Ngambek Perdana

Standard

Setelah hampir 3 tahun berpacaran, akhirnya pacar saya ngambek juga. Well, saya ngga sengaja sih bikin dia ngambek. Cuman keadaan aja yang bikin kita jadi sama-sama sensitif dan milih untuk ngga banyak ngomong apa-apa.

Tapi ternyata dia malah uring-uringan ngga jelas dan sempet bikin panik. Diteleponin ngga diangkat. SMS pu ngga dibales. Soalnya malam sebelumnya, dia ngeluh lehernya sakit luar biasa. Saya pikir syaraf lehernya yang kejepit pasca kecelakaan itu kambuh lagi.

Pikiran jelek saya muncul, jangan-jangan dia kenapa-napa lagi. Walaupun sebenarnya, dalam hati saya ngga terlalu panik. Biasanya, kalau terjadi sesuatu dengan orang terdekat saya, perasaan ngga enak muncul tanpa alasan.

Untuk memenuhi rasa penasaran, saya pun datang ke tempatnya. Belum sampai pintu kamar kosnya, saya langsung tanya penjaganya apa dia udah keluar kamar dari pagi. “Wah belum tuh Mba.” Saya makin panik, masa udah siang belum bangun. Dia ngga pernah bangun sesiang itu, saya membatin.

Saya gedor-gedor pintunya. Karena tidak ada jawaban dari dalam, saya gedor semakin kencang. Tiba-tiba pintu kebuka dan dia muncul dengan muka cemberut. “Sayang, aku ngambek.” Sebel, marah tapi lucu juga liat mukanya yang kaya anak-anak gitu. Tapi saya milih nunjukkin marahnya, karena sudah dibuat panik semalam suntuk.

Well ini kali pertama dia NGAMBEK besar…nyebelin emang…tapi lucu juga sih…Asal jangan sering-sering aja ya….Karena ngambaek adalah “wilayahnya” perempuan *pembenaran mode on*

Love you sayang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s