Les Voila!!

Standard

Seingat saya, di blog ini belum pernah ada tulisan yang membahas mengenai sepatu. Iya sepatu!! Sebenarnya saya bukanlah penggila sepatu, apalagi high heels shoes. Soalnya dulu saya tomboy jadi tidak pernah akrab dengan sepatu ber-heels. Kalau pun punya, paling tinggi 5 cm dan buat saya itu sudah cukup memuaskan langkah kaki saya.

Tapi entah kenapa, sekitar seminggu yang lalu, saya kepincut dengan sepatu yang satu ini. Bayangin, tingginya 12 cm! Dan yang membuat saya semakin tergerak untuk mengamati lekat-lekat sepatu ini adalah karena di sebelahnya ada tulisan DISCOUNT 20% Akhirnya otak saya bersuara (otak ya bukan hati hahahahahaha), “Lucu juga kayanya kalau dicoba.”

Sesaat kemudian yang saya tahu, saya sudah duduk bangku yang disediakan khusus untuk pembeli atau pelintas seperti saya. Saya sengaja memilih tempat duduk yang di depannya tepat terpasang kaca besar yang mencerminkan penampilan kita seluruh badan. Dan ketika itu, saya duduk di antara dua laki-laki yang tengah menunggu pasangannya mencari sepatu. Mereka hanya memainkan handphone sambil bertumpang dagu. Lalu saya kenakan sepatu kulit bertali ini pada kaki kanan saya, sedangkan kaki kiri saya masih memakai sepatu yang lama yang heels-nya hanya 5 cm.

Tapi entah kenapa, sepatu yang hanya sebelah ini cukup memberikan daya magis. Kaki saya nyaman sekali bahkan ketika berdiri, haknya tidak terasa kesulitan menopang tubuh saya. Bahkan kedua laki-laki itu berhenti memainkan handphone-nya. Ini serius, sepatu itu menyimpan daya magis bagi semua orang yang melihatnya.

Akhirnya saya sangat percaya diri untuk melangkahkan kaki saya menuju kaca besar tersebut. Saya berjalan menjauh dan mendekati kaca itu, efeknya masih sama, SEXY! Tiba-tiba saya melihat ada senyum lebar di wajah saya dengan rona berseri-seri, persis kaya pertama kali jatuh cinta. Akhirnya saya duduk kembali dan berpikir apakah ini harus dibungkus dan di bawa pulang atau…..Suara hati saya bilang, “Tunggu dulu, jangan sekarang.” Tapi kepala saya bilang, “Nanti diskonnya lewat loh,” benar-benar suara yang membuat kita bisa melakukan apa saja demi sepatu. Lagi-lagi entah kenapa, saya menahan sedikit emosi saya.

Tapi tahu apa yang terjadi, selama 2 hari berturut-turut saya tidak bisa menghapus daya ingat saya terhadap sepatu itu. Saya bahkan membayangkan koleksi baju apa saja yang akan menyempurnakan penampilannya. Bayangannya semakin luas, saya mengamati kedua kaki saya dan kembali meminta otak memutar apa yang terjadi ketika saya mencoba sepatu itu. Ah sepatu itu punya daya magis, ada peletnya. Dan semakin dicoba, peletnya menempel di kepala. Saya harus beli!!!!!

Akhirnya pada Selasa (2/11) kemarin saya membelinya. Walaupun kemudian saya sadar ternyata di bawah tulisan 20% ada tulisan selected items, yang memang tidak terlihat olah mata dengan jelas. Tapi niat saya sudah bulat. Bukan sekadar untuk memuaskan rasa penasaran akibat telah mencobanya tapi juga sebagai simbol keberanian saya. Iya saya berani untuk membeli dan memakai sepatu 12 cm! Ini adalah sepatu tertinggi yang saya pernah punya. Bahkan modelnya sangat merepresentasikan saya, Bold but Sexy.

Dan sepatu ini adalah representasi kemenangan saya atas kebebasan yang saya nikmati sekarang. Plus heel 12 cm itu adalah pengingat bagi saya untuk mencari pasangan baru yang setidaknya selevel dengan saya. Ya satu level dalam menjaga harga dirinya. Saya berucap kepada salah satu teman saya, “At least kalau nanti gua jalan pake sepatu ini sama yang baru, bisa sama tingginya…hahahahaha.” Bahkan teman baru saya, Mbak Gati, berkata “Ya sekarang kau memakai sepatu berhak tinggi, maka bisa memandang lebih jauh.” Sangat benar!

