Mewujudkan Mimpi

Standard

“Udah kelamaan aja mimpi itu tertunda. Hampir tiga tahun jadi harus diwujudkan dengan segera,” ucap seorang laki-laki yang kata sahabat gua mirip abis ama gua.

Ntah kenapa, kata-kata itu seperti menoyor gua dari belakang. “Kemana ya cita-cita edun gua untuk menerobos VOA, atau kegilaan gua untuk merenung dalam kegilaan pemikiran apa pentingnya punya agama dan Tuhan.” Damn, gua kehilangan jiwa muda gua. Pekerjaan dan keinginan menemukan media dalam menyalurkan pembelajaran-pembelajaran kuliah membuat gua melupakan untuk bisa sekolah lagi di jurusan lintas agama atau kajian perempuan.

Ah kita memang kadang kala terlalu terkondisikan untuk tidak bisa memilih, atau memang kita yang ngga mau memilih? Ya setidaknya sekarang harus bersyukur karena disadarkan. Kata Paulo Coelho di salah satu bukunya, ada peristiwa yang terjadi untuk membuat kita bertanya kembali akan energi mengejar legenda pribadi. Dan ada peristiwa yang terjadi untuk menguatkan kita dalam mewujudkan legenda pribadi. Lagi-lagi legenda pribadi, energi positif yang selalu bikin orang ngga perlu takut menghadapi hari esok.

Dan gua mau punya energi itu lagi, punya semangat lagi untuk jadi gila dan liar agar dapat dirujuk dalam satu kata, RADIKALISME. Gua kan selalu mendefinisikan diri gua sebagai Saman yang liar dan radikal, tapi shit definisi itu tiba-tiba kabur dengan kepuasan gua meraih sejentik dari apa yang gua impikan. Bukannya semakin semakin semangat untuk ngejar impian yang lebih besar dari itu, malah terpuruk dalam kepuasan sesaat.

Sebenarnya tidak papa untuk selalu merasa tidak puas, selama itu positif. Mau dibilang ngga pernah mengucap syukur kek…gua rasa adalah sangat manusiawi untuk meraih lebih dari apa yang kita punya sekarang. Karena manusia itu adalah mahluk belajar, jadi harus naik grade dong. Dan semoga naik grade itu bisa bikin kita semakin menyadari bahwa keterbatasan hidup hanya dapat dibatasi dengan kematangan karakter untuk berkata yang hidup adalah yang berjuang. Jadi selama semuanya perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik dalam nama kemanusiaan, ya habis perkara (logat naga bonar yang sampai sekarang belum ditonton karena ada orang yang janji mau nonton bareng tapi belum terealisasi sampai sekarang. Walaupun selalu melintasi spanduk naga bonar jadi 2 dimana-mana).

Hey cita-cita…tunggu aku di hari penggenapan…anjrit bahasanya kaya mau mati aja…

SELAMAT MENIKMATI HIDUP

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s