Mencuri optimisme

Standard

Rabu (18/3), melalui sambungan internet saya dan my ice cream maker berbagi cerita. Sebenarnya tidak seratus persen cerita, angan-angan lebih tepatnya. Kita berhayal 😀

Berhayal kalau salah satu diantara kita mendapatkan beasiswa. Pengalaman berpisah beribu-ribu mil dalam satuan waktu tertentu, membuat kita semakin menyadari betapa kita tidak bisa jauhan. Alhasil kita berhayal.

Bila salah satu diantara kita dipercaya bersekolah ke luar negeri, kita akan tetap bersama. Yang tidak dapat beasiswa mengikuti yang dapat. Lalu apa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup? Ya bekerja. Bisa dengan mengirimkan tulisan mengenai objek wisata atau tempat unik. Bisa juga kerja di kedutaan karena kalo hanya kerja jadi waiter, cuman meras tenaga tanpa tambahan knowledge.

Hayalan membuat kita percaya bahwa setiap situasi ada jalan keluarnya. Hayalan membuat kita percaya bahwa setiap kondisi ditentukan oleh kita. The power is on our hands.

Mencuri optimisme, itulah nikmatnya berhayal. Kita jadi tidak kecut menghadapi realita. Apalagi kalau kita punya teman dalam berhayal. Rasanya seperti ada teman yang menyakinkan kita bahwa optimisme yang dicuri itu bisa jadi kenyataan. Ah indahnya berhayal…indahnya mencuri keberanian untuk mengalahkan penatnya realita. Jadi, mari berhayal bersama!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s