinya tidak menyenangkan dan menyebalkan.

    Tapi apa daya, saya sampai usia segini belum mandiri secara finansial karena dimana2 selalu dijauhi dan saya tidak kuat dengan tekanan tersebut sehingga saya memutuskan untuk keluar dan menyendiri. Saya sempat kuliah 2x dan dua2nya saya dijauhi dan dikucilkan dan akhirnya saya memutuskan untuk resign dari dua2nya. Alhasil karena tidak punya ijazah saya kesulitan mencari pekerjaan. Sampe saat ini di tempat les inggris saya pun dijauhi dan digosipin oleh guru2nya, saya sedang berpikir apakah saya lanjutkan kursus tersebut ato saya tinggalkan saja.

    Saya sudah nyerah mba, saya sering kepikiran untuk mengakhiri hidup saya, hanya saja saya mencari cara untuk mengakhiri hidup saya yg painless ato tidak menyakitkan. Karena semua suicide pasti menyakitkan.

    Saya harus bagaimana yaa mba, saya sudah hopeless. Banyak psikiater top sudah saya jumpai dan sudah bermacem2 obat sudah saya minum tapi hasilnya kok saya masih gak punya temen juga ???

    Saya sangat kesepian mba… sampe2 saya jadi “bujang lapuk” gini… Dulu badan saya langsing dan berparas menarik, seringkali wanita tertarik dengan saya. Tapi kemudian setelah PDKT mereka memutuskan untuk mundur alias menolak saya. Saya tau, itu karena kepribadian saya yg aneh dan freak. Beberapa dari mereka bilang seperti itu kok. Nah lalu setelah saya minum obat memang emosi saya terkendali, amarah saya keredam, tapi timbul masalah baru, yaitu badan saya jadi gemuk gak karu2an. Saya sekarang dimana2 dipanggilnya “Om”, karena saya terlihat seperti Om-om yg sudah beranak 3. Jadi sudah Kepribadian saya bermasalah ditambah Saya Gemuk dan ditambah lagi saya gak punya uang karena jobless. Lengkaplah penderitaan saya. Temen gak punya dan Kekasih pun gak punya.

    Saya juga udah pernah di rehab, rehabnya tersebut berada di BSD. Memang saya akui saya banyak berubah, terutama dalem hal amarah dan Mood Swing saya. Saya menjadi penyabar dan mood saya sangat lebih stabil sekarang. Tapi tetep aja saya dijauhi oleh lingkungan, yg di tempat les inggris tadi dan oleh tetangga2 saya. Jadi apapun yg saya capai tetep aja gak bisa ngebuat orang lain untuk suka dengan saya mba. Sehingga saya merasakan kesepian yg berdampak depresi lagi sekarang.

    Saya memutuskan untuk kuliah lagi besok September. Saya ambil kelas karyawan. Tapi saya sudah pesimis karena nanti akan terulang hal yg sama lagi mba di kampus baru saya itu, yaitu saya dijauhi, dibully dan dikucilkan lagi. Kalo sampe kali ini saya gagal kuliah lagi, saya gak tau deh mba saya harus bagaimana lagi. Masa depan saya suram, seumur hidup saya akan jadi pengangguran, seumur hidup tidak ada wanita yg mau sama saya, saya jadi bujang lapuk seumur hidup, karena bagaimana saya akan menafkahi anak dan istri saya bila saya tidak punya uang???

    Karena saya pengangguran, dimata keluarga besar saya pun saya itu rendah dan tidak ada harganya. Sepupu2 saya sudah banyak yg menikah dan punya kedudukan yg bagus dikantornya, sedangkan saya masih membebani orang tua. Dan lebih parahnya lagi ketika mereka tau bahwa saya direhab di RSJ, alih2 simpati malah makin jaga jarak mereka. Jadi sekarang kalo kumpul keluarga saya dikucilkan dan tidak dianggap. Ввм group aja hanya saya yg tidak diinvite. Baik temen baik keluarga semuanya menjauhi saya mba.

    Saat ini bisa dibilang saya “Hidup Segan, Mati Tak Mau” mba.

