Masa Lalu

Standard

Ntah kenapa tiba-tiba pengen aja nulis tema tentang masa lalu…Kalau kata Atun, setiap kali gua tiba-tiba kangen dengan masa lalu pasti lagi ada yang dipikirin. Bisa iya dan bisa tidak. Iya manakala gua lagi di bis atau tidak melakukan apa-apa pasti porsi untuk mikirin masalah minta dipenuhin. Kaga, kalo gua kangen dengan teman-teman gua itu. Kan kangen bukan masalah, apa iya?

Banyak angle untuk membahas topik ini, mulai dari yang berhubungan dengan romantika kemudaan dan kepolosan waktu kecil, seorang teman yang ntah kenapa sepertinya semakin nyaman dengan ketidakdekatannya dengan kita, hingga masa lalu ‘seseorang’ yang jeopardizing our future. See…saking banyaknya angle yang bisa digarap akhirnya pusing sendiri. Kalau wartawan, sedikit informasi ibarat diujung tanduk tapi kelebihan informasi ibarat menerjunkan diri sendiri ke jurang. Ah apa analogi ini bener apa kaga gua juga don’t know.

Tapi belakangan ini gua lebih sering dihadapkan pada pertanyaan, apakah masa lalu cukup hanya dijadikan kenangan atau akan dijadikan acuan dalam membentuk masa depan ?

Well dikarenakan baik cerita masa lalu dan masa depan akan tercipta dengan keterlibatan orang ketiga, keempat, kelima, ampe keseratus, maka kita ngga bisa mutusin sendiri akan posisi masa lalu. Tapi untuk kasus-kasus tertentu, kenapa kita tidak bisa memposisikan masa lalu sebagai kenangan ? Atau memposisikannya sebagai modal untuk mengokohkan perjuangan bersama ketika sama-sama muda ? Hahahahaha pertanyaannya kaga nyambung ya? Karena, ya itu tadi, ada tiga bentuk masa lalu yang berdampak pada gua saat ini. Dan ketiganya harus ditelusuri dengan kaca mata masing-masing, jadi pertanyaannya beda-beda.

Ah pusing mikirin ini, semuanya harus dikomunikasikan memang. Sebenarnya gua pengen minta penjelasan dari temen gua yang tiba2 menjauh itu, tapi mengutip seorang teman yang lain, ya itu hak dia untuk memilih. Shit pilihan itu kadang kala nyakitin. Dan gua masih akan menunggu penjelasan dari kasus jeopardizing our future itu. Artinya tulisan ini akan terjawab setelah proses komunikasi berjalan….jadi sabar aja ye…walaupun menunggu bikin pegel.

Selamat Menikmati Hidup

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s