Kami Coba Melengkapi

Standard

Semakin lama pacaran sama tukang es krimku,aku jadi makin manja. Jadi sering ngambek biar dirayu hihihi…Belakangan kalau bangun pagi dalam keadaan fit pasti telepon dia dan merengek-rengek, sekedar untuk denger dia bilang “Iya neng aku dengerin. Mananya yang sakit?”

Dan kalau sayangku mulai tidak optimis, maka aku cuman bisa mendengarkan. Biar dia mengeluarkan segala kekuatirannya dan pada di titik tertentu, aku akan membenturkan dia dengan pikiran positif. Bahwa semuanya bisa dijalanin untuk hal paling terbaik yang dapat dinikmati.

Awalnya,aku pikir sikapnya yang selalu negatif thingking itu karena bawaan lahir. Tapi belakangan aku menyadari, bahwa dia ingin agar aku menyakininya semua akan baik-baik aja. Dia hanya tidak ingin terlalu euforia dengan segala kenikmatan yang dirasa. Dan lebih dari itu, dia pengen dimanja aja. Karena kalau lagi down pasti dia akan berubah wujud jadi anak kecil yang butuh dipeluk dan dicium di kening.

Rasanya, kita semakin mengerti apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Sang Kekasih Hati. Kami semakin mengerti, sampai di batas mana perhatian ini harus dielaborasi dengan sentuhan yang menentramkan. Tidak usah banyak berkata-kata, cukup bilang, “Iya sayang, aku sayang kamu.”

Dan setiap kali perasaan nyaman serta tentram itu datang, aku hanya bisa memejamkan mata untuk meminta Tuhan menyempurnakan segalanya. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s