    Saya sekedar punya temen untuk hang out aja, bisa sharing aja, udah seneng mba. Jujur saat ini saya bergaulnya dengan Satpam, Teknisi Komputer saya, dan Tukang saya mba. Itupun mereka mau bergaul sama saya karena mereka kan saya bayar, mereka bekerja untuk mendapatkan upah dari saya, bukan karena ketulusan bergaul karena chemistry. Sampe2 saya jadi bahan omongan juga oleh tetangga2 saya karena saya terlihat begitu kesepian dan sangat membutuhkan temen, mereka melihat hampir tiap hari saya nongkrong di pos satpam. Sampe2 juga terjadi gosip diantara satpam mengenai saya, karena tiap hari nongkrong disitu mereka jadi tau kalo saya ini pengangguran, gak punya temen yg sebaya dan gak punya pacar. Siapapun saya ajak ngobrol dan bergaul. Kalo udah bisa ngobrol sejam aja sama orang dan kebetulan orangnya tersebut dapet chemistrynya, Depresi saya langsung hilang mba, semua beban langsung hilang !!!

    Makanya saya sangat berharap kalo mba mau jadi temen ngobrol saya, mau jadi temen sharing saya. Sukur2 kalo kita semua yg ada di blog ini bisa bikin kopdar dan hang out bareng. Karena saya sangat sangat kesepian dan butuh temen mba.

    Mungkin sekian dulu Kisah hidup saya, salam kenal semuanya. Saya sangat berharap saya bisa email2an dengan mba butterfly menikmati dunia. Email saya di ardianto.wihadi@yahoo.com.

    Saya tunggu emailnya yaa mba… †нåηĸŝ (*) en take care

  106. kak, met kenal…….
    sebenernya saya gatau apa saya bipolara atau ngga. Tapi dari banyak literatur yg saya baca lebih cenderung ke bipolar. Saya pernah bertanya sih pada seseorang dan dy bilang saya PTSD. Sejak SMA mood swing saya parah banget. Dada saya sakit untuk sesuatu yg tidak saya mengerti dan saya tidak bisa berpikir. Dan sejak SMA itu saya yang sebelumnya hanya memukul tembok untuk mengurangi rasa sakit yg tidak saya pahami saya mulai menggunakan kaca. Dan 2 tahun terakhir ini yg bisa saya lakukan untuk mengurangi sakit itu saya menyayat-nyayat tangan saya, rasanya begitu puas ketika darah itu mengalir. Saya sampai dimana smuanya rasanya hampa, kosong. Mungkin semua terjadi karna apa yg dulunya terjadi dimasa lalu. Saya hanya merasa ingin segera pergi…sejauh mungkin. Karna ga ada yg memilih jadi seperti ini.

  107. Tulisan yg menarik & thanks banget udah ngeshare ttg bipolar 🙂
    Waktu remaja, aku yg masih gatau apa-apa tentang bipolar, ngecap diriku sendiri aneh & orang-orang disekitarku pun sering jujur ke aku karena mereka “takut” dengan suasana hatiku yg cepat berubah & sering “loncat” ke sna – ke sni
    Tapi semenjak banyak penderita BD yg ngeshare ttg bipolar (dan informasi dari internet plus ada komunitas utk pnderita gngguan jiwa jg), aku jd semakin “ngeh” ttg diri aku sendiri, serta sebisa mungkin mencintai diri aku sendiri yg serba kekurangan ini :’)
    Jujur saja, memang paling susah untuk tidur cepat pas malam hari, bahkan aku masih bs melek mata di malam hari & tidur jm 7 pagi 😦
    Tantangan terbesar aku, jstru untuk jujur ke orang-orang disekitarku bahwa “aku ini unik, karena aku mengidap bipolar” 😥 cm ada 2 kemungkinan, diterima atau dijauhi
    Harapan aku sih bahwa orang-orang yang “normal” bisa membaca tulisan seperti di blog anda ini 😀 dan semoga saja mereka bisa care & memahami para penderita BD 🙂

  108. Hiii… Tulisannya bagus sekalii… Saya penderita BD, boleh minta emailnyaa utk sharing?
    Really appreciate if you mind to reply. Really. :))

  109. Saya bipolar, saya tahu bagaimana beratnya menjalani siklus hidup yang seperti ini. Kegagalan dan masa-masa sulit yang diberikan oleh kehidupan seakan membuat untuk membawa kayu bakar itu. Saya, entahlah… setiap kali titik depresif itu berada di depan mata saya, esok paginya saya terbangun dengan luka-luka sayatan di tangan. Saya tak tahu mengapa, apa yang ditawarkan oleh hidup? saya penggemar berat Kurt Cobain, dan setelah melihat film tentang Kurt, saya rasa saya tidak sendirian. Lama-lama jiwa Kurt masuk dalam diri saya dan kesamaan-kesamaan itu semakin erat. Kadang saya terbayang-bayang oleh angkatan 27.
    Kepada engkau yang telah menuliskan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih. Andai semua orang berpikiran sama denganmu, andai setiap orang mau mengerti dan mendampingi, tak akan ada lagi luka-luka di sekujur tubuh.
    Salam damai dari jiwa yang masih membawa kayu bakar.
    Kamu baik sekali.