Maka pada Jumat (5/11) kemarin saya mendeklarasikan kebebasan saya dengan sepatu seksi ini. Saat saya mengenakannya ada perasaan sangat puas karena saya tidak sekadar membayangkan bagaimana indahnya sepatu tersebut di kedua kaki saya, tapi saya benar-benar berhasil memilikinya. Tak hanya itu, sepatu ber-heels yang ringan ini  membuat langkah kaki saya sangat elegan, penuh percaya diri dan anggun. Saya bertemu dengan diri saya yang baru, iya kupu-kupu ini berhasil keluar dari kepompong menyeramkan dan menantang dunia.

Ternyata kebebasan menawarkan daya magis yang luar biasa. Saya bebas melakukan apa yang saya mau. Saya hanya fokus pada diri saya, apa dan bagaimana kita menyempurnakan hari ini. Tak perlu lagi menunggu seseorang untuk mau menyemangati dirinya sendiri. Tak perlu lagi mengeluarkan segala daya dan upaya untuk membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu. Kali ini semuanya tentang saya. Kalau saya mau akan saya lakukan, tapi kalau tidak, maaf saja, diri saya sangat penting saat ini.

Dengan gaun bunga-bunga cerah berwarna pink, saya semakin mengeluarkan aura yang saya punya. Tapi kali ini, auranya lebih matang karena saya yang sekarang lebih berani melakukan apa saja demi kepuasan diri saya tanpa perlu berkompromi dengan siapa pun. Saya lebih lepas tertawa dan lebih bebas mengeluarkan apa saja yang ada di dalam kepala saya. Dan sebagian besar yang mendengar apa yang saya katakan sambil merasakan riangnya tawa yang saya keluarkan mengatakan, saya yang sekarang lebih keren. Saya hanya berucap, “Orang keren, temenannya sama orang keren,” dan kami pun tertawa bersama.

Sebenarnya ada misi tertentu mengapa saya memakainya kemarin, karena saya akan bertemu dengan Ika dan Odit. Sudah lama kami tidak pergi dan mengeluarkan tawa lebar bersama. Karena saya menulis tentang sepatu dengan gaya magis ini di facebook, mereka pun penasaran untuk melihat sepatu tersebut. Maka bertemulah kami di salah satu cafe di Setia Budi.

Oiya tahu apa juga kepuasaan yang diberikan sepatu high heels? Saat kita mengeluarkan salah satu kaki kita dari mobil, kita dapat merasakan bagaimana kaki jenjang itu bisa menghipnotis banyak orang. Iya ini benar, saya merasakannya sendiri hahahahaha. Saat saya keluar dari taksi, saya merasakan bagaimana kaki jenjang benar-benar bisa memutar dunia. Dan seharian kemarin saya harus naik taksi, karena tidak mungkin menggunakan bis dengan baju serta sepatu se-seksi itu. Banyak penjahat kelamin di angkutan umum itu dan saya terlalu berharga untuk memuaskan hasrat mereka. Bahkan ketika Athied coba mengabadikan momen saya me-launching sepatu itu, saya benar-benar mengerti mengapa model harus berkaki jenjang. Karena kaki jenjang adalah salah satu bentuk keindahan tubuh perempuan.

Bertemulah saya dengan Ika dan Odit. Tahu apa yang menjadi pembicaraan kita pertama? Ketika saya bertemu sama Ika, kita langsung membicarakan sepatu keren itu dan saya meminta dia untuk mencobanya. Begitu juga dengan Odit. Bahkan teman-teman di kantor, saya suruh untuk ikut merasakan bagaimana daya magis sepatu itu menempel di kepala ketika kita mencobanya langsung hahahahaha.

