(Inilah) Arti Sebuah Nama

Standard

Bicara soal nama, kita pasti akan melirik Shakespeare melalui rayuan Romeo kepada Juliet,” What’s in a name? That which we call a rose.” Kalau di posisinya Romeo dan Juliet, mengganti nama bisa jadi harapan agar mereka bisa bersama selamanya. Tapi buat seorang sahabat saya, mengganti nama adalah caranya untuk menjadi utuh terhadap dirinya sendiri.

Iya, salah seorang sahabat saya yang memang selalu punya cara sendiri untuk menunjukkan sikapnya dalam menjalani hidup. Ada satu waktu dia cerita kepada kami, saat di kuliah dulu. “Eh kemarin gua ngeludahin Aa Gym.”

Apa reaksi kalian saat dengar itu? Kaget?!? Sudah pasti dan itulah yang dirasakan kami, sekumpulan perempuan-perempuan yang suka sekali menghabiskan waktu di kamar kosan seadanya sambil membicarakan banyak topik. “Hah…lu ketemu dia di mana?” salah satu dari kami bertanya. “Ngga ketemu, gua nonton di tipi,” ucapnya sewot dan kami hanya tertawa sambil bertanya kenapa dia meludahi Aa Gym melalui kotak kaca ajaib itu. “Abis gua sebel, dia ditanyain soal poligami jawabnya plintat-plintut…kaya bencong. Kaga demen gua…” Dan kami hanya tertawa mendengarnya.

Jadi ketika itu, saya dan sahabat-sahabat saya masih kuliah. Aa Gym juga masih naik daun. Dan isu poligami ketika itu memang sedang marak dibicarakan infotainment. Aa Gym mendapat pertanyaan itu karena dia idola ibu-ibu dan sangat romantis setiap kali tampil berduaan dengan Teh Nini, sang isteri. Dan diam-diam sahabat saya itu menyukai Aa Gym. Percaya deh, adalah hal yang ajaib bagi sahabat saya ini jika dia menyukai Aa Gym. Karena sebenarnya, kita bukanlah tipe pengagum pemuka agama…atau bahkan sangat mungkin, kita bukan pengagum agama πŸ˜€ Maka ketika dia menyukai Aa Gym, itu adalah hal menarik buat kita.

Dan cara Aa Gym menjawab soal poligami akhirnya merobohkan bibit mengagumi pemuka agama, pada kalbu sahabat saya itu. Dia bercerita, ketika itu, dirinya sedang asik nonton televisi dengan keluarganya. Keluarga dalam arti ada ibu dan bapaknya, beserta kedua adiknya. Semua mata tengah memandang lekat-lekat televisi, sampai kemudian melihat ada ludah mendarat di layar kaca itu. Spontan semua mata melirik dari mana sumber kekecewaan itu berasal dan begitu melihat pelakunya adalah sahabat saya, keluarganya hanya bisa menampilkan ekspresi kebingungan. Tapi sahabat saya ini berjiwa besar, dia berdiri sambil mengambil tisu dan menghampiri layar kaca yang masih bercerita mengenai poligami. “Ah Ustad banyak ngomong, ditanya gitu aja kelabakan,” ucapan ini berakhir tepat disapuan tisu yang terakhir. Semenjak itu, dia tidak pernah berpikir untuk menyukai atau mengagumi pemuka agama mana pun, terlebih laki-laki….hahahahahaha

Yah itulah dia, tegas dan cenderung frontal. Maka ketika tahun kemarin dia bilang mau ganti nama, saya hanya senyum-senyum saja. Awalnya saya pikir hanya sekadar ganti nama tanpa perlu legitimasi apapun. Tapi saya lupa, sahabat saya yang ini kalau sudah punya mau harus total. Dia pun mencari tahu bagaimana prosesi mengganti nama. Pengadilan mana yang harus didatangi dan bukti apa yang harus dibawa ke dinas kependudukan untuk mendaftarkan nama barunya.