  110. Terharu sekali saat baca blog ini.. Persis seperti yang aku sedang jalani saat ini.. Aku mempunyai pendamping yang sudah sangat mengetahui bahwa aku adalah seorang Bipolar..

    Terkadang saat marah, aku sampai tidak sadar apa yang aku lakukan.. Mungkin itu fase depresi.. Sampai suatu ketika dia menyiramku dengan air di dalam mobil saat perjalanan pulang dari kantor.. Mungkin kayu bakar yang saat ini sedang aku pikul belum bisa sepenuhnya aku lepaskan.. Yang paling menyesakkan hatiku adalah saat melihat keluarga (terutama mama) & partner hidupku dengan sabar nya menuntunku melewati setiap fase yang terjadi..

    Siapapun km, yang mengalami Bipolar, jangan pernah menyalahkan Tuhan atau siapapun atas hal tersebut.. ingatlah, selalu ada maksud Tuhan yang baik dalam setiap perkara..

    Jangan pernah berhenti bergerak, berjuang dan berdoa.. Bipolar mungkin tidak akan hilang namun dapat dikendalikan dengan dorongan positif & cinta kasih dari orang2 terkasih..

  111. sedih lagi seperti malam ini! saya tidak bisa tidur sama sekali. rasanya sangat sakit, didalam hati! coba deh dengerin lagu drown bmth, ngewakilin kita banget para bd! jika ada yang mengatakan dengan cinta seseorang bisa diselamatkan, memang benar! aku juga percaya itu dan aku memerlukanya! tapi tidak ada dihidupku kawan, aku juga phobia sosial jadi aku tidak mempunyai teman, bahkan aku tidak pernah pacaran sama sekali! besok umurku 20 thn, pdhl aku benci harus menjala ni umur lebih dari ini, karena niatku sebelumnya tidak lebih dari 20thn. aku hanya merasakan kesepian , sangat kesepian. ortu aku tidak mungkin mengerti apa itu bipolar mereka orang awam. lagi pula aku jg malu mengatakannya. jadi sekarang tdk ada yg tau kecuali aku sndiri.

    gejala-gelajanya aku pikir sudah terlihat saat aku kecil, aku sudah berpikir ingin bunuh diri. hanya saja aku baru mengerti rasa sakit di 16 tahun dan mulai menderita setelah itu baru tau aku bipolar disorder. perasaan ini sangat melelahkan. sebelum aku menyadari ini bipolar aku sudah tau kalau aku harus mengontrol perasaanku sndiri. terkadang itu sangat melelahkan. aku sangat bahagia saat mengalami keadaan itu, padahal alasanya tidk terlalu masuk akal. hanya kebahagiaan kecil yg bagi orang itu tidak berarti sama sekali tapi entah kenapa aku mengalaminya sepertti berlebihan menanggapi hal itu. malahan perasaan bahagianya sampai kubawa pulang kerumah. masih bahagia. aku sadar ini sangat memuakan dan melelahkan aku juga berusaha mengentikannya. tapi tidak bisa. ini seperti bahagia yg membuatku gelisah dan tidak nyaman. aku pikir ini kebahagiaan yang akan membuatku jatuh kedalam jurang. saat depresi, aku mendengarkan music, menangis, menderita, didalam kamar tidak ada yang tau. keinganan mati itu jauh lebih besar.aku sperti mempunyai musuh dalam diriku sndiri. dia slalu mencoba membuatku melakukan bunuh diri, aku sangat sedih . aku sangat serius menanggapi hal ini . dan aku sedang menangis saat menulis ini. mengasihani diri sndiri. aku tidak ingin mati, tapi aku ingin ini berakhir. aku kesepian tidak mempunyai teman, aku habiskan hidup didalam kamar. seminggu sekali keluar rumah itupun buat joging dipagi hari bukan alasan untuk sehat hanya agar aku bisa melihat dunia meskipun sndirian. itu sangat menyedihkan. aku tidak mempunyai teman dan cinta seperti org miliki diluar sana. introvert dan bipolar semakin lengkap saja. dan jika kalian mau bunuh diri pakai obat nyamuk itu tidak mempan sama sekali. aku sudah mencobanya! silet harus slalu ada didinding, jadi saat aku menderita aku bisa menguranginya dengan berpkir aku akan mati, hanya itu sja. aku sama sekali tidak takut mati. tidak takut memotong nadi! hanya satu kali goresan saja sangat dalam. selesai!! tapi aku tidak ingin, aku tidak ingin, aku benar2 ketakutan. terpuruk. menderita, kesepian, kegelapan seperti tenggelam didasar samudera yg paling dalam dan didalamnya masih ada lg. aku disana! tidak ada org yg tau, tdk ada yg peduli! cinta yg aku perlukan Tuhan tidak memberikan itu untuku! seandainya kalian tau seberapa berartinya cinta bagi kami. itu sangat penting!

