Selangkah Menuju Penggenapan

Standard

Ada keberanian yang dititipkan Sahabat Kehidupan pada saya, yaitu keberanian untuk bermimpi. Tak tanggung-tanggung, saya meraup semua kemampuan untuk mengumpulkan mimpi sebanyak-banyaknya. Karena langit, luasnya tak terhingga, jadi banyak ruang untuk menempatkan mimpi saya pada awan biru itu.

Dan kini, salah satu mimpi terbesar saya sudah di depan mata. Hanya tinggal selangkah lagi. Saya terharu dan meletakkan kedua tangan tepat di atas detakan jantung. Betapa mimpi membuat malam-malam saya tak hanya penuh buaian tapi juga ketenangan panjang untuk menghadapi apapun di depan mata.

Akhirnya, di langit biru ini, saya bertemu. Sahabat Kehidupan mengundang saya untuk sampai pada tempat saya menempatkan mimpi-mimpi. Indah sekali. Tepat di tengah malam dengan mata yang berbinar, alam semesta merayakan pertemuan kami dengan derai hujan yang ringan. Tinggal selangkah lagi. Ah hidup terlalu mencintai saya, begitu banyak kebahagiaan dan keajaiban datang bak udara yang mengalir tanpa henti.

Selangkah lagi dan masih diiringi lagu-lagu lembut kerendahan hati, saya tak dapat menyembunyikan senyum yang terlanjur sempurna terbentuk di wajah saya. Ah Sahabat Kehidupan begitu setia menemani saya. Keberadaannya indah. Masih seperti dulu, seperti ketika Dia berbisik, “Bermimpilah. Genapilah. Karena ini akan membuat jiwamu berani berkelana kemana saja…bahkan ke langit tak bertuan.”

Dan gagang pintu realitas mimpi minta untuk diputar menuju arah kesempurnaan anak-anak mimpi berikutnya. Bahwa setiap mimpi yang berhasil diwujudkan sebenarnya adalah keberanian yang dibungkus dalam kebiasaan.

Kebiasaan untuk menumbuhkan mimpi pada setiap jejak kaki yang menempel pada tanah. Iya tanah, karena tanahlah yang menghidupi kita. Dan tanahlah yang memadatkan semua kehampaan, ketakutan, serta kematian untuk disimpan dalam perut bumi. Kemudian yang sisa hanya kehidupan pada permukaan jejak kaki, di sanalah ada detak kekuatan kaki untuk melompat lebih jauh dari sebelumnya. Menyambut udara yang menepiskan kekecutan hati. Lalu bersama tiupan angin, melesat untuk berkencan bersama mimpi.

Ya selangkah lagi, dengan segala kerendahan hati yang diberikan kepada saya, saya akan hidup bahagia bersama mimpi saya. Merangkum kata-kata dalam lembaran kertas. Bercerita dengan seribu bahasa tanpa batas. Berlakon sejuta karakter tanpa menjadi sendirian. Mengarungi seluruh penjuru mata angin tanpa meninggalkan kemanusiaan.

Ah…hidup memang amat baik terhadap saya….Mari bermimpi dan selamat datang hari penggenapan šŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s