Dan saat bertanya soal resolusi, dia menjawab dengan lantang, “Tahun ini gua bakal punya nama baru.” Resolusi yang menarik, karena berapa sih diantara kita yang kepikiran untuk ganti nama. Saya mendengar itu reaksi saya lega, karena ini adalah keinginannya yang tersimpan lama. Dia sudah memikirkan semuanya, mulai dari alasan mengganti nama, pemilihan nama baru, dan proses penggantian nama. Tapi beberapa sahabat saya yang lain menyimpan berjuta pertanyaan, bahkan ada yang menyelipkan rasa simpati pada orang tua sahabat saya.

Orang tua sahabat saya memang tidak menerima dengan mudah keinginan sahabat saya itu. Argumentasinya cukup alot, sempat mengira sahabat saya mau ganti nama karena namanya jelek. Sahabat saya hanya tersenyum, “Ngga. Bukan karena jelek mama. Saya cuman perlu merasa menyatu dengan diri saya dengan nama baru. Mama masih boleh kok manggil dengan nama lama. Ini sesuatu yang harus saya lakukan saja,” sahabat saya berdiplomasi. Sang ibu yang tau tabiat anaknya ngga bisa dibantah kalau dia sudah punya keinginan hanya bisa merestui.

Ketika saya tanya kenapa dia memilih nama baru, jawabannya juga sangat matang. Mulai dari penjelasan dia merasa cocok dengan nama yang dia pilih. Menggambarkan karakter dia yang sesungguhnya sampai gabungan unsur api dan tanah yang lembut. “Jadi ntar gua ngga jadi selalu dikelilingin unsur api mulu,” sahabat saya menjelaskan sambil bercerita bahwa hari lahir dan horoscope dia terdiri dari unsur api.

Saya bisa menerima keinginan dia untuk merubah nama. Malah saya berpikir, kenapa kita jarang kepikiran untuk ganti nama ya. Apa nama (hampir) sama dengan agama. Sesuatu yang harus kita terima karena orang tua sudah memberikannya saat kita terlahir ke dunia. Bahkan beberapa orang tua sudah sibuk mencari nama anaknya, saat anaknya masih dalam kandungan atau jauh sebelum bertemu dengan pasangan hidup. Sama seperti agama yang oleh orang Indonesia itu adalah harta warisan. Buktinya sebelum kita lahir, ritual agama sudah diakrabkan dengan melakukan selametan sambil mengundang pemimpin agama untuk mendoakan. Secara tidak langsung, kita sudah beragama sejak dalam kandungan.

Tapi saya juga mengerti keberatan orang tua sahabat saya untuk meloloskan niat anak pertamanya itu. Nama dibuat bukan sembarangan ada makna dari setiap nama. Ada orang tua yang mengambil nama seseorang yang berhasil, berharap agar anaknya memiliki keberhasilan yang sama. Contoh ini diterapkan langsung oleh orang tua saya ketika memilih nama saya. Konon kata ayah saya, di kampusnya dulu ada mahasiswi jurusan Arsitektur yang lulus cepat dengan nilai bagus. Dia berharap saya bisa melakukan hal yang sama. Hasilnya, saya masuk jurusan jurnalistik ya lulus dengan waktu yang pas 4,5 tahun. Beda tipis lah hahahahahaha.

Ada juga orang tua yang mengambil nama anaknya dari kitab suci, berharap anaknya bisa melakukan sang tokoh seperti yang ditulis dalam buku acuan agama itu. Nah sahabat saya memiliki nama depan yang sangat sering disematkan pada anak perempuan Islam, Siti. Berdasarkan penelusuran saya, nama Siti sering ditambahkan ketika menyebut nama para istri nabi. Tapi katanya ini cuman dilakukan pemuka agama Islam di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Siti adalah singkatan dari sayyidatiy yang berarti tuanku untuk wanita. Jadi ya nama sahabat saya itu memang bagus, maka tidak heran jika orang tuanya, khususnya ibunya mempertanyakan niat anaknya untuk mengganti nama.

