Express your self children

Standard

Kemarin saya bersama Astried dan Ary, berkunjung ke rumah senyumpagi, menggantikan miss Ika Krismantari yang tidak bisa mengajar anak-anak asuhnya. Maklum, miss Ika lagi “memburu” ilmu di Berlin.

Selalu banyak cerita kalau main ke rumah senyumpagi. Walupun di awal-awal saya dan Athied bingung untuk mengajarkan mereka apa yang terlintas di kepala hanya mengajak mereka bermain. Jadilah disepakati untuk mengajak mereka bermain origami dengan menuliskan perasaan mereka kepada Miss Ika yang beribu-ribu kilometer jauhnya. Pesannya seperti ini :

Dear Miss Ika
We miss you so much
Come back soon
and bring us some souvenir
Best regards,
Priska

Sebelumnya saya dan Athied membolehkan mereka untuk menulis surat kepada siapapun, tapi pilihannya tetap MISS IKA 😀 Ekspresinya macam-macam saat dibolehkan mengganti kata souvenir dengan apapun yang mereka minta dari miss-nya.

Salah satunya Miranda, anak berambut sepundak yang pendiam ini memanggil saya sambil sedikit berbisik, “Miss…miss…bahasa inggrisnya boneka apa ya.” Saya pun duduk semangat di sampingnya dan berbisik, “Yuk kita cari sama-sama di kamus.” Boneka = doll. Saya kembali berbisik, “Bahasa inggrisnya doll miranda. Loh kok kita jadi bisik-bisik gini ya.” Miranda pun tersipu malu mendengar kata-kata saya.

Anak kecil yang polos ini pun menulis dengan spidol besarnya :
Dear Miss Ika,
We miss you so much
Come back soon
and bring us some doll dolpin
Best Regards
Miranda

Hihiihihihiihh maksudnya boneka lumba-lumba. Tapi ntah kenapa saya tidak tega mengatakan, salah nulisnya Miranda karena gadis kecil yang manis itu sudah membalikkan kertas dengan maksud tidak ada yang ingin melihat. Is a secret rupanya 😀

Tibalah waktunya melipat wish menjadi origami. Saat tahapan-tahapan melipat dilakukan dan ada yang tertinggal, mereka berteriak…”Miss…miss gimana sih.” Atau, “Miss…miss…gini ya Miss.” Entah mengapa panggilan untuk diperhatikan itu selalu menyimpulkan senyum di wajah saya. Cara mereka memanggil tidak akan membuat kita jengkel. Walaupun sebenarnya saya pun masih suka salah melipat kertasnya 😀 Tapi memang disinilah kelebihan taman belajar rumah senyumpagi, bukan hanya anak-anak yang belajar tapi miss-miss-nya pun belajar.

Tibalah waktunya kita berbicara mengenai cita-cita karena saat Ary memperkenalkan diri, dia menyebut profesinya. Ada yang mau jadi perawat, guru, dan dokter. Pertanyaan jail pun dikeluarkan oleh Athied, “ngga ada yang mau jadi wartawan ya?” Mereka serempak bilang, “Ngga…” Saya coba menggoda, “Loh kenapa? Kan enak lo bisa jalan-jalan kaya Miss Ika.” Tapi tetap godaan ini tidak berhasil.

Saya kemudian mencoba profesi yang lain,”ngga ada yang mau jadi pilot ya?” Pikiran saya sederhana, karena rumah mereka dekat dengan lapangan terbang pondok cabe, pasti pernah terlintas untuk jadi pilot. Dan seorang anak yang bernama Cici pun berceloteh, “Ngga mau ah miss, nanti kalau jatuh disalahin.” Hahahahahahah Cici memang selalu membuat kita tertawa. Karena Ika pernah bercerita, anak ini suka sekali angkat tangan. Sekadar angkat tangan saat miss-nya mengajukan pertanyaan. Tapi ketika Ika meminta jawaban, Cici hanya menjawab, “Au ah miss. orang cuman mau angkat tangan.”

Anak-anak memang selalu punya segudang kepolosan untuk menceriakan dunia. Buat rumah senyumpagi, terima kasih untuk pelajarannya kemarin. Saya akan selalu merindukan kalian dan rasanya sejam atau dua jam tidak akan pernah cukup buat gelak tawa yang kalian berikan kepada saya. Ya, sampai sekarang saya masih mengulum senyum mengingat semua ekspresi kalian. God bless you all…nanti kita main lagi ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s