Jurnalis?

Standard

Ah akhirnya, bergelut juga dengan dunia yang gua percayai bisa mengembangkan bakat nulis dan kepekaan sosial gua. Semuanya berjalan begitu cepat jadinya…tulisan 6000 karakter, 3000 karakter dan dead line dengan intrik2 liputan dan wawancara jadi bahan cerita baru untuk pacar, teman dan keluarga.

Walaupun badan udah kaya dipukulin seprovinsi, tapi perjalanan ke baduy luar kasih pengalaman baru. Ngga pernah kebayang bagaimana bidan Ros, yang berhasil mencegah kematian ibu dan anak di baduy luar itu bisa menjalani medan dengan iklas dan tersenyum. Ini juga yang bikin gua untuk tidak mengeluh selama naik turn bukit, dan nyebrang kali. Tidak cuman itu, kalau hujan jalannya licin banget. Bahkan dengan sepatu yang katanya buatan italia itu, gua masih harus kepleset dua kali…tapi gua ngeliat bidan ros yang ngadepin semua itu sebagai kepercayaan tuhan untuk dia.

Tapi gua ngga pernah nyesel berangkat ke sana, pegel-pegel itu kaga ada bandingannya dengan udara segar dari alam yang masih asri. Bahkan gua bisa punya teman2 baru dari pusat informasi dan publikasi dept kes yang ramah2 dan terbuka, ibu dari wartawan kompas yang rame, wartawan kartini yang lumayan dibawa ke arisan hahahahaha…tapi pacar gua lebih keren karena bisa paling pantes dibawa ke mana-mana.

Ah setiap proses emang selalu menarik untuk dilewatin. Ya…dinikmatin aja.

Seribu penghargaan untuk bidan yang hanya digaji 950 ribu per bulan…

AYO KE BADUY LAGI!!!! (Undangan ini terbuka untuk siapa saja)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s