Akhirnya saya berpikir sebenarnya tanpa kita sadari, kadang kita memiliki keinginan untuk mengganti nama. Kita hanya tidak melakukannya sefrontal sahabat saya itu. Saya misalnya, memilih menyebut diri saya sebagai Butterfly. Ini seperti nama kedua saya dan tanpa disadari saya lebih bersemangat ketika ditanya kenapa Butterfly. Saya bisa menceritakan proses panjang lebar saya hingga bertemu dengan nama alias itu. Semua yang saya ceritakan menyadarkan atas pilihan yang secara sadar saya lakukan.

Hampir sama ketika kita dewasa, mulai berpikir cara melihat Tuhan seperti apa yang cocok untuk kita. Dan saat sampai pada pilihan yang jelas, kita akan antusias sekali membagikan pengalaman itu. Iya pengalaman, karena kita menjalaninya dengan sadar.

Lalu saya iseng mencari arti nama saya. Sebenarnya, nama saya itu bisa jadi nama 3 orang hahahaha. Tapi untuk nama pertama, Priska, ada dalam Alkitab. Saya mengetahui ini saat SMA…sampai malu saat guru agama saya bilang nama saya itu diambil dari Alkitab. Maklum dari dulu saya sudah tak begitu menunjukkan anak sekolah yang alim jadi ada beban tersendiri ketika tahu namanya masuk dalam Alkitab. Plus cerita ayah saya sepertinya lebih enak diyakini πŸ˜€ Di Alkitab, Priska bisa ditulis sebagai Priska atau Priskilla. Ini adalah isteri dari Akwila yang merupakan salah satu temennya Paulus.

Lalu saya menemukan arti ketiga nama saya (tanpa marga, karena ngapain marga dikasih arti. Wong itu nama kakek moyang saya dulu yang kemudian menjadi penanda keturunan) pada link ini. Hasilnya, mereka bilang nama saya berarti: You Are Charming and Eloquent. Ini masih diturunkan dalam poin-poin di bawah ini, beberapa diantaranya memang saya temukan dalam diri saya πŸ˜€

  • You are influential and persuasive. You tend to have a lot of power over people.
  • Generally, you use your powers for good. You excel at solving other people’s problems.
  • Occasionally, you do get a little selfish and persuade people to do things that are only in your interest.
  • You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something.
  • You have a ton of energy, and most people can’t handle you. You’re very intense.
  • You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.
  • You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing.
  • You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long.
  • You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.
  • You are the total package – suave, sexy, smart, and strong.
  • You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know.
  • You don’t always resist your urges to crush the weak. Just remember, they don’t have as much going for them as you do.
  • You are a seeker of knowledge, and you have learned many things in your life.
  • You are also a keeper of knowledge – meaning you don’t spill secrets or spread gossip.
  • People sometimes think you’re snobby or aloof, but you’re just too deep in thought to pay attention to them.
  • You are usually the best at everything … you strive for perfection.
  • You are confident, authoritative, and aggressive.
  • You have the classic “Type A” personality.
  • You are very open. You communicate well, and you connect with other people easily.
  • You are a naturally creative person. Ideas just flow from your mind.
  • A true chameleon, you are many things at different points in your life. You are very adaptable.
  • You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
  • You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
  • At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.
  • You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow.
  • You are light hearted and accepting. You don’t get worked up easily.
  • Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is.
  • You are well rounded, with a complete perspective on life.
  • You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you.
  • At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself.
  • You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
  • You are powerful and competent, especially in the workplace.
  • People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.

Hmm….jadi apa arti nama kalian? Oiya, saya sempat terpikir juga. Kalau satu hari nanti saya kepikiran untuk ganti nama…apa nama yang cocok ya? Saya sudah bertanya hampir seminggu dan belum berhasil menemukan jawabannya…memang belum saatnya atau tidak merasa perlu ganti nama…wait and see lah πŸ˜€

Advertisements

8 responses »

  1. saya suka dan ga suka sama nama saya, in a way that my name is too lebay yet it’s meaningful πŸ˜›

    Hmm….jadi apa arti nama kalian?