Tapi ternyata sepatu itu tidak hanya memberikan daya magis pada teman-teman perempuan saya saja, melainkan pada laki-laki yang saya lintasi. I feel sexy, itu dia daya magis sepatunya. Semua menjadi seksi ketika memakai sepatu hitam dengan hak 12 cm ini. Dan para laki-laki menangkap aura seksi itu juga. Walaupun ketika salah satu dari mereka mendekati, saya sebenarnya tidak sedang memakai sepatu itu, ya emang saya seksi berarti hahahahaha.

Sebenarnya saya sudah menangkap dia mengamati saya, saat saya menoleh, “Damn kenapa dia di sini.” Maklum laki-laki ini dari masa lalu yang tidak berhasil membuat hati saya bergetar.

Untuk Ita dan Atun : Ingat anak HI’98 yang datang ke kosan gua dan menghabiskan roti tawar yang kita beli patungan? Kita makan dikit-dikit eh dia malah makan sesuka hati…hahahahahaha…Cara PDKT yang aneh ya teman-teman. Iya, gua ketemu dia kemarin, masih kaya dulu aja ANEH.

Laki-laki itu terlihat sekali ingin diajak bergabung, tapi saya tidak memberikan peluang itu. Dia hanya berdiri tanpa saya pernah suruh untuk duduk di sofa yang kosong. Saat inilah saya merasakan nikmatnya menjadi bebas, saya berhak memilih mana yang boleh menikmati aura saya dan mana yang tidak. Mana yang layak terbang ringan bersama saya dan mana yang boleh melihatnya dari kejauhan. Saya sangat siap untuk memilih!

Seorang teman dari Filipin, Mildred menyarankan, agar saya tidak terburu-buru mengingat apa saja yang baru saya alami. Tapi saya katakan ke Mildred, bahwa akhir dari semua peristiwa yang terjadi 3 bulan lalu, menyimpulkan sayalah pemenangnya. Saya tidak kehilangan apapun, bahkan harga diri saya tidak saya gadaikan begitu saja demi sebuah hasrat semu. Karena bukan saya yang menjadi korban dan bukan saya yang kehilangan. Dalam hati dan diri saya tak ada yang terluka, ketulusan tidak mengenal luka. Maka tak perlu waktu untuk memulihkan diri. Dan Mildred pun memberikan saya senyum lebar dengan pelukan hangat.

Ya, saat ini saya telah keluar dari kepompong gelap yang menyesakkan itu. Saya telah menghadapi semua proses untuk membuat saya mengeluarkan kedua sayap saya dengan segala corak yang meringankan tarian saya di udara menuju langit. Kini waktunya saya menikmati semua kesempurnaan yang diberikan Si Pengendali Proses Metamorfosis. Waktunya memilih dan ketika kita berbicara mengenai memilih itu artinya kita yang pegang kendali. Jadi ini waktunya mengendalikan tarian kedua sayap saya sambil menatap matahari yang menyinari setiap corak yang ada di sayap saya. SEMPURNA!!!!

Advertisements

6 responses »

  1. Waktu saya baca di Google Reader, saya pikir ini updatean dari blog bola yang saya ikuti :)) (Fiorentina = La Viola)Anyway, senang mendengarmu keluar dari kepompong, Ito. 😀 [del]Kemarin hampir aku siul-siulin di FB :-"[/del]

  2. Hahahahahahah….iya harus bikin gaya baru buat judul…hahahahaha.Oiya, makasih ya sudah membantu aku kemarin. Tulisan Menghargai Diri itu juga include you as one of my friend who support me ya ;D Makasih ya Mar, best wishes for you too.Btw, sekarang aman disiulin kok…wakakakakakakaak

  3. sepatu baru, metamorfosis baru, saatnya mencari PASANGAN BARU yg SELEVEL! cuit cuitt…sayang,krn betisku pendek dan bulet,mata kaki rusak,bner2 ga memungkinkan nyobain sepatu barumu yg keren bgt itu,kikikik.ckuplah merasa seksi dgn converse bututku.ulang taun aku minta dibeliin converse aja deh! lol-nidandelion-

  4. Hey kamu kenapa anonimus?There is nothing you need to hide for…not like…ya you know who lah ;DCobain aja…baru rasakan bagaimana daya magisnya bekerja…hehehehe….Converse ya…baiklah akan aku patungan sama … ya kamu tau lah siapa…upsi ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s