I’m such a baby

Standard

Entah kenapa,seminggu kemarin, saya merasa dicuekin sama kesayangan saya itu. Faktanya, seminggu kemarin kita berdua memang sama-sama sibuk.

Saya, disibukkan dengan deadline yang tiba-tiba dibuat satu minggu setelah biasanya dua minggu. Ya secara kita majalah dua mingguan. Tapi kemarin karena libur lebaran lebih panjang, jadi kita harus kejar waktu tayang biar konsisten.

Sedangkan, pacar saya itu, sibuk dengan deadline juga. Ditambah, teman satu desknya ditugaskan untuk meliput Asian Beach Game di Bali. Alhasil, dia harus cover halamannya sendirian. Yah mau ngga mau, jadwal padat merayap.

Belum lagi acara keluarga yang harus diselipi diantara deadline, itu membuat saya tidak ingin membebani pacar saya untuk ketemuan. Plus, dari hasil pengamatan saya, tulisan panjang tukang es krimku itu mengenai kebertuhanan jarang di up date. Artinya, dia memang super sibuk. Karena kalau tidak tulisan panjang yang merupakan katarsis pemikiran dan jiwanya itu pasti sudah banyak.

Akhirnya, saya mencoba untuk memberi ruang buat kita berdua. Ya saya tidak menuntut untuk ketemuan atau ditelepon lama-lama. Sehari sampai dua hari, saya masih normal untuk tidak menuntut dia. Tiga hari dan empat hari, saya merasa dia cuek. Lima hari ke enam hari, saya sebel karena dia ngga aktif menghubungi saya. Akhirnya saya pundung yang artinya marah atau ngambek.

Pacar saya cukup peka dengan signal-signal kengambekan saya. Dia telepon saya, tapi saya sedang diangkot dan merasa tidak aman untuk angkat telepon. Dia sms. Setelah sampai rumah, pertanyaan dari smsnya, tidak saya jawab. Saya hanya bilang kalau saya sudah sampai rumah. Dia makin sadar, saya marah.

Dia telepon dan saya jawab sekenanya, akhirnya dengan lembut dia tanya, “Kamu kenapa sih neng?” Saya coba mengelak, tapi dia merayu saya dengan sabar. Akhirnya saya bilang, “Kamu nyuekin aku seminggu ini.” “Nyuekin gimana?” tanyanya pelan.

Saya bilang, kalau dia tidak sms kalau saya tidak sms. Dan dia tidak telepon-telepon saya. Hahahaha…OK…I know all of you will say, “Priska you to old for that.” Tapi tidak pacar saya, dia justru bilang begini, “Ayo kita runut. Hari Senin, aku telepon kamu pagi-pagi. Tapi kamu masih tidur.”

“Selasa, aku juga telepon. Kita ngomong bentar. Kemarin, aku telepon kamu. Dan setiap hari kita kan smsan sayang,” penjelasannya membuat saya menelan ludah, malu. Tapi saya kan punya gengsi segudang untuk ngaku saya salah. Dan pacar saya menangkap signal itu. “Sayang, kamu lagi manja ya. Ayolah aku inget kamu terus kok.” Terus saya melunak.

Sabtunya kita bertemu. Saya pancing dia dengan hari terbesar kita yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Dua minggu lagi tepatnya. Tapi dia coba untuk biasa aja, dan saya jadi bete. Tau apa yang saya lakukan, saya bilang dia nyuekin saya. Tidak seperti awal-awal pacaran, dia selalu menghubungin saya setiap saat. Saya manyun dan pasang aksi diam.

Tau apa yang dia lakukan? Dia peluk saya dan coba buat saya tertawa. Mulai dari kelitikan sampai joke-joke garing yang sayang kalau ngga diketawain…hihihihihhi. Trus dia bilang, “Kamu nih. Aku ngga nyuekin kamu. Gimana aku bisa kasih surprise kalo kamunya gampang ngambek.”

“Mau tau surprisesnya apa?” Mendengar ini, saya membatin, Priska oon ngapain pake ngambek ngga jelas. Kan jadi ngga seru lagi. Dan spontan tangan saya menutup kedua telinga saya. Karena saya mau itu tetap jadi surprise. Tapi pacar saya kira, saya marah. Dan dia pelan-pelan buka telinga saya. Dia bilang “Aku mau ********” Maaf untuk alasan keseruan bagi saya, kutipannya harus disensor.

Dan saya menghapus memori saya saat itu juga, saya tidak tahu apa-apa soal surprise itu. Karena saya tahu, pacar saya tidak lupa hehehehe. “Kamu manja banget sih yang, kamu bayi besar tau ngga,” ucapnya setelah saya menghapus memori saya. Dan yang terjadi berikutnya, dia kecup kening saya. Pada saat ingin pulang dia bilang, “I love you. You are my life and you are my future.” Saya merona dan tahu apa yang saya lakukan untuk menutupi pipi yang memerah? Saya pura-pura budek hahahaaha I’m such a baby.

Pacar saya emang ciamik, makin sabar dan makin lembut kalo nanganin saya yang tiba-tiba berubah jadi bayi. Tapi sebenarnya, setiap kali saya berhasil dirayu, saya berdoa. “My dear Al Mighty, I love this person so much. Please make us love each other so much.”

Ayo saudara-saudara sekalian, angkat tangan saudara dan katakan “Haleluyah! Amin!” hihihihihi yang tidak angkat tangan tidak akan masuk surga…wakakaakakaka….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s