    Seorang putri yang menjadi sebuah anugerah yang bagaikan cahaya yang sempurna.
    Told you it’s lebay :mrgreen:

    Oiya, saya sempat terpikir juga. Kalau satu hari nanti saya kepikiran untuk ganti nama…apa nama yang cocok ya?

    maunya bertema maskulin atau feminim? nama barat atau asia? *suka cari nama baru*

    • saya suka dan ga suka sama nama saya, in a way that my name is too lebay yet it’s meaningful πŸ˜›

      Ah aku suka nama kamu…bagus….

      Seorang putri yang menjadi sebuah anugerah yang bagaikan cahaya yang sempurna. Told you it’s lebay :mrgreen:

      Tuh kan bagus….kalau udah begini kayanya bakalan kaga ganti nama hihihihihihi.

      maunya bertema maskulin atau feminim? nama barat atau asia? *suka cari nama baru*

      50:50…loh…jadi ngga terlalu feminim tapi ada aura maskulinnya juga :mrgreen:

  2. Apa nama (hampir) sama dengan agama.

    Sepertinya nama justru lebih fundamental ketimbang agama. Liat aja, pemain sepakbola Indonesia yang namanya Cristian Gonzales dan Markus Horison, walaupun sudah masuk Islam namanya tetep kok Cristian dan Markus. πŸ˜†

    Anyway, namaku juga ribet. Ga ada arti secara utuh sih, tapi kata pertama artinya kemenangan rakyat, udah ada bakat sosialis dari kecil. πŸ˜› Konon diberi nama begitu berdasar nama temen babe yang jadi polisi sukses, beberapa tahun lalu pernah masuk koran waktu nangkep koruptor sapa gitu. Nama kedua bisa berarti laki-laki, entah dari mana asalnya. Nama ketiga, yang juga pseudo nama keluarga, adalah salah satu avatar Dewa Shiva.

    Kayanya besok kalo punya anak pola penamaannya mirip begini aja: asal Londo! πŸ˜†

    • Sepertinya nama justru lebih fundamental ketimbang agama. Liat aja, pemain sepakbola Indonesia yang namanya Cristian Gonzales dan Markus Horison, walaupun sudah masuk Islam namanya tetep kok Cristian dan Markus. πŸ˜†

      Hmmm…bener juga….Tapi jangan-jangan mereka dapat nama agama baru…Muhammad Christian Gonzales…kan menarik ya…

      Anyway, namaku juga ribet. Ga ada arti secara utuh sih, tapi kata pertama artinya kemenangan rakyat, udah ada bakat sosialis dari kecil. πŸ˜›

      Widih…bagus juga namanya….Harusnya kamu jadi aktivis Mar…demo-demo di bunderan HI sambil pake scarf warna merah…atau topi ala Che Guavara πŸ˜€

      Nama ketiga, yang juga pseudo nama keluarga, adalah salah satu avatar Dewa Shiva.

      Widih…berarti kamu keluarga Dewa dong…Dewa 19?!? ;))

  3. @lambrtz :

    Sepertinya nama justru lebih fundamental ketimbang agama. Liat aja, pemain sepakbola Indonesia yang namanya Cristian Gonzales dan Markus Horison, walaupun sudah masuk Islam namanya tetep kok Cristian dan Markus

    Markus kan memang punya nama islam, Muhammad Haris siapa gitu, cuma kayanya masyarakat udah kenal nama Markus, jadi ya susah juga mengganti imejnya πŸ˜› Kalo Christian saya kurang tahu. Ah nama sekarang udah ga terlalu disangkutpautkan dengan origin nya sih ya. Jadi inget dulu pernah ada yang kaget tau nama saya Grace dan saya berkerudung πŸ˜†

    @Mbak Priska :

    ….kalau udah begini kayanya bakalan kaga ganti nama

    memang ga mau, cuma pingin get rid of the princess aja πŸ‘Ώ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s