10 Hal Tentang Saya

Standard

Senin, 22 September kemarin, teman gila saya, Ika Krismantari meminta untuk membaca blognya. Dia kena tag dari temannya. Ini semacam pesan berantai antar pengguna blog, jadi siapa saja yang kena tag, hukumnya wajib untuk mendeskripsikan dirinya.

Ngga gampang emang mendiskripsikan diri, apalagi kalau disuruh meringkas dalam 10 hal. Tapi buat saya selalu menarik untuk bisa menelisik diri sendiri. Makanya ketika, isteri dari Mas Kelik Wijaksono itu men-tag saya, saya pun menerima undangannya. Undangan yang beraroma tantangan sebenarnya, seberapa berani saya bisa jujur sama diri saya sendiri dan orang yang membaca.

Berikut pembuktiannya :

1. Saya selalu menganalogikan diri saya sebagai kupu-kupu. Bukan karena nge-fans sama Mariah Carey atau penyanyi bahenol yang kemudian berubah nama jadi Mimi. Bukan juga karena ngekor Shanti yang belakangan jadi pemain film yang ngga jelek-jelek amat.
Kupu-kupu, menggambarkan proses metamorfosis yang saya jalani. Dulu sebelum saya kuliah, saya selalu ditempatkan sebagai itik si buruk rupa. Maklum, saya ngga punya prestasi apapun. Ya sekolah ya bakat, kaga ada sama sekali. Saya masih sangat pemalu atau tepatnya minderan ketika itu. Jadi kalau ada acara keluarga, saya selalu “mengumpat”. Karena sepupu-sepupu saya punya sesuatu yang dibanggakan. Belum lagi abang saya yang selalu jadi jawara sekolah. Ngga ada yang menarik. Sampai akhirnya saya masuk Unpad dan bertemu dengan perpustakaan Batu Api, di Jatinangor. Perpustakaan itu kepompong saya, mempertemukan saya dengan Nietzsche. Tuhannya para eksistensialis yang membunuh Tuhan habis-habisan. Saya juga bertemu dengan Dunia Sophie, Jalaluddin Rumi, Paulo Coelho. Merekalah yang kemudian merubah saya jadi kupu-kupu. Saya lebih menghargai diri saya sendiri dan mengada untuk dunia. Apapun corak sayap kupu-kupu, orang tetap melihatnya sebagai hewan sempurna. Karena hanya dia yang berhasil pada nirwana kesempurnaan diri.

2. Saya lebih percaya kepada Tuhan ketimbang agama. Dulu saya pernah dibilang sebagai pemeluk humanisasi, karena saya terlalu mempersonifikasikan Tuhan. Saya lebih suka disebut sebagai sahabat Tuhan ketimbang anak Tuhan. Karena kalau jadi anak Tuhan, ada kewajiban, ada harapan yang harus dipenuhi untuk membahagiakan Sang Empunya Anak. Maka jangan heran, kalau saya sering marah-marah sama Dia.

Saya dan Dia (baca : Kita) telah melalui banyak hal. Terlebih ketika kita memutuskan untuk keluar dari persekutuan. Itu adalah pertanda waktu, dimana kita tidak mau berafliasi dengan satu organisasi. Karena persepsi dan hubungan kita akan dibuat sedemikian rupa agar sama dengan organisasi. Ini juga yang membuat saya, suka pemikiran “nyeleneh” tentang agama. Keluar dari jalur, mungkin demikian kebanyakan orang mengartikannya. Tapi bagi kita, inilah cara kami untuk memperkaya arti kedekatan kita.

3. Saya anak perempuan satu-satunya dari keluarga Batak yang totok. Banyak sekali tuntutan menjadi anak perempuan, baik secara sosial masyarakat maupun secara keluarga. Perempuan di Indonesia apalagi dengan garis keluarga patrilineal yang totok seperti Batak, membuat saya mengikrarkan diri sebagai feminis. Saya menemukan banyak ketidakadilan didalamnya dan saya mencoba keluar dari sana. Ketika saya memilih jurusan Jurnalistik, ayah saya bilang itu pekerjaan yang kurang cocok untuk perempuan. Tapi saya ngga peduli. Sewaktu saya sering membaca buku-buku feminis, ayah saya bilang, kajian itu masih belum berkembang di Indonesia. Dan sampai sekarang saya masih membeli Jurnal Perempuan atau buku-buku feminis lainnya.

4. Saya ingin jadi penulis, karenanya saya ambil Jurnalistik sebagai bidang kajian ilmu saya untuk mendapat gelar sarjana. Diam-diam kecintaan saya menulis, saya dapat dari ayah saya. Bapak Siagian ini, suka menulis untuk majalah Koperasi. Maklum, dia kerja di Departemen Koperasi dulunya. Nah waktu itu, sayalah yang kedapetan untung mengetik tulisan dia. Kadang-kadang saya ubah sendiri kata-katanya biar ngga kaku hihiiihi. Saya harus menerbitkan buku, itu cara saya mengisi hari-hari saya di masa depan πŸ™‚ Amin!!!

5. Saya sayang keluarga saya. Mance, Pance, Raymonth, dan Marshall. Walaupun belakangan keluarga saya, menilai saya banyak berubah. Saya semakin susah dibilangin karena saya selalu punya jawaban atas larangan mereka. Tapi, jauh di dalam lubuk hati saya, saya sayang mereka teramat sangat. Karena mulai dari cuman makan indomi pake ikan asin, sampai makan panggang babi, mereka orang-orang yang membuat semuanya jadi luar biasa nikmat. Dari cuman tahun baruan di rumah sampai ke puncak, mereka kehangatan buat hidup saya. Saya selalu rindu untuk cerita-cerita sama mama saya, yang selalu manggil saya adek karena dia ngga punya adek perempuan. Saya tidak perlu takut ngatain bapak saya yang botak, malah dia ikut ketawa. Dan saya mendapatkan ke-boyish-an dari dua saudara laki-laki saya. Tidak jarang saya main gulat-gulatan sama mereka sampai sekarang, seringnya saya kalah. Karena badan saya paling kecil di rumah 😦

6. Umumnya teman-teman saya menggerombol. Gank anak gaul bilang. Mulai dari SMP sampai kuliah. Malah pas SMP, saya punya gank namanya Zombie The Proyal Gank. Zombie dipilih karena kita suka menyanyikan lagu Zombie yang dibawakan Cranberries. Tapi ini juga untuk menunjukkan kecadasan gank saya hahahaha. Proyal adalah singkatan dari nama-nama kami, Priska, Rosi, Olivia, Yurisca, Ahaditya, dan Leni. Tapi sumprit kita ngga seperti Gank Naro yang suka namparin cewe-cewe. Meskipun jarak memisahkan, saya masih berhubungan dengan teman-teman saya. Mulai dari teman SMP dan kerja. Malah kadang-kadang kalau perasaan saya lagi ngga enak, dan tiba-tiba kepikiran salah satu dari mereka. Saya akan sms atau telepon, untuk sekedar tanya kabar saya. Seringnya saat itu mereka ketepatan sedang ada sesuatu yang ingin disharingkan. Itu kenapa saya ngga mau lepas dari teman-teman saya.

Saya selalu memiliki keterikatan batin dengan mereka. Dan saya seneng aja kalo ngumpul sama temen-temen saya, sampai pacar saya bilang, temen kamu banyak amat sih. Beruntung temen saya selalu nambah dan rata-rata “gila” semua πŸ™‚

7. Garang-garang gini, sebenarnya saya manja. Apalagi sama adek dan pacar saya. Saya sering merengek-rengek kalau sama mereka. Kalau adek saya paling manjain saya, setiap kali saya pulang kantor. Remote tipi akan dikasih ke saya seratus persen, kecuali pas acara Mario Teguh. Dia suka banget acara ini. Dan dia akan memberi kecupan malu-malu kucing kalau baru aku kasih barang…hihihiii senang rasanya. Sedangkan pacar saya, dia punya kesabaran sejuta kayanya. Karena hampir setiap hari saya merengek-rengek ngga jelas, cuman untuk denger dia bilang, “Iya neng, yang tenanglah…” hahahahaha.

8. Sewaktu kuliah, saya selalu nongkrong lebih lama di kampus. Untuk mencerahkan mata saya dengan melihat pantat laki-laki yang seksi. Hahahaha. Bicara soal laki-laki, waktu SD saya malu-malu kucing. SMP, saya akan gigih mencari nomer telepon kecengan saya dan meneleponnya. Tapi ngaku dari orang lain. SMA, saya mulai berani mengirim senyuman kalo kecengan saya lewat. Tapi rata-rata adek kelas, kalau yang satu tingkat malah kaga berani. Begitu kuliah, saya ngga hanya kirim senyum. Saya kirim bunga, puding, buat kecengan saya. Dan terang-terangan saya mengakui saya suka mereka. Saya malah ngomporin temen-temen saya untuk melakukan hal serupa, cari temen maksudnya hahahaha. Kebetulan “korban” saya kebanyakan angkatan 97, jadi kalau kebetulan Anda korban dan membaca ini. Saya ucapkan terima kasih untuk petualangannya hahahahaha.

Setelah pacaran, saya terbilang yang setia. Saya ngga mau “berpetualang” sambil pacaran. Karena saya menghargai hubungan saya dengan pacar saya. Dasarnya, keegoisan saya. Ketika saya tidak mau diselingkuhi, maka saya tidak mau selingkuh. Ketika saya menuntut hanya saya seorang buat dia, maka hanya ada dia buat saya. Makanya ketika saya sebulan di Jerman, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Tapi saya tidak mau menyakiti hati saya, itu aja alasannya.

9. Saya mencintai anak-anak. Malah saya pengen punya anak lima, cowo semua, biar bisa bikin NKOTB!!! Hampir semua sepupu-sepupu saya, senang ketika melihat saya. Karena saya bisa kasih mereka permainan yang beragam. Mulai dari dongeng, tebak-tebakan, tok-tok ubi, sampai melipat-lipatkan tangan. Anak-anak adalah kejujuran buat saya. Mereka polos dan ketika mereka menciumi saya, saya menjadi orang paling beruntung sedunia. Maka sedih rasanya ketika dokter mendiagnosa saya SOPK.
Tapi saya percaya masih banyak anak-anak yang membuat saya beruntung setiap kali Saya dikecup oleh mereka. So…come to mama…!!!

10. Terakhir, saya sedang mati-matian memperbaiki bahasa inggris saya. Karena saya pengen sekolah lagi, pengen ke luar negeri lagi. Persiapan kalau nanti saya tinggal di luar negeri…hahahahaha….hey kita harus punya mimpi kan. Dan mimpi itulah yang membuat saya seperti saya sekarang….Jadi mari kita bermimpi untuk bangun dari tidur dan merealisasikannya. HABIS PERKARA (NAGA BONAR MODE ON).

Dan berikut adalah orang-orang yang saya tantang untuk mengungkapkan siapa dirinya dalam 10 hal. Saya yakin ini menyenangkan, karena ini bisa jadi cara kalian untuk memetakan masa lalu, sekarang, dan akan datang. Jadi berani terima tantangan saya, wahai kau :

– Ita Lismawati Ferdinan Malau
– Siti Paryati
– Basilisa Dengen
– Syifa Amori
– Rizky Pohan
– Hanida
– Suci DH
– dan lain-lain….Siapa aja yang maulah hehehehehe

Advertisements

4 responses »

  1. Gila, nama gw ditantang di nomor satu. Namanya salah pulak! Bah!Ngomong soal 10 hal, terkadang orang lain lebih mengenal kita ketimbang diri kita sendiri.Jadi, mengapa tak kau buatkan 10 hal tentang gw. Gw tantang lu…Hahahahahahasi malau tea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s