Lagu-lagu Pengumpul Wangsit

Standard

Disaat deadline memburu di depan mata, saya malah membuat postingan ini πŸ˜€

Setiap pagi menuju siang, karena saya sampai kantor sekitar jam 10.30, ada rangkaian ritual yang saya lakukan untuk memanggil segala wangsit merangkai kata.

  • Menyapa teman-teman di sekitar cubicle sambil mengeluarkan laptop dari tas.
  • Menunggu laptop menyala, menatap Jakarta dari lantai 14 melalui kaca tembus pandang. Posisi ini membuat saya bisa memantau pembangunan gedung-gedung bertingkat di daerah Kuningan. Saya juga bisa melihat pohon-pohon hijau masih berbaris rapih di sepanjang jalan Imam Bonjol, sedangkan di bagian Timur Jakarta isinya rumah semua πŸ˜€
  • Saat laptop mulai nyala, saya memilih lagu-lagu mana yang akan memampukan saya merangkum semua abjad menjadi tips, trik, himbauan, atau bahkan hasil penelitian.
  • Dari begitu banyak list lagu yang terekam dalam winamp saya, inilah beberapa lagu yang pada akhirnya membuat saya ikut bernyanyi, tersenyum, bahkan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan…persis kaya anak kecil yang diputarkan lagu favoritnya berkali-kali.

Daftar lagu itu adalah….

1.Meaghan Smith – Here Comes Your Man

Ini lagu ngga cuman berhasil bikin saya senyum-senyum dan menggeleng-gelengkan kepala, tapi juga membuat saya ingin naik sepeda dengan baju vintage dan biarkan angin menyibakkan rambut plus rok saya…Hahahaha saya jadi centil banget kalau denger lagu ini.

Oiya, gaya Meaghan Smith, mengingatkan saya akan salah satu sahabat saya yang luar biasa unik Nidandelion Pedestrian….Her dress, her smile, her hair…as matter a fact…Nida has a red bike!! This song for you my dearest πŸ˜€

2.Bonita – Di Rumahku

Bayangin kalau latihan aja mereka bisa sebagus itu, apalagi saya tiap hari dengerin versi life di winamp πŸ˜€ Selain lagu ini ada lagu Bangun. Musiknya ceria dan liriknya juga sangat positif. Lirik awalnya begini:

Ku ucapkan pagi, matahari.
Saat ku bukakan jendela.
Cerahnya senyummu, berseri-seri
Lalu ku titipkan, kecupan

Apa kabarmu, wahai hatiku.
Ku sapa halus sayangnya….

Bagus ya…dan dijamin bikin kita bakal senyum-senyum bahagia.

3.Frau – Salahku, Sahabatku

Wah kalau ini lagu….bener-bener bikin saya seakan mainin piano di atas keyboard komputer…hahahahahaha…which is so impossible. Pertama, saya ngga bisa main piano. Dan kedua, hello ini laptop bukan piano. Lagu ini membuat saya bernyanyi di depan teman-teman saya yang jumlahnya lebih dari 20 orang. Bernyanyi dengan iringan piano melalui smartphone saya. Hah…ini yang membuat saya ingin serius tenggelam dalam musik dan pertunjukan musik. Satu hari nanti, pasti.

4.Adhitia Sofyan – Adelaide Sky

Ini adalah salah satu lagu Adhitia yang saya suka. Beberapa hari lalu saya malah menuliskan bagaimana pengalaman pertama saya menonton Adhitia secara live. Bisa dilihat disini. Lagu-lagunya Adhitia bisa pelan-pelan membuat saya menemukan ide untuk tulisan. Tapi ngga jarang juga, saya malah buka blognya Adhitia untuk ngeliat liriknya dan ikut nyanyi. Untung di kantor ngga ada kameranya, jadi ngga keliatan kalau sebenarnya saya sering nyanyi-nyanyi sendiri ketimbang nulis atau nyari bahan…hahahahaha

5.Carla Bruni – Quelqu’un m’a dit

Walaupun saya ngga ngerti sebenarnya dia bilang apa, tapi emang bener kalau ada orang bilang ngomong Perancis itu emang bikin seksi…Ini semua karena efek lidah belibet-belibet. Saya suka ngebayangin ngomong bahasa Indonesia dengan efek lidah belibet ini, langsung deh ilfil. Jadi ya biarkan Carla Bruni bernyanyi dengan bahasanya sendiri πŸ˜€

6. Jens Lekman – The Opposite Of Hallelujah

Ah Jens Lekman, membuat saya mendengar lagu yang cerita. Iramanya ceria dan liriknya cenderung konyol dan sangat bersahabat. Saya suka menyanyikan lagu ini bersama Nidandelion Pedestrian saat kita berjalan di bawah lampu-lampu di jalan Kuningan, Jakarta. Belakangan, saya menikmati menjadi pejalan kaki berkat Nida. Dan satu lagi lagu Jens Lekman yang kita suka adalah….

7. Jens Lekman – A Postcard To Nina

Nah kalau ini selalu bikin saya ketawa….liriknya adalah cerita yang luar biasa ironi….ah ironi emang selalu memberikan senyum di bibir. Tinggal pilih mau senyum geli atau senyum getir….Karena saya tidak punya pengalaman seperti dalam lirik A Postcard to Nina, saya memilih senyum geli.

