Utang tulisan

Standard

Duh saya penasaran dengan cerpen yang saya sedang cicil. Iya cicil, karena rutinitas kerja membuat saya kelelahan di malam hari hingga sulit untuk membuka mata dan menciptakan karakter.

Rasa penasaran saya sudah sampai ubun-ubun. Pengen tahu banget, akhirnya seperti apa. Ah siapa bilang menjadi penulis itu pekerjaan mudah…Susah loh, apalagi jika kegiatan menulis itu didasari kepuasan diri. Bukan sekedar jaminan bulan ini digaji atau tidak… ๐Ÿ˜€

Duh pengen banget nulis…pengen banget cerita tentang ilalang ini menemukan klimaksnya…Padahal pacar saya sudah memodali dengan 4 seri buku Proses Kreatif Mengapa dan Bagaimana Saya Menulis. Ini buku kumpulan dari penulis-penulis terkenal yang bercerita bagaimana proses kreatif mereka. Mulai dari Pramoedya Ananta Toer, AA Navis, Budi Dharma, sampai Ayu Utami.

Ini hadiah luar biasa. Ibaratnya, pacar saya meminta mereka bercerita kepada saya bagaimana menjadi penulis hebat seperti mereka. Ah menulis, selalu menjadi kepuasan tersendiri buat saya. Dulu saya rajin menulis buku harian. Kemudian beranjak menulis puisi dan kemudian serius mempelajari teknik menulis di jurusan Jurnalistik. Hingga sekarang bekerja sebagai kuli tinta.

Sepertinya saya butuh meningkatkan skill menulis saya dengan medan yang lebih menantang ๐Ÿ˜€ Yah yang penting memenuhi klimaks cerpen ilalang dulu lah ๐Ÿ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s