    aku harus bagaimana lagi?
    rasanya lelah
    sangat lelah, mataku berat tapi tidak bisa tidur.

    apa yang tidak membunuhmu membuatmu berharap kau sudah mati sebagai gantinya. punya lubang dijiwaku tumbuh lebih dalam dan lebih, dan aku tdk bisa mengambil satupun moment yg lebih dari keheningan ini. kesepian menghantuiku, dan beratnya dunia semakin sulit untuk kutahan. muncul gelombang kututup mataku, kutahan nafas ku dan biarkan itu menguburku, kondisiku tak baik, dan itu tak baik. akankah kau menguras danau dan mengeluarkanku hidup2. selamatkan aku dari diriku sndiri. karena kau tau aku tidak bisa melakukan ini sendirian.

    • Iya ya, bipolar memang selalu didampingi oleh penyakit psikologi lainnya,,, kalo aq bipolar, gay, cod, dsb… walaupun semua itu masih belum parah,,, tapi semua penyakit diatas ada di satu tubuh,,, yaitu tubuhku,,, bipolar mungkin bisa diredakan dengan cinta,,, tapi untuk gay sepertiku,,, bisakah aq menemukan cinta sejati,,, dan saat ini aq sangat jatuh cinta dengan seorang laki2 yg kuanggap begitu sempurna di mataku,,, aq sangat menginginkannya,,, tapi apa daya, dia seorang yg normal,,, dan aq hanya bisa melihatnya dari kejauhan,,, ingin sekali rasanya sekedar menyentuhnya,,, tapi aq tak bisa, aq tak berani,,, bahkan rasanya tangan ini hendak bergerak sendiri ketika aq berada di dekatnya,,, dan saat ini yg kurencanakan adalah berusaha agar bisa menggapai surga,,, dan semoga di surga sana ada kebahagiaan yg kubayangkan,,, kebahagiaan bagi seorang bipolar gay sepertinya,,, aq harap tuhan berkenan mengabulkan keinginanku itu,,,
      Are you okay???
      Are you happy now???

  112. Tbh aku suka sekali dengan tulisan ini. Sangat membantu untuk aku memahi seseorang yang tengah dekat denganku. Pada intinya mereka perlu dukungan dan orang yang sabar untuk mengerti mereka. Tulisan ini sangat membatu sekali ☺️

  113. hai butterfly,

    apakah kamu sudah menemukan dvd untuk film at the bottom of everything?. Saya lagi cari banget, saya punya calon pasangan hidup yang kemungkinan mengidap bipolar. Saya ingin mengenalnya lebih dalam, apakan kamu bisa beri info tentang film ini? atau kita bisa berkirim email untuk berbincang2? 🙂

  114. Hai Butterfly..
    Tulisan kamu sangat menyentuh.
    Aku baru ter-diagnosed 6 bulan yll. Setelah melewati bbrp sesi pertemuan ke psikiatri akhirnya tahu bahwa ini berlangsung dari masa kanak2.
    Gonjang ganjing kehidupan aku lewati tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi dalam diriku.
    Sangat sulit menjalani hidup dengan bipolar ini.
    Capek.. 😢😢😢

  115. Halo,
    Aku tertarik dengan blog ini. Banyak sekali yang ingin aku tanyakan, boleh kita email2an? Aku ingin memperdalam tentang bipolar.

    Thank you 🙂

  116. aku penderita BD, padahal umurku masih 14 tahun, aku ngerasa kayak pengen ngurung diri di kamar, tapi aku lebih suka kamar mandi dibanding kamar buat ngurung diri, aku ngerasa aman di kamar mandi
    aku merasa hidup tidak ada gunanya lagi, untuk apa aku hidup ?
    adakah hari bahagia untuk esok ? aku menunggunya
    aku benci dg BD
    dan nggak ada orang yang tau kalau aku pengidap BD bahkan orang terdekatku (keluarga)
    yg bisa aku lakukan cuma diam mengurung diri, sebenarnya aku pengen cerita biar, mengurangi depresiku
    sayang sekali tidak ada orang yang mau mendengarkan keluh kesahku, aku bingung, dan akhirnya aku nangis, aku ingin ada seseorang yang mendukungku
    aku nggak semangat sekolah, rasanya tidak ada satu orang pun yg mau menerimaku
    jadi, untuk apa hidup ini ?

  117. Kalo udah down berasa susah napas…di luar sana terasa berisik. Konsentrasi udah buyar. Tapi butuh teman yang menenangkan. Atau memilih sendiri..makin menciuuut aja. Atau memilih skip dengan tidur.
    Kalo lagi pecicilan ya habisnya sakit semua badan.
    Memang beginikah?

  118. Hai. Tulisanmu bagus. Aku emang belum divonis memiliki bipolar disorder sindrom. Tapi saya sedang galau setengah mati. ( Dulu seaktu SD saya pendiam sekali dan sering dibuly olh teman2 saya saya ini pendiam , bodoh tdk bisa teknologi, bau, tdk cantik dan masih byk lagi dan pembulyan ini berlanjut hingga sma meskipun ejekannya bkn dlm hal itu lagi) Saya kuliah disemester 6 dan memang saya hanya mempunyai dua atau tiga teman saja. Saya entah kenapa trauma dengan yang namanya tempat baru dan keadaan serta suasana yg mudah berubah. apalagi dikampus ini semuanya berbanding terbalik dengan kondisi saya yang ingin selalu sendiri, ingin punya teman satu saja, ingin dimanja (dicampus harus inisiatif dan proaktif). Kadang saya lelah dengan semua ini. Mrs gak berguna dan merasa pengen bunuh diri, saya butuh orang yang menormalkn persaan saya

  119. Hai. Tulisanmu bagus. Aku emang belum divonis memiliki bipolar disorder sindrom. Tapi saya sedang galau setengah mati. ( Dulu seaktu SD saya pendiam sekali dan sering dibuly olh teman2 saya saya ini pendiam , bodoh tdk bisa teknologi, bau, tdk cantik dan masih byk lagi dan pembulyan ini berlanjut hingga sma meskipun ejekannya bkn dlm hal itu lagi) Saya kuliah disemester 6 dan memang saya hanya mempunyai dua atau tiga teman saja. Saya entah kenapa trauma dengan yang namanya tempnya teman satu saja, ingin dimanja (dicampus harus inisiatif dan proaktif). Kadang saya lelah dengan semua ini. Mrs gak berguna dan merasa pengen bunuh diri, saya butuh orang yang menormalkn persaan saya

  120. Hi. Tulisanmu bagus. Saya tidak tahu apakah saya mengidap sindrom bipolar krna saya belum tes. Tapi dari sklh dasar saya selalu bersedih entah apa sebabnya tidak jelas. Tetapi sewaktu masuk SD itu memang saya agak pendiam, jadilah sepanjang hidup saya dibuly oleh teman2 sekelas saya. Hal ini terus berulang hingga saya SMA. saat ini saya sedang kuliah semester 6 saya bingung apakah saya melanjutkan penulisan ilmiah atau cuti sementara dikarenakan pengobatan untuk keadaan saya ini, tetapi membutuhkan waktu yang lama, saya takut kuliah saya terganggu karena pengobatan saya, tapi disisi lain saya memerlukan pengobatan karena saya sering tidak bisa menetralisir perasaan saya saat berhubungn dengan teman saya, saat mengerjakan tugas, saat menghadapi hal 2 baru dlm kampus, dan masih banyak lagi hal2 dalam lingkup sosial yang menyakitkan bagi saya. Menurut anda apakah saya harus tetap mengambil kuliah ataut cuti sementara untuk pengobatan

  121. Why do I need to think how worth my life is if there is always something wrong inside of it? You know, the paragraph above that you’ve written about lying is my whole life. I enjoy doing that thing, on the other hand, I hate doing that thing. I always think to end my life but the thought about God’s punishment what I am always thinking is a shit annoying thing. At the end, I never do that.
    You have talent in writing, and the way you communicate the ideas and words are beneficial to you. Keep writing until the best people in the world read what you write. Good night.

  122. please email aku yaa, ak butuh cerita dan ak tertarik sm tulisan km, ak bukan penderita bipolat, tp ak org yg “akan” mendampingi bipolar

  123. Seandainya saya baca blog ini beberapa tahun lalu… mantan saya bipolar dan saya baru tau sekarang setelah bc blog kamu… sayangnya semua sudah terlambat…bahkan mungkin keputusan ku yg memutuskan hidup tidak melanjutkan hidup lg dgn nya akan membuat dia jatuh depresi atau bunuh diri…tp saya akhirnya mendapatkan pendamping hidup baru yg luar biasa… Puji Tuhan

  124. Teman-teman yang baik, maaf sekali saya baru merespon karena sekarang “rumahnya” pindah ke priskasiagian.com. Ditunggu komennya di sana, biar bisa segera saya respon. Untuk yang minta email. Saya segera email ya.

    Mari merayakan hidup 😀

  125. Tips sederhana untuk penderita bipolar : kalo ada perasaan yg tidak enak, apapun bentuknya (depresi, stress, bingung, takut, dll.) BUNGKUS DAN TITIP ke orang terdekat kamu (ayah, ibu, kakak, adik, saudara ataupun pasangan) agar perasaanmu bisa lebih ringan.

  126. Terima kasih untuk tulisannya. Saat ini sy bertunangan dengan pasangan saya yang ternyata mengidap bipolar disorder. Persiapan pernikahan kami menjadi pemicu episode manic pada dirinya. Saya tau dia pribadi yg baik… Tp tikus itu masih ada disana, dan saya tidak tahu apakah saya sanggup berjuang bersama dia menghadapi tikus jahat ini. I love him but, can I cope with his disorder? Should I continue? Or should I give up?

  127. Halo semuanya saya baru hari ini didiagnosa BD..saya jg merasa kesepian..ayo Kita semua saling support..no wasap saya 081294628283..kapan2 Kita coba bikin pertemuan Aja but sesame anggota BD..

  128. Hi.. menyentuh sekali tulisan ini.. saya merasa saya sedang merasakan posisi itu sekarang.. saya butuh teman sharing yg dapat mendengar dan memberikan solusi masalah saya.. jika tidak berkeberatan mohon bantuannya untuk personal contact melalui email saya.. terimakasih 🙂

  129. Saya berniat meninggalkan tmn yg sy rasa menderita Bp,lelah dgn mood dn pikiran negatif2nya….tkut klo sy pun akn terpancing emosi.setelah membaca tulisan ini,sy bru pham bahwa it penykit..kasihan.Hrs gmn pya temen BP….

  130. Bipolar itu menyulitkan
    ap lg klo udh jatuh d titik bawah.. Rasanya Ancur bgt g gmpang buat Bangkitnya.. saya awalnya Normal semenjak kejadian yg tdk pernah saya harpkn Akhirnya saya mengidap Bipolar

  131. boleh minta contact untuk ngobrol?kayaknya waktu baca tulisan ini seperti mewakili apa yg saya rasakan.saya ga mau nyerah untuk ninggalin orang terdekat saya yg pengidap bipolar

  132. Saya mempunyai suami divonis oleh dokter mengidap bipolar swing atau bipolar disorder sudah hampir 3 tahun.saya sudah menikah 1q tahun dan mempunyai 2 orang anak.dari punya perilaku kasar dan emosional dengan doa dan usaha saya alhamdulillah membaik.tapi semakin ksini penyakitnya semakin menyiksa dirinya ada kesalahan sedikit selalu fikirannya mau bunuh diri sudah 3x mencoba bunuh diri dengan meminum obat.alhamdulillah allah selalu menjaga suami saya.saya sebagai istri rasanya tdk kuat dengan perlakuanya selagi suami saya kambuh…mohon bantuannya apa yg saya harus lakukan untuk hidup saya dan anak2.karna semakin ksini sepertinya saya depresi menghadapi semua ini…terima kasij sebelumnya 😇

  133. Apakah penyakit bipolar ini tidak bisa merasakan sayang terhadap pasangan dan tidak bisa merasakan bahagia?mohon bantuan jawabannya.terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s