8. Miike Snow – Animal

Nah di saat saya merasa sangat mandek sekali untuk mengumpulkan abjad menjadi kalimat dalam artikel, saya meminta Miike Snow bernyanyi untuk saya. Entahlah, musiknya yang up beat seolah berhasil membuat otak saya untuk bekerja lebih semangat (baca : tidak malas)

9. Miike Snow – A Horse Is Not a Home

Apalagi kalau denger lagu ini….rasanya pengen ada di dalam mobil yang lari dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Saya biasanya mendengarkan lagu ini dengan volume yang penuh…..Jadi benar-benar merasa ada di tempat yang saya inginkan dan biasanya kata-kata pun mulai terangkai.

10. She & Him – In The Sun

Nah ini lagu, apalagi kalau liat klipnya…selalu bikin saya mau nari dan nonton theater musikal.

Waks….udah jam berapa ini dan artikel highlight-ku belum jadi…oke…sekian dulu bikin list lagunya…nanti lagi…diterusin…kalau mandek karena ngga bisa bikin artikel hahahahahahahahaha

Advertisements

11 responses »

  1. Ealah Mar…Mar…itu lagu wangsit panjang bener….24 menit…tapi kayanya lagu-laguku kalau dijumlahin kurang lebih segitu kali ya…jadi ya lagu pengumpul wangsitmu paket hemat lah…Btw, dulu temen di kampusku ada yang fans-nya Pink Floyd…dan di salah satu perpustakan umum di Jatinangor yang namanya Batu Api…aku sempat mencari-cari kaya apa sih nih Pink Floyd. Nyarinya ngga begitu bersemangat, tapi liat dari link yang kamu kasih…gila emosinya naik turun banget ya…teateritikal banget…ini sealiran sama Dream Theater ngga sih? Well aku sih ngga pendengar setia keduanya jadi ora mudeng πŸ˜€

    Hhahahaha…aku lebih suka versi yang Meaghan Smith sama The Pixies, lebih ceria…kalau yang Tom Hansen kok kayanya bitchy banget ya…loh kok…

  2. Hahaha…cuma orang mabuk yang ndengerin lagu itu πŸ˜†

    Kalo sama Dream Theater (DT) ya beda sih menurutku. DT main teknik (yaa katakanlah asal sulit :mrgreen: ), sementara Pink Floyd (PF), terutama yang era pertengahan-akhir kaya di lagu yang aku kasih itu, lebih bermain atmosfer. Lagunya ga begitu susah, dan temponya lambat-lambat, tapi buat aku lebih sentimental (halah lebay). Aku sendiri dulu memulai dari DT, tapi akhirnya sekarang lebih sering dengerin PF. πŸ˜€

    BTW don’t take my opinion for granted, fan setia itu pendapatnya bias :-“

    • Oooo….ya…ya…ya…DT lebih muruluk…ini istilah dari penggemar DT yang aku kenal…muruluk katanya mainin gitarnya ampe jarinya ngeliuk-ngeliuk tanpa perlu kusut kaya benang…definisi yang panjang memang. Btw, jadi inget, dulu pernah dikasih kaset Pink Floyd sama yang punya perpustakan Batu Api…oiya sama kaset Jimi Hendrix…tapi ngomong-ngomong kemana ya tuh kaset sekarang…*tepok jidat*

  3. Meagan Smith – Here Comes Your Man > Likes!
    She and Him > Super Likey!
    Adithya Sofyan > Yang ini bikin menye jhe πŸ˜›
    Btw, sontrek-sontrek nya 500 days of summer emang enak-enak mbak πŸ˜›

  4. hai priska. salam kenal, saya alia, temannya ika dan odit. *semoga gak membangkitkan kenangan buruk 😐
    just wanna say, i love jens lekman too for the storytelling lyrics. so far blm ada yg ngalahin postcard to nina dalam hal lagu yg bikin ketawa. kl versi live-nya, jens selalu bernarasi sambil intro gitar; “this song is about a girl named nina…” dan biasanya audience ketawa pas denger narasi itu πŸ™‚

    • hai priska. salam kenal, saya alia, temannya ika dan odit. *semoga gak membangkitkan kenangan buruk

      Hahahahahaha….kenangan buruk…kan bukan sama kamu cerita buruknya…Salam kenal juga….terima kasih sudah mampir di blog saya πŸ˜€ Kapan-kapan kita ketemuan bertiga yuk…pasti rame πŸ˜€

      kl versi live-nya, jens selalu bernarasi sambil intro gitar; β€œthis song is about a girl named nina…” dan biasanya audience ketawa pas denger narasi itu

      Bener-bener…aku liat di youtube…dan berasa jadi salah satu audience yang nonton dia langsung. Duh mudah-mudahan dia datang ke Jakarta ya…dan kita bisa bener-bener nikmati narasi dia yang lucu itu…*crossing finger*

  5. dulu pernah kok mampir ke bandung, sekitar taun 2007 kalo gak salah. dia manggung di kafe, dgn tiket cuma 90rb. pernah denger gak? tapi entah knp waktu itu aku gak dateng. skrg baru kerasa rugi πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s