Stand Beside Me God

Standard

28 November kemarin, bisa jadi awal dari negosiasi yang bakal alot sepanjang 2008 nanti. Karena perbedaan sudut pandang yang terjadi antara gua dengan bokap, semakin menegaskan betapa kita memang susah untuk get a long setiap kali menampilkan perbedaan yang ada. Ya, gua menghargai posisi dan peranan dia sebagai orang tua adalah berusaha menjaga anak-anaknya tetap aman. Dimana definisi aman sendiri akan dipengaruhi tidak hanya oleh referensi pengetahuan yang dia punya tapi juga peranan dia sebagai ayah dan orang yang lahir lebih dulu dari gua (baca: berpengalaman).

Tapi hendaknya dia ingat, bahwa anaknya dibesarkan di masa yang berbeda dengannya. Ini tentu akan mempengaruhi pola pikir dan panduan saya dalam menjalani dan memilih setiap momentum dalam hidup yang mau dilalui. Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan perbedaan pendapat atau perspektif, hanya dibutuhkan pengertian dan saling menghargai aja. Toh itulah definisi sederhana dari sebuah harmonisasi.

Gua ingat, waktu memiliki keyakinan untuk masuk Unpad, bokap adalah salah satu orang yang tidak yakin akan itu. Ya, gua sedih. Karena kita berharap dukungan akan selalu datang dari orang-orang yang berarti dalam hidup kita bukan? Tapi seperti selalu yang diingatkan nyokap gua, setiap hal harus dijadikan cambuk untuk maju. Ngga pernah ada salahnya untuk mencoba, berusaha dan berdoa. Karena setiap usaha ada harganya. Itulah yang membuat gua mati2an berdoa dan berusaha untuk keterima SPMB dan berkuliah di Fikom Unpad.

Bokap memang orang yan penuh perhitungan, pas gua masuk Unpad tidak jauh dari masa pensiun dininya karena stroke ringan yang dia idap. Dia tidak yakin, dana yang tersedia akan cukup membiayai kuliah dan kehidupan gua selama 4 tahun ke depan. Ya dia memang selalu ingin semua orang yang dikasihinya aman dan tenang, tapi ketakutannya (secara tidak disadari) telah menyakiti orang yang dikasihinya. Akhirnya gua belajar untuk mengartikan itu sebagai rasa sayangnya yang luar biasa.

Karena lepas satu semester kuliah dengan uang makan yang super ngepas, dia ngeprint sebuah tulisan untuk gua.

Doa Ayah
By : Jendral Douglas MacArthur

Tuhanku, binalah putriku untuk menjadi seseorang yang cukup kuat untuk mengakui kelemahannya, cukup berani untuk mengakui ketakutannya, bangga dan tabah serta jujur dalam mengakui kekalahan, rendah hati dan lemah lembut dalam kemenangan.

Binalah putriku menjadi seseorang yang mampu mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang anak yang sadar bahwa mengenal Engkau dan mengenal dirinya sendiri adalah landasan segala pengetahuan.

Kumohon kepadaMu, janganlah pimpin putriku di jalan yang mudah dan enak, namun berilah dia kesempatan untuk mengalami tekanan dan cobaan di jalan yang penuh kesulitan dan tantangan.

Berilah putriku kesempatan belajar untuk tetap tegak dalam prahara, dan welas asih kepada yang mengalami kegagalan.

Binalah anak hamba untuk berhati tulus, dan bercita-cita tinggi; seorang anak yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Seorang anak yang memahami arti tawa ceria tanpa melupakan arti tangis duka, seorang anak yang mampu memandang jauh ke masa depan namun tidak melupakan masa yang telah silam.

Dan bila semua ini telah menjadi miliknya, aku mohon kepadaMu, tambahkanlah secercah kejenakaan supaya putriku dapat bersungguh-sungguh dan juga dapat menikmati hidupnya.

Anugerahilah putriku kerendahan hati dan kesederhanaan yang merupakan dasar keagungan yang sejati, kesediaan untuk menerima kenyataan yang merupakan dasar kearifan yang sejati dan kelembutan yang merupakan dasar dari kekuatan yang sejati.

Dan akhirnya, jika semua itu telah terwujud, hamba, ayahnya, akan memberanikan diri untuk berbisik, “hidup hamba tidaklah sia-sia.ā€

Waktu gua terima tulisan itu, dia tidak banyak ngomong. Cuman bilang, “Ada tulisan buat kau. Bacalah ya.” Ya dia emang suka nulis, dan nular ke gua šŸ™‚ Gua ingat doa ini karena waktu itu dia ketik dan di bingkai. Pada copy-an yang dia terima kata anakku ditulis menjadi putraku, tapi khusus untuk gua dia ganti menjadi putriku. Dia memang bukan tipe orang yang secara tegas meminta maaf tidak setegas dia menampakkan ketikadasukaanya. Tapi tulisan itu membuat gua merinding dan nangis. Ya, dia punya cara sendiri untuk melindungi gua.

Tulisannya gua laminating dan ditempelin di tembok kata2 bijak yang gua punya selama ngekos. Itu selalu gua tempelin di tengah, atau selurusan pandangan mata untuk menarik perhatian. Dan gua akan selalu bangga untuk kasih tau ke orang-orang yang baru masuk kamar gua untuk mengatakan, itu bokap gua yang ngetik dan kirim buat gua!!

Ya, dengan segala kemiripan kami dalam sifat keras kepala, gua hanya meminta Tuhan menyemaikan pengertian dan penghargaan atas perbedaan kami. Karena bagaimanapun juga kami memiliki banyak kesamaan, sama-sama suka nulis, sama-sama penggila olahan babi dan sama-sama KERAS KEPALA!!! Hahahaha.

Semua proses hanya harus dialami dengan bersandar pada Empunya Emosi dan Kekuatan. Amin

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s