Jejak Pertama Legenda Pribadi

Jejak Pertama Legenda Pribadi

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it – Paolo Coelho

 

Buat kalian yang pernah membaca Alkemis, Paolo Coelho, versi Indonesia pasti menangkap maksud saya dengan LEGENDA PRIBADI. Dia adalah energi yang selalu ada untuk membuat kita percaya bahwa hidup adalah mengenai pengenapan cita-cita, dan hari ini salah satu cita-cita hidup saya terwujud.

Ijinkan saya berbagi berita bahagia ini dengan segala kerendahan hati yang diberikan Sang Peramu Legenda Hidup. Buku pertama saya akhirnya resmi beredar di pasaran. Editor buku saya bilang, per 27 Maret, di seluruh toko buku Gramedia akan bisa menemukan buku yang berjudul KEAJAIBAN ANTIOKSIDAN karya PRISKA SIAGIAN :D

Read the rest of this entry

Made in China

Made in China

Keberuntungan tengah berpihak kepada saya, sebuah undangan meliput rumah sakit kanker di Guangzhou, China, dipercayakan kepada saya. Senang, sudah pasti, tapi pelan-pelan saya gugup karena saya selalu percaya ada sebuah tanggung jawab dari sebuah penugasan kantor hehehe. Tapi ya sudahlah dihadapin aja, mari kita telan bulat-bulat Guangzhou yang merupakan kota industri itu.

Perjalanan 6 jam di dalam burung besi ternyata cukup menjemukan, saya sampai bertanya dulu pas ke Jerman yang 16 jam bisa dilalui dengan baik, cape sih tapi ngga sampai merasa jemu. Mungkin karena pesawat yang digunakan tidak sebesar KLM maka kerasa sumpek dan melelahkan. Alesan

Dan mendaratlah saya di Guangzhou Baiyun International Airport. Pemandangannya beda jauh dengan Jakarta, sisa-sisa musim dingin masih berhembus di Guangzhou. Saat itu saya sudah menyiapkan jaket untuk mengantisipasi yang katanya suhunya mencapai 18 derajat Celsius. Tapi ternyata dihari pertama mendarat itu suhunya 25 derajat, amanlah.

Read the rest of this entry

Prokrastinasi Itu Kejam Jendral!!

Prokrastinasi Itu Kejam Jendral!!

Di saat Jakarta terus diguyur hujan sepanjang hari ini, saya mengalami kemalasan luar biasa. Padahal seharian ini saya sangat puas jailin pacar saya dan ciumin dia tentunya huehuehue, tapi rasanya masih pengen main dan malas-malasan. Dan rasa malas itu semakin mendera ketika saya sudah membuka laptop selama berjam-jam demi memanggil wangsit untuk mulai menuliskan laporan hasil liputan ke Guangzhou-Cina.

Iya, saya masih belum tahu mau mulai dari mana untuk menjelaskan terapi mematikan sel kanker secara lokal dengan cara dibekukan -150 derajat celsius! Menarik kan, tapi saya lebih suka menceritakannya langsung ketimbang menuliskannya. Apa ini pertanda saya sedang jenuh dengan dunia tulis menulis ya? Ah apa ini pertanda buruk, masa penulis jenuh dengan aktivitas menulis?

Read the rest of this entry

My Humble Pastor

My Humble Pastor

This post is a bold statement on how lately I have become a church lover. It is because the church that my boyfriend and I usually go to is a very simple church with a personal touch from its Pastor.

International English Service (IES) South has a very humble Pastor, his name is Bernard Persichetti. I’ve never felt being preached out by his sermon. He always delivers the sermon in a casual way and with simple examples from our daily lives. He describes the problems, fears, or worries in a very personal way. It makes me believe that everybody has the same problem with me. He also builds confidence to face all that fears with great blessing from God.

One thing that I also like from his sermon is he always touches your need for human bond. I even got struck a few weeks ago, when he said that Christianity is about relationship between human with the Creator, instead of about a religion.

Read the rest of this entry

Friday The 13th

Friday The 13th

Judulnya berbau-bau mistis ya? Hihihiii, tenang, saya bukan mau cerita soal setan atau pocong yang lagi nge-hit di bioskop-bioskop. Saya ingin menggambarkan betapa Jumat, 13012012, kemarin, saya menemukan banyak sekali keajaiban! Siap…siap…1…2…3…

Hari itu saya ke kantor dengan sedikit bergaya eksekutif muda, karena katanya saya dan 3 orang teman satu tim akan difoto untuk satu majalah francise bisnis yang dipunya kantor saya. Dengan kemeja pink, celana bahan 3/4, saya coba terlihat androgini dengan menambahkan suspender pada wardrobe baju kerja saya. Biar lebih pas lagi, saya kenakan wedges putih jadi tetap terasa elegan dengan nuansa kelaki-lakian. Lihat betapa detail saya menggambarkannya, ini menandakan, saya benar-benar semangat untuk jadi model ilustrasi majalah.

Jadi melangkahlah saya dengan percaya dirinya ke halte bus transjakarta terdekat. Sodorin uang Rp 5.000, si Mba penjaga karcis mengembalikan Rp 1.500 sambil memuji saya. Iya, dia memuji saya. Beuh saya ampe geer luar biasa. Saya membantin, ini bakal jadi hari yang menyenangkan.

Lalu berdirilah saya di pintu naik dan turunnya penumpang bus transjakarta yang tidak pernah aman itu, karena pintu otomatisnya selalu rusak sehingga dibiarkan menjadi tidak otomatis, alias terbuka selebar-lebarnya. Untuk membuang kejenuhan, saya memainkan smartphone…terus bermain…bermain dan tiba-tiba kaki saya mulai kerasa kesemutan. Lihat jam di layar informasi, damn, saya sudah berdiri 15 menit. Padahal dari saya datang sampai kerasa semutan, itu layar informasi bilangnya bus yang saya tunggu akan segera tiba di halte pemberhentian saya. Ah layar dusta dasar, saya mulai komplain dalam hati.

Read the